Siapa Pembunuh Marsinah?

Siapa yang membunuh Marsinah? Pertanyaan itu telah berkali-kali kita lontarkan; siapa yang membunuh Marsinah? Tidak ada yang tahu! Tepatnya, kita tidak tahu! Tapi, kita semua tahu Marsinah mati terbunuh. Dengan demikian, pasti ada yang membunuhnya. Kita memang tidak tahu siapa, tapi ada yang tahu. Itu pasti! Yang tahu siapa pembunuhnya adalah pembunuh Marsinah itu sendiri.

Mengapa Marsinah dibunuh? Marsinah dibunuh karena terlibat unjuk rasa untuk memperjuangkan nasib dirinya dan kawan-kawannya. Mengapa harus dibunuh karena berunjuk rasa? Karena unjuk rasa, pemogokan, demonstrasi-demonstrasi, dan lain-lain, seperti yang dilakukan kawan-kawan Marsinah memang kadung dianggap sebagai cara yang tidak sesuai dengan adat “timur”. Cap-cap seperti “PKI”, “provokator”, anti-pembangunan, dan lain-lain, kerap dicekokan dengan paksa untuk melawan unjuk rasa. Namun apa gunanya adat, ketika ketidakadilan justru dibenarkan dan kebenaran justru dibenamkan?

Kita semua paham, unjuk rasa, pemogokan, dan cara-cara lain yang dilakukan rakyat untuk mengungkap kebenaran memang tidak selamanya tidak menjanjikan kemenangan. Perjuangan tidak boleh terhenti hanya dengan satu atau dua kali unjuk rasa. Unjuk rasa adalah cara massa untuk mengubah kenyataan dirinya; dari yang lemah menjadi yang kuat! Tidak seperti megatruh, tembang duka orang Jawa untuk mengungkapkan kepedihan, unjuk rasa adalah cara yang rasional yang tidak mengotak-kotakkan massa dalam individu-individu atau pribadi-pribadi yang tercerai satu dengan yang lainnya. Sekali lagi, unjuk rasa bukanlah cara ungkap megatruh. Megatruh adalah pertunjukan kepasrahan pribadi tentang persoalan yang akan dihadapi oleh seluruh manusia; kematian.

Kematian Marsinah memberi pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua yang hidup saat ini. Pelajaran tentang hidup adalah persoalan yang harus terus-menerus diperjuangkan bagi siapa saja yang memilih untuk tetap hidup.

Kawan-kawan pembaca yang tercinta, lepas dari itu semua, Marsinah mati tidak untuk kesia-siaan. Marsinah mati untuk menjadi martil yang melapangkan jalan rakyat tertindas untuk meraih kemerdekaan. Kemerdekaan yang sejati.

Advertisements

About fprindonesia

Front Perjuangan Rakyat (FPR) adalah aliansi organisasi-organisasi masyarakat sipil Indonesia yang pada awalnya dibentuk untuk merespon perayaan Hari Buruh se-Dunia 2008. FPR menyandarkan diri pada prinsip aliansi dasar klas buruh dan kaum tani sebagai komponen pokok perubahan sosial.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s