Archive for November, 2008

Protes KTT G20: ‘Malaikat Pencabut Nyawa’ Demo di Kedubes AS

Sabtu, 15/11/2008 13:18 WIB
Novia Chandra Dewi – detikNews
Jakarta – Sedikitnya 100 orang berujuk rasa di depan Kedubes AS meminta agar pertemuan KTT G20 di Washington dibubarkan. Massa dari Front Perjuangan Rakyat (FPR) itu menilai KTT G20 tidak dapat menyelesaikan persoalan rakyat. Read the rest of this entry »

Leave a comment »

BUBARKAN! BUBARKAN! BUBARKAN G20!

Pernyataan Sikap Front Perjuangan Rakyat (FPR) Menentang Special Meeting G20 yang diselenggarakan di Washington DC, Amerika Serikat, Sabtu, 15 November 2008

Pada tanggal 15 November 2008 ini, sebuah pertemuan tingkat tinggi yang diikuti oleh negara-negara anggota G-20 akan diselenggarakan di Washington DC, Amerika Serikat. Prestise perundingan G20 saat ini justru terletak pada kondisi tentang semakin panjangnya daftar kegagalan imperialisme AS dalam memandu penyelesaian krisis ekonomi dan keuangan dunia. Upaya-upaya AS untuk menanggulangi krisis ekonomi, baik melalui kebijakan dalam negeri maupun melalui perundingan-perundingan internasional, seperti perundingan putaran Doha WTO dan Perundingan G8 di Hokkaido, Toyako, Jepang, Juli 2008 lalu tidak membuahkan hasil yang menggembirakan. Parahnya, krisis ekonomi dan keuangan justru kian menajam dan memburuk pasca September 2008. Read the rest of this entry »

Comments (1) »

BURUH MEGARIA MAS MEMROTES KEBIJAKAN PHK

megaria-mas

Selasa, 11 November 2008 17:13 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Ratusan buruh pabrik pakaian wanita berunjuk rasa di depan pabrik PT Megaria Mas Sentosa, Jakarta Utara. Unjuk rasa dipicu pemutusan hubungan kerja (PHK) ratusan buruh dengan nilai pesangon yang dinilai tidak layak.

Dalam aksinya, para buruh menggelar orasi. Berbagai poster juga diusung para buruh yang intinya memrotes kebijakan perusahaan. Demonstran menuntut agar buruh yang di-PHK dipekerjakan kembali.

Aksi ini terkait pemecatan terhadap sekitar 500 buruh PT Megaria, produsen pakaian dalam wanita pada Agustus lalu. Para buruh juga menilai besaran pesangon yang diterima para buruh sangat tidak layak. Aksi buruh sempat memacetkan arus lalu lintas di kawasan Jembatan III menuju Grogol karena pengunjuk rasa memadati dua lajur jalan di depan pabrik. Unjuk rasa ini tidak sempat menggangu aktivitas pabrik.(DSY)

Comments (1) »