Setiap menjelang Lebaran kaum buruh di Indonesia selalu dihadapkan dengan permasalahan tentang pelaksanaan THR, beberapa pertanyaan yang sering muncul di kalangan kaum buruh adalah: tentang apa itu THR, berapa seharusnya jumlah THR yang berhak diterima oleh buruh dan bagaimana cara mendapatkannya dari majikan (pengusaha). Sangat ironis aapabila, sampai saat ini masih banyak kaum buruh di Indonesia yang belum memahami betul soal tersebut. Padahal seperti kita ketahui bersama bahwa masalah ini sering kali muncul hampir tiap tahun menjelang hari raya Idul fitri dan menimbulkan berbagai macam persoalan khususnya dikalangan buruh karena memang masih banyak kaum buruh yang tidak mendapatkan THR, atau apabila mendapatkannyapun tidak sesuai dengan apa yang semestinya menjadi haknya, sehingga lagi-lagi pihak buruhlah yang menjadi korban dan yang selalu saja dirugikan, masalah-masalah yang terjadi adalah masih banyak buruh yang menerima begitu saja (tidak sesuai aturan) besaran THR yang diberikan oleh majikan (perusahaan), bahkan dengan berbagai macam alasan yang dikemukakan oleh pengusaha tidak sedikit kaum buruh yang sudah bekerja bertahun-tahun tetap saja tidak mendapatkan sama sekali hak atas THR. padahal THR merupakan salah satu hak dasar/normatif buruh yang wajib diberikan oleh pengusaha sebagaimana diatur dalam ketentuan perundang-undangan.
Archive for August, 2009
HAK ATAS TUNJANGAN HARI RAYA/THR BAGI BURUH
Buta Aksara Meninggi, Pemerintah Lari (Pandangan Atas Peringatan Ke-49 Hari Buta Aksara Sedunia)
Pada bulan September tiap tahunnya paling tidak ada 2 momentum yang patut kita peringati, pertama adalah Hari Tani Nasional (HTN) dan yang kedua adalah Hari Aksara Internasional. HTN adalah harinya kaum tani yang Berhasil mendesak Presiden Sukarno Mengeluarkan UUPA No.5 Tahun 1960, selanjutnya HTN di Sahkan secara Nasional lewat Kepres No 169 tahun 1963. sementara hari buta aksara adalah momentum yang di peringati oleh seluruh rakyat di dunia, setelah seluruh Pemerintah di berbagai belahan bumi membangun komitmen untuk Memusnahkan Buta Aksara. Moment besar tersebut sangatlah istimewa bagi rakyat Indonesia, karena Sesungguhnya dua momentum tersebut jika kita lihat dengan kondisi obyektif saat ini sangatlah erat hubungannya. HTN adalah peringatan dan penghormatan atas perjuangan kaum tani Indonesia yang sama sekali tidak pernah lelah merebut segala haknya atas Tanah dan Sumber-sumber Agraria di Negeri ini. Sementara hari buta aksara Internasional lahir atas kesepakatan di Teheren, Iran tahun 1965 dalam kongres antar menteri pendidikan se dunia untuk membrantas buta huruf atas dasar kenyataan saat itu bahwa 40% penduduk dewasa dunia adalah penyandang buta aksara.
Statement : Front Perjuangan Rakyat (FPR)`Stop Overcharging, Hentikan Biaya Penempatan yang Berlebihan
Saat ini, sekitar 6 juta rakyat Indonesia bekerja diluar negeri sebagai Buruh Migran Indonesia (BMI). Tingginya angka jumlah BMI ini disebabkan kegagalan pemerintah menyediakan lapangan kerja yang layak bagi rakyat Indonesia, dimana sekitar 9 juta penduduk Indonesia berstatus pengangguran terbuka dan sekitar 40 juta penduduk menjadi para pengangguran terselubung.
Angka ini akan semakin bertambah seiring dengan kebijakan pemerintah yang tidak pernah berpihak kepada BMI. Dari beberapa peraturan yang diterbitkan oleh pemerintah Indonesia, tidak satupun menunjukkan adanya bentuk perlindungan ataupun pemenuhan terhadap hak-hak buruh migran. Sebaliknya, pengiriman BMI ke luar negeri oleh pemerintah dianggap sebagai salah satu jalan keluar dari krisis ekonomi yang melanda Indonesia. Bagi pemerintah, pengiriman BMI selain mengurangi pengangguran, disisi lain juga menjadi pemasok penerimaan bagi negara. Jumlah penerimaan devisa dari sektor ini menunjukkan angka peningkatan yang signifikan setiap tahunnya, Dari 35 trilliun (2006), 44 trilliun (2007), 86 trilliun (2008) dan ditargetkan mencapai angka 125 trilliun pada tahun 2009.
Read the rest of this entry »
Buruh Migran Geruduk Kantor DEPNAKERTRAS, Desak Erman Suparno Menetapkan Biaya Penempatan yang Transparan, Kuat, Murah dan Adil
Aksi masa yang di lakukan oleh buruh migrant indonesia yang tergabung dalam front perjuangan rakyat (FPR) yang di lakukan pada hari kamis, 27 Augustus 2009 di depan gedung departemen tenaga kerja Indonesia ,yang terdiri dari ATKI, GSBI, AGRA, FMN, INDIES, MIGRAN CARE dan LBH IWORK. Demonstrasi di mulai pada pukul . 09.00 wib sampai pukul 13.00 wib, Dengan iringan dengan orasi politik yang membahana di tambah dengan yel yel yang Genggap Gempita membuat Relly aksi Semakin Penuh Dengan Semangat.
