Siaran Pers FPR dan ABM: Lanjutkan Perlawanan May Day!

Perkuat Persatuaan Buruh dan Tani Melawan Rejim Anti Rakyat SBY-Kalla dan  Menolak Rencana Kenaikan Harga BBM

Pada tanggal 1 MEI yang lalu, puluhan ribu buruh, tani dan rakyat miskin di Jakarta telah menunjukan kekuatannya dengan mengepung Istana Negara, demikian juga di kota-kota lainnya, dari ujung pulau Sumatera hingga ujung Papua, ratusan ribu buruh dan kaum tani serta rakyat miskin bergerak bergelombang ke pusat-pusat kekuasaan, bahkan di beberapa daerah, gelombang aksi massa ini terus berlanjut.

Semuanya dalam satu kerangka yang sama, yaitu menggugat kebijakan SBY-Kalla