Archive for September, 2008

Aksi Teatrikal Hari Tani Nasional 2008 di Bandung

Farmers and college students stage a street theatre performance by tying themselves down Wednesday in Bandung to symbolize poor farmers in Indonesia, 70 percent of whom do not own their farms. Held in front of the Gedung Sate provincial administration and legislative council compound, the event was to commemorate International Farmers’ Day. (JP/Yuli Tri Suwarni)

Leave a comment »

Pernyataan Sikap GSBI: ”THR PELIPUR HINGAR-BINGAR PERAYAAN HARI RAYA”

Pernyataan Sikap : Gabungan Serikat Buruh Independen (GSBI)/Federation of Independent Trade Union

Tentang Tunjangan Hari Raya (THR)

”THR PELIPUR HINGAR-BINGAR PERAYAAN HARI RAYA”
Tunjangan hari raya adalah hak dasar setiap buruh dan merupakan pelipur kepedihan buruh ditengah hingar-bingar perayaan hari keagamaan. Mengapa kemudian THR dikatakan pelipur bagi buruh, hal ini didasarkan pada upah yang diterima selama ini sangat jauh dari cukup untuk pemenuhan kebutuhan hidupnya. Hal ini sesungguhnya juga disadari oleh pemerintah maupun pengusaha. Tetapi ada sebagian orang yang berfikir bahwa THR adalah kebaikan yang diberikan oleh pengusaha kepada buruhnya, atau adapula yang berfikir agak maju bahwa THR adalah gaji ke 13 bagi buruh, tetapi hakekatnya THR adalah intensif yang harus didapat oleh buruh atas tenaga kerjanya, terlebih hingga saat ini buruh  diupah murah yang tidak sepadan dengan tenaga yang dikeluarkannya.

Karena kecilnya upah yang diterima oleh buruh, maka buruh membutuhkan berbagai tunjangan terlebih ketika siburuh akan merayakan hari besar keagamaannya seperti berlebaran, ketika harga kebutuhan komoditas dan jasa melambung, seperti transport pulang kampung yang naik hingga 100%, harga kebutuhan pokok yang melonjak dan lain sebagainya. Maka upah yang tiap bulan hanya cukup untuk makan tidak mungkin dapat disisihkan untuk perayaan lebaran jika tidak diberikan tunjangan khusus, maka dari sinilah bahwa THR bisa dikatakan sebagai pelipur kepedihan ditengah perayaan lebaran. Jadi THR saat ini menempati kedudukan yang sangat berarti bagi setiap buruh terlebih ditengah situasi kesulitan yang begitu hebat yang dialami oleh seluruh rakyat Indonesia, pasca kenaikan BBM akhir thn 2005 dan Juni 2008 sebesar 28,7%, krisis energi dan lain sebagainya.

Meskipun THR sudah ditetapkan oleh pemerintah melalui Peraturan Menteri 04/men/1994, tidak serta merta pengusaha memberikan kepada seluruh buruh atas hak THR. Setiap tahun ada saja buruh yang tidak mendapatkan hak THR, setiap tahun ada saja buruh yang mengadukan nasibnya kepada serikat buruh dan lembaga-lembaga yang peduli akan nasib buruh, setiap tahun ada saja buruh yang ramei-ramai melakukan mogok diperusahaan menuntut THR, setiap tahun ada saja buruh yang berdemontrasi ke pusat-pusat pemerintahan atau Dinas Tenagakerja krn tidak mendapatkan THR. Dan irininya pemerintah dari tahun-ketahun tidak juga mampu  mengatasi masalah pelanggaran pengusaha terhadap buruh atas hak THRnya, sampai saat ini tidak ada satu pengusahapun yang pernah ditindak dan diseret ke pengadilan oleh pemerintah karena tidak membayar THR buruhnya.

Berdasarkan kondisi diatas dan bertepatan menjelang perayaan hari raya kami dari Dewan Pimpinan Pusat Gabungan Serikat Buruh Independen menyatakan sikap :

1. Mendesak kepada seluruh pengusaha untuk memberikan hak THR kepada seluruh buruhnya, baik yang masih aktif bekerja maupun yang sedang dalam proses perselisihan;
2. Mendesak kepada pemerintah agar konsistem dan bertindak tegas kepada para pengusaha yang tidak membayar hak THR kepada buruhnya dengan menyeret dan mempidanakannya.
3. Menyerukan kepada seluruh buruh untuk memperkuat persatuan dan secara bersama-sama memperjuangkan hak THR kepada kawan-kawan kita yang tidak mendapatkannya.

Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan agar dapat diperhatikan oleh semua pihak yang terkait.

”Galang Solidaritas lawan Penindasan”

 

Jakarta, 18 September 2008
Hormat kami
Dewan Pimpinan Pusat
Gabungan Serikat Buruh Independen (GSBI)

 

 

Ngadinah Binti Abu Mawardi   Emelia Yanti MD Siahaan
Kep.Dept. Hukum dan Advokasi   Sekretaris Jenderal n

Download Analisis_THR

Leave a comment »

Laksanakan Landreform dan Reforma Agraria Sejati Bagi Kaum Tani Sekarang Juga !!!

 

Hentikan Tindak Kekerasan, Penangkapan serta Kriminalisasi Terhadap Kaum Tani Indonesia !!!

Pada 24 September 2008 ini kaum Tani dan seluruh rakyat Indonesia tak terkecuali kaum buruh akan merayakan Hari Tani Nasional yang ke 48 thn. Dimana Presiden Soekarno 48 tahun lalu menetapkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria, yang kemudian lebih dikenal dengan sebutan UUPA 1960. Read the rest of this entry »

Comments (1) »

Hentikan Kekerasan terhadap Petani!

 

Jakarta, FPR. Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) selaku organisasi tani militan dan demokratis di Indonesia menyatakan bahwa SBY-JK telah mengkhianati kaum tani Indonesia. Oleh karenanya, duet yang gemar mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang anti-kaum tani, anti-rakyat, dan anti-demokrasi itu tidak layak dipilih kembali dalam Pemilu Presiden 2009 yang akan datang. Read the rest of this entry »

Comments (2) »

Pernyataan Pers Uplink Indonesia: Tragedi Pembagian Zakat Pasuruan

 

 

Tepat sebulan setelah Pidato Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono di depan Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat RI tanggal 15 Agustus lalu, tragedi pembagian zakat Pasuruan terjadi. Read the rest of this entry »

Leave a comment »

Pernyataan Pers INFID Tentang Tragedi Kematian dalam Pemburuan Zakat di Pasuruan Jawa Timur

 

Peristiwa meninggal 21 orang, satu orang kritis Dan 12 lainnya terluka dalam pembagian zakat di rumah seorang muzaki bernama  Haji Syaichon,  Kelurahan Purutrejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan  Jawa Timur, sungguh merupakan peristiwa yang sangat memprihatinkan. Read the rest of this entry »

Leave a comment »

PERNYATAAN SOLIDARITAS INDIES

Mengecam Pemukulan yang dilakukan Aparat KJRI-Hongkong terhadap BMI!

Mendukung Perjuangan yang Militan dari BMI untuk Menegakkan Hak-Haknya!

 

Peristiwa pemukulan yang dilakukan aparat KJRI Hong Kong terhadap aktivis Buruh Migran Indonesia yang tergabung dalam Indonesian Migrant Worker Union (IMWU) di dalam Gedung Quenn Elizabeth, Hong Kong adalah pertunjukkan yang paling vulgar tentang sikap dan karakter anti-rakyat dan anti-buruh migran Indonesia dari pemerintah Indonesia pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Jusuf Kalla (JK), minggu (7/9). Insiden tersebut terjadi pada saat KJRI Hong Kong menyelenggarakan peringatan HUT ke-63 RI yang dihadiri oleh Menakertrans Erman Suparno dan beberapa artis penghibur. Read the rest of this entry »

Leave a comment »