Kembalikan Tanah Petani Takalar dan Bubarkan PTPN
Monopoli Atas Tanah Akan Selalu Melahirkan Kekerasan, Seperti Juga halnya yang terjadi di Takalar Sulawesi Selatan. Tanggal 21 Agustus 2009, Solidaritas Petani Takalar yang beranggotakan AGRA, FMN, KOMPAK, KONTRAS, WALHI, KIARA, KPA dan LBH melakukan demonstrasi mendukung perjuangan petani Takalar. Aksi tersebut dilanncarkan di Depan Kantor Kementrian BUMN, Institusi tersebut adalah salah satu lembaga yang bertanggung jawab atas pengelolaan PTPN. Aksi dukungan tersebut lahir atas ulah PTPN IIV Sulawesi Selatan, yang kembali menyerobot tanah kaum Tani Takalar. Upaya Perampasan tanah Oleh Pihak PTPN juga dilakukan dengan cara Brutal yang Anti-Kemanusiaan, Aparat Kemanan Perkebunan Yang bekerjasama dengan Kepolisian Takalar secara Beringas Memukul dan Menembak petani. Pertarungan panjang Pada Hari Minggu tgl 9 Agustus memakan korban, 7 Petani Di Tembak dan 8 orang Lainnya di Tahan. Dalam Aksi tersebut massa mendesak agar menteri BUMN menemui Massa, Namun seperti biasanya menteri tidak Berani.
FMN Menggelar Aksi Peringatan 17 Agustus 2008 dan Mendukung Perjuangan Kaum Tani Tapanuli Tengah
Imperialisme Pimpinan Amerika terus membawa petaka bagi umat di muka bumi, sistem busuk tersebut membawa perekonomian dunia berada dalam Stagnasi dan kemunduran. Pemerintahan SBY-Kalla yang secara resmi menjadi Boneka Imperialis, terus membantu Sang Tuannya untuk memulihkan Krisis. Usaha tersebut dijalankan dengan melipatgandakan penghisapn dan Penindasan terhadap Rakyat, SBY-Kalla Lebih memilih melindungi Para Pengusaha besar dan Tuan Tanah Daripada Rakyatnya sendiri. Pada Giliranya Angka putus sekolah Tak terbendung, Pengangguran Meningkat, PHK Marak hingga Agresifnya Perampasan Tanah Kaum Tani, kenyataan Ini Membawa Penghidupan Rakyat berada dalam derajat kemerosotan yang Tajam.
Kronologis Penembakan/ Peristiwa represif aparat Minggu, 9 agustus 2009
08:00 WITA
Aparat dari Polres Takalar berada di lokasi untuk mengawal pengolahan oleh pihak PTPN dipimpin langsung Oleh Kapolres Takalar.
08:15 WITA
Sebagian warga yang berada dikebun dan sebagian Warga yang berada di desa-desa masing yang mendengar akan adanya pengolahan atau untuk merawat bergegas kelokasi tetapi dilokasi warga tidak melakukan perlawanan
Segera Bebaskan Tanpa Syarat 4 orang Petani dan 1 Orang Mahasiswa
Pernyataan Sikap Front Mahasiswa Nasional
Mengutuk Dan Mengecam Tindakan Represifitas Pihak Kepolisian Terhadap Petani Takalar
Bebaskan Tanpa Syarat 4 orang Petani dan 1 Orang Mahasiswa
Tanah adalah segalanya bagi kaum tani, tanah adalah sumber hidup bagi kaum tani. Negara harus melindungi hak-hak dasar bagi kaum tani, termasuk tanah yang merupakan bagian dari sektor agraria yang menjadi hak bagi kaum tani di Indonesia. akan tetapi dalam kenyataannya di Indonesia saat ini berbagai problem Agraria tidak pernah berakhir, sengketa agriaria adalah kasus yang paling banyak di Indonesia. ironisnya sengketa agraria di Indonesia lebih sering berakhir bagi kerugian bagi kaum tani, dan sebagian dari sengketa tersebut melibatkan Negara yang menindas kaum tani. Praktek perampasan tanah petani dengan pemukulan, penangkapan atau kriminalisasi petani sering dilakukan. Kekerasan pada kaum tani hampir terjadi di seluruh pelosok Indonesia.
Migrant Care Sesalkan Kematian TKI yang Telantar
Liputan6.com, Jakarta: Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah, menyayangkan kematian seorang tenaga kerja indonesia yang telantar di kolong jembatan di Jeddah, Arab Saudi. Menurut Anis, Selasa (4/8), Pemerintah Indonesia seharusnya segera mengambil tindakan cepat, begitu mengetahui ada warganya di luar negeri yang sedang mengalami masalah.
Read the rest of this entry »
Malaysian Protesters Clash With Riot Police
KUALA LUMPUR – Malaysian riot police fired tear gas and water cannons Saturday in clashes with several thousand anti-government demonstrators who gathered to protest a long-standing law allowing detention without trial, raising the stakes in a long-running struggle for political power in the country.