May Day Diperingati Serentak di 24 Kota

Ratusan buruh yang tergabung dalam Komite Aksi Mei Bersatu (KAMB) dan Aliansi Rakyat untuk May Day (Arum) 2006 berunjuk rasa memperingati Hari Buruh Sedunia di Palembang, Sumatera Selatan, Senin 1 Mei 2006. Mereka menolak segala bentuk kebijakan dan perundang-undangan yang menindas buruh, seperti revisi Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.


Selasa, 29 April 2008 | 18:17 WIB

JAKARTA, SELASA – Peringatan hari buruh atau kini lebih dikenal May Day dipastikan akan dimeriahkan sekitar 30 ribu buruh yang akan melakukan aksi turun ke jalan. Selain Ibu Kota Jakarta yang akan menjadi pusat aksi, 23 kota lainnya juga dipastikan akan menjadi ajang perayaan para kaum buruh di Indonesia ini. Hal ini diungkapkan oleh Koordinator Front Perjuangan Rakyat (FPR), Rudy HB Daman, Selasa (29/4).

Selain Jakarta, beberapa kota lain yang akan digoyang oleh massa buruh antara lain, Bandung dan Kota Garut. Kemudian akan dipusatkan juga di Kota Purwokerto, Wonosobo, Yogyakarta, Surabaya, Banyuwangi, Malang dan Jombang. Untuk wilayah Kalimantan dan Sulawesi akan dilakukan di Pontianak, Banjarmasin, Makassar, Palu, Bulukumba, Donggala serta Kota Kendari.

“Sasaran aksi para buruh adalah pusat-pusat kekuasaan dan seluruh badan pemerintahan pada semua tingkatan. Baik Istana Negara di Jakarta, sampai kantor gubernur dan kantor bupati di beberapa kota yang akan jadi pusat hari buruh nanti,” ujar Koordinator FPR, Rudy HB Daman, di Jakarta, Selasa (28/4).

Khusus untuk Jakarta, lanjut Rudy, aksi akan dimulai dari Bundaran Hotel Indonesia pada pukul 09.00 WIB  dan berlanjut depan Istana. Di depan Istana Negara, FPR juga akan melakukan aksi bersama  dengan berbagai elemen lain diantaranya Aliansi Buruh Menggugat (ABM). “Tuntutannya adalah meminta rezim SBY-JK untuk memenuhi tuntutan kaum buruh dan rakyat kini tertindas,” kata Rudy.

Peringatan May Day oleh ribuan buruh kali ini juga akan menjadi ajang tuntutan kepada pemerintah untuk menaikkan upah buruh berdasar kebutuhan hidup layak. Termasuk para buruh tani dan pekerja pertanian dipedesaan serta golongan pekerja rendahan lainnya.

“May Day kali ini juga akan menuntut penghapusan sistem kerja kontrak serta outsourcing. Termasuk pula,  menuntut penghentian pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam bentuk apapun,” ujar Rudi seraya menyatakan, pihaknya juga menuntut dijadikannya 1 Mei sebagai Hari Buruh dan libur nasional.

Rudy menambahkan, FPR dalam aksi nanti turut pula meminta untuk dihentikannya kriminalisasi terhadap buruh dan aktifis buruh serta kaum tani. “Bebaskan tanpa syarat kaum tani dan rakyat lainnya yang ditahan. Hentikan segera segala bentuk intimidasi serta teror terhadap seluruh rakyat yang berjuang untuk menuntut hak sosial ekonominya serta hak-hak sipil demokratisnya,” tegasnya.

Sekilas May Day

Di beberapa negara, peringatan hari buruh atau May Day kerap dilakukan. Amerika Serikat adalah pelopornya yang mulai pertama kali dilakukan pada sekitar tahun 1870 an. Adalah  Peter McGuire dan Matthew Maguire, seorang pekerja mesin dari Paterson, New Jersey.

Pada tahun 1872, McGuire dan 100.000 pekerja melakukan aksi mogok untuk menuntut mengurangan jam kerja. McGuire lalu melanjutkan dengan berbicara dengan para pekerja and para pengangguran, melobi pemerintah kota untuk menyediakan pekerjaan dan uang lembur. McGuire menjadi terkenal dengan sebutan pengganggu ketenangan masyarakat.

Dalam beberapa tulisan juga dijelaskan, pada tahun 1881, McGuire kemudian pindah ke St. Louis, Missouri dan memulai untuk mengorganisasi para tukang kayu. Akhirnya, berdirilah sebuah persatuan yang terdiri atas tukang kayu di Chicago, dengan McGuire sebagai Sekretaris Umum dari United Brotherhood of Carpenters and Joiners of America. Ide untuk mengorganisasikan pekerja menurut bidang keahlian mereka kemudian merebak ke seluruh negara termasuk Indonesia.

McGuire dan para pekerja di kota-kota lain merencanakan hari libur untuk Para pekerja di setiap Senin Pertama Bulan september di antara Hari Kemerdekaan dan hari Pengucapan Syukur. Pada tanggal 5 September 1882, parade Hari Buruh pertama diadakan di kota New York dengan peserta 20.000 orang yang membawa spanduk bertulisan 8 jam kerja, 8 jam istirahat, 8 jam rekreasi.

Maguire dan McGuire memiliki peran penting dalam menyelenggarakan parade ini. Dalam tahun-tahun berikutnya, gagasan ini menyebar dan semua negara bagian merayakannya. Di tahun 1887, Oregon menjadi negara bagian pertama yang menjadikannya hari libur umum 1894. Presiden Grover Cleveland menandatangani sebuah undang-undang yang menjadikannya hari libur umum nasional. (Persda Network/yat)

Advertisements

About fprindonesia

Front Perjuangan Rakyat (FPR) adalah aliansi organisasi-organisasi masyarakat sipil Indonesia yang pada awalnya dibentuk untuk merespon perayaan Hari Buruh se-Dunia 2008. FPR menyandarkan diri pada prinsip aliansi dasar klas buruh dan kaum tani sebagai komponen pokok perubahan sosial.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s