Front Perjuangan Rakyat
Peringati May Day dengan Persatuan Buruh dan Tani
Melawan Rejim Anti Rakyat SBY-Kalla!
HAPUSKAN SISTEM KERJA KONTRAK DAN OUTSOURCING
NAIKAN UPAH BURUH DAN BURUH TANI
SEDIAKAN LAPANGAN PEKERJAAN DENGAN UPAH LAYAK BAGI RAKYAT
TURUNKAN HARGA SEMBAKO SEKARANG JUGA
LAKSANAKAN REFORMA AGRARIA SEJATI
Archive for April, 2008
SIARAN PERS MENJELANG 1 MEI 2008
May Day Diperingati Serentak di 24 Kota

JAKARTA, SELASA – Peringatan hari buruh atau kini lebih dikenal May Day dipastikan akan dimeriahkan sekitar 30 ribu buruh yang akan melakukan aksi turun ke jalan. Selain Ibu Kota Jakarta yang akan menjadi pusat aksi, 23 kota lainnya juga dipastikan akan menjadi ajang perayaan para kaum buruh di Indonesia ini. Hal ini diungkapkan oleh Koordinator Front Perjuangan Rakyat (FPR), Rudy HB Daman, Selasa (29/4).
Selain Jakarta, beberapa kota lain yang akan digoyang oleh massa buruh antara lain, Bandung dan Kota Garut. Kemudian akan dipusatkan juga di Kota Purwokerto, Wonosobo, Yogyakarta, Surabaya, Banyuwangi, Malang dan Jombang. Untuk wilayah Kalimantan dan Sulawesi akan dilakukan di Pontianak, Banjarmasin, Makassar, Palu, Bulukumba, Donggala serta Kota Kendari. Read the rest of this entry »
Akibat Kelalaian Pemerintah, Buruh Migran Jadi Budak Utang
Selasa, 29-April-2008 12:09:17
Oleh : Rahmi
Buruknya perlindungan dan pelayanan dari pemerintah bagi Buruh Migran Indonesia (BMI) – terutama di Hongkong membuka peluang praktek overchanging atau penarikan biaya penempatan yang sangat mahal. Akibatnya, seluruh BMI terjebak dalam dilema perbudakan utang. Read the rest of this entry »
Buruh Migran Minta Dihentikannya Biaya Penempatan Ilegal
Senin, 28 April 2008 | 19:12 WIB
JAKARTA, SENIN- Buruh Migran Indonesia mendesak pemerintah untuk dihentikannya biaya penempatan ilegal (overcharging) bagi tenaga kerja Indonesia di luar negeri. Sebab, pungutan yang dilakukan dengan cara pemotongan gaji selama 5-7 bulan itu membuat para TKI harus terjebak hutang terhadap perusahaan pengerah jasa tenaga kerja (PJTKI). Read the rest of this entry »
PILAR-HK: Naikkan Upah, Hapuskan Pajak, Tingkatkan Pelayanan KJRI
Jakarta (29/4)—Peringatan May Day juga akan dirayakan oleh buruh-buruh migrant Indonesia yang saat ini bekerja di Hong Kong dan Macau. Enny Lestari, Juru bicara PILAR menyatakan, May Day 2008 ini BMI menuntut naikkan upah, hapuskan pajak, dan tingkatkan pelayanan KJRI Hong Kong. Read the rest of this entry »
Diskusi Terbuka FPR: Rakyat Bersatu, Lawan SBY-Kalla!
YTKI-Jakarta (28/4)—Krisis ekonomi yang kian kronis memberikan syarat-syarat politik yang mempersatukan rakyat. Front Perjuangan Rakyat (FPR) yang terdiri dari serikat-serikat buruh, serikat tani, pemuda, mahasiswa, perempuan, kaum miskin perkotaan, dan kalangan miskin dan marjinal lainnya, serta kalangan-kalangan LSM dan intelektual, adalah salah satu manifestasi dari kenyataan tersebut. Read the rest of this entry »
TKI Minta KJRI Hongkong Perbaiki Layanan
26/04/2008 16:44 wib – Internasional Aktual
Hongkong, CyberNews. Dua organisasi TKI di Hong Kong meminta KJRI Hong Kong untuk meningkatkan pelayanan terhadap TKI dan tidak lagi mengkambinghitamkan para buruh migran Indonesia (BMI). Read the rest of this entry »
Sejarah Hari Buruh se-Dunia
Setiap tanggal 1 Mei, kaum buruh dari seluruh dunia memperingati peristiwa besar demonstrasi kaum buruh di Amerika Serikat pada tahun 1886, yang menuntut pemberlakuan delapan jam kerja. Tuntutan ini terkait dengan kondisi saat itu, ketika kaum buruh dipaksa bekerja selama 12 sampai 16 jam per hari. Demonstrasi besar yang berlangsung sejak April 1886 pada awalnya didukung oleh sekitar 250 ribu buruh. Read the rest of this entry »
Siapa Pembunuh Marsinah?
Siapa yang membunuh Marsinah? Pertanyaan itu telah berkali-kali kita lontarkan; siapa yang membunuh Marsinah? Tidak ada yang tahu! Tepatnya, kita tidak tahu! Tapi, kita semua tahu Marsinah mati terbunuh. Dengan demikian, pasti ada yang membunuhnya. Kita memang tidak tahu siapa, tapi ada yang tahu. Itu pasti! Yang tahu siapa pembunuhnya adalah pembunuh Marsinah itu sendiri. Read the rest of this entry »
Jam-Jam Saat Marsinah Menghilang; Represi dan Resistensi
Sebagai perluasan modal dari PT. CPS Rungkut, Surabaya yang telah beropersi sejak 1980 dengan nama PT. Putra Watch Industry, didirikanlah PT. CPS Porong di desa Siring Sidoarjo, pada tahun 1991. Sebenarnya perusahaan yang modalnya berasal dari akumulasi modal sendiri dan pinjaman domestik ini merupakan jenis dari pemodal nasional yang mandiri. Dalam proses akumulasinya di sektor kompetitif, ia tidak memperoleh fasilitas, kemudahan atau hak-hak istimewa melalui patronase negara, sebagai mana yang umum terjadi di Indonesia. Bahkan pada saat perusahaan telah semakin besar dan kuat, sekali lagi, PT. CPS memperlihatkan ciri kemandiriannya ketika menolak ajakan kerjasama usaha patungan dari sebuah perusahaan jam jepang yang kuat, Seiko. Read the rest of this entry »