Pernyataan Sikap Migrant CARE Memperingati Mayday 2008

BATALKAN REGULASI YANG TIDAK PROTEKTIF! SEGERA RATIFIKASI KONVENSI PBB 1990!  TOLAK HUKUMAN MATI! TOLAK KOMODITISASI! TURUNKAN ANGKA KEMATIAN! STOP DEPORTASI! HAPUSKAN TERMINAL KHUSUS! STOP KEKERASAN! BERIKAN UPAH YANG LAYAK! AKUI PRT MIGRAN SEBAGAI PEKERJA FORMAL! ALOKASIKAN APBN MEMADAHI UNTUK PERLINDUNGAN! HAPUSKAN OVERCHARGING! BUBARKAN BNP2TKI! BENTUK KOMISI PENGAWAS PERLINDUNGAN!

Peringatan Mayday adalah momentum penting bagi seluruh elemen buruh, tani dan rakyat untuk bangkit bersama melawan ketidakadilan global. Perjuangan buruh yang telah di mulai dua abad yang lalu, hingga kini belum sepenuhnya menghantarkan buruh untuk meraih keadilan. Ekslpoitasi, penindasan dan pemerasan masih nyata dialami oleh buruh.

Bagi buruh migrant Indonesia, problematika yang berbasis pelanggaran hak-hak normative dan hak asasi manusia adalah realitas yang tak terbantahkan, padahal kontribusi mereka kepada Negara setiap tahunnya mencapai 35 Trilyun Rupiah. Menurut catatan Migrant CARE, sepanjang tahun 2007, angka kematian buruh migrant Indonesia di dua Negara saja mencapai 784 orang (Malaysia: 652, dan Jeddah:132). Bahkan satu pahlawan devisa kita, Tuminah Bt Samsi yang telah gugur di Riyadh pada 21 Agustus 2007 silam, hingga kini jenazahnya belum juga dipulangkan ke Indonesia karena alasan dokumen. Di luar kematian, persoalan yang nyata dan permanen dihadapi buruh migrant di luar negeri adalah  kekerasan, perdagangan manusia, deportasi, eksplotasi, pemerasan, overcharging, ancaman hukuman mati, gaji tidak dibayar dan pelecehan seksual. Akar dari problematika ini adalah buruknya mekanisme penempatan dan perlindungan pemerintah RI terhadap buruh migrant dan PRT migrant Indonesia.

Dalam skala regional, Pemerintah Indonesia sebagai salah satu inisiator ditandatanganinya Cebu Declaration on the Protection and Promotion of the Rights of Migrant Workers, justru inkonsisten untuk mengimplementasikan deklarasi tersebut dalam regulasi nasional Indonesia untuk buruh migran. Hingga kini regulasi nasional kita mengenai buruh migrant masih carut marut dan belum menunjukkan keseriusan pemerintah untuk memberikan perlindungan nyata kepada pahlawan tersebut. Pemerintah RI lebih cenderung menjadikan buruh migrant sebagai sapi perahan, komoditi dan penghasil devisa. Dan tahun ini, devisa Indonesia yang dihasilkan dari keringat buruh migrant masuk pada peringkat  top ten (10) di seluruh dunia.

Reformasi dalam system penempatan dan perlindungan buruh migrant yang secara samar mulai dihembuskan sejak 13 Juli 2006, hingga kini belum menunjukkan adanya perubahan nyata terhadap nasib buruh migrant. BNP2TKI yang diberi mandat untuk mengawal reformasi tersebut, bisa dikatakan gagal. Kebijakan tambal sulam di sana sini seringkali justru menuai persoalan baru, BNP2TKI justru terjebak untuk menikmati dan melestarikan warisan birokrasi lama yang dalam tradisinya  yang sangat lamban, korup dan birokratis.

Dalam rangka memperingati Mayday 2008 ini, Migrant CARE menyerukan:

1. Batalkan regulasi yang tidak protektif terhadap buruh migrant Indonesia (MoU dengan 4 negara : (Malaysia, Taiwan, Yordania, dan Korsel),  UU No 39/2004, dan peraturan-peraturan dibawah UU)
2. Segera bentuk pelayanan public yang tidak diskriminatif terhadap buruh migrant dengan menghapuskan Terminal khusus bagi buruh migrant
3. Bubarkan BNP2TKI yang telah gagal mereformasi system penempatan dan perlindungan buruh migrant
4. Segera ratifikasi konvensi PBB 1990 mengenai perlindungan terhadap buruh migrant dan anggota keluarganya
5. Segera bentuk Komisi Pengawas Perlindungan Buruh Migran Indonesia

Jakarta, 1 Mei 2008

Anis Hidayah                                                      Wahyu Susilo
Executive Director                                              Policy Analyst
(081578722874)                                                     (08129307964)

Di dukung oleh: Komunitas Ciliwung, Cianjur Peduli Migran (CPM), dan Kapal Perempuan


Migrant CARE
Perhimpunan Indonesia untuk Buruh Migran Berdaulat
Jl. Pulo Asem I C No 15 RT 015 RW 001 Jati, Jakarta Timur 13220
Telp/Fax: +62 21 4752803
E-mail: migrantcare@nusa.or.id, buruhmigranberdaulat@gmail.com
Website: http://www.migrantcare.net
Blog: http://www.buruhmigranberdaulat.blogspot.com

About fprindonesia

Front Perjuangan Rakyat (FPR) adalah aliansi organisasi-organisasi masyarakat sipil Indonesia yang pada awalnya dibentuk untuk merespon perayaan Hari Buruh se-Dunia 2008. FPR menyandarkan diri pada prinsip aliansi dasar klas buruh dan kaum tani sebagai komponen pokok perubahan sosial.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Pernyataan Sikap Migrant CARE Memperingati Mayday 2008

  1. Ahmad says:

    Hanya dua pilihan “Bubarkan BNP2TKI” atau ganti semua kepengurusannya dari mulai Jumhur Hidayat sampe konco-konconya yang hanya bisa bikin cerita dan ngadain kunjungan mereka udah gagal dan tidak mampu memperbaiki nasib TKI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s