TKI Minta KJRI Hongkong Perbaiki Layanan

26/04/2008 16:44 wib – Internasional Aktual

Hongkong, CyberNews. Dua organisasi TKI di Hong Kong meminta KJRI Hong Kong untuk meningkatkan pelayanan terhadap TKI dan tidak lagi mengkambinghitamkan para buruh migran Indonesia (BMI).

“Sudah jelas buruknya pelayanan dan perlindungan KJRI Hong Kong terhadap BMI adalah akibat kegagalan mereka sebagai pemerintah, namun mereka masih ingin menutupi kegagalan tersebut dengan menyalahkan BMI,” kecam Persatuan BMI Tolak Overcharging (PILAR) dan Gabungan Migran Muslim Indonesia (GAMMI).

Pernyataan tersebut dilontarkan Eni Lestari, koordinator Persatuan BMI Tolak Overchaging (PILAR), menanggapi pernyataan Sekretaris I Protokol dan Konsuler KJRI Hong Kong Sukmo Yuwono yang dimuat oleh *SUARA* (25/04/08), tentang sikap KJRI Hong Kong yang akan menutup pelayanan 3 jam mereka di hari Minggu bila PILAR terus menerus menggelar aksi setiap hari Minggu di depan konsulat. Lebih jauh Sukmo mengatakan, hal tersebut dilakukan atas alasan keamanan.

Menurut Eni pernyataan Sukmo tersebut merupakan upaya KJRI menyalahkan BMI atas kelemahan dan kegagalan pemerintah Indonesia memberikan pelayanan dan perlindungan bagi warga negaranya. “Ini artinya KJRI Hong Kong tidak pernah mau meningkatkan kinerja mereka, dan malah sibuk mencari kambing hitam untuk menutupi kegagalan mereka,” tuding Eni Lestari.

“Sudah puluhan kali PILAR dan GAMMI mengadakan protes di depan konsulat, bahkan PILAR dan GAMMI pernah menggerakan ribuan BMI ke konsulat, dan selama itu pula, kita menunjukan bahwa aksi PILAR dan GAMMI adalah aksi damai, bahkan kita hanya berkumpul di lokasi yang telah di berikan dan dengan pengawalan pihak kepolisian Hong Kong,” ungkap Eni.

Menurut Eni Lestari sudah seharusnya KJRI Hong Kong meningkatkan pelayanan mereka kepada BMI dengan memberikan pelayan penuh di hari Minggu. Hal ini karena BMI hanya dapat keluar dari rumah majikan pada hari tersebut.

“Janji KJRI bahwa mereka akan membuka pelayanan kepada BMI mulai bulan April 2008 ini ternyata hanya menjadi janji-janji kosong dan penuh kebohongan. Kenyataannya Konsulat masih tidak melayani proses pembuatan paspor bagi BMI di hari Minggu,” sesalnya.

Menurut Eni Lestari statemen Sukmo Yuwono tersebut merupakan upaya untuk mengadu domba antarsesama BMI. “KJRI mengharapkan BMI yang gagal mendapatkan layanan hari Minggu karena konsulat tutup, menyalahkan PILAR. Mereka ingin mengatakan bahwa karena demo PILARlah, BMI tidak mendapat pelayan konsulat,” ujar Eni.

Lebih lanjut, Eni menegaskan PILAR tidak akan menghentikan aksi-aksi di depan konsulat, sampai tuntutan PILAR di penuhi.

(MH Habib Shaleh /CN08)

About fprindonesia

Front Perjuangan Rakyat (FPR) adalah aliansi organisasi-organisasi masyarakat sipil Indonesia yang pada awalnya dibentuk untuk merespon perayaan Hari Buruh se-Dunia 2008. FPR menyandarkan diri pada prinsip aliansi dasar klas buruh dan kaum tani sebagai komponen pokok perubahan sosial.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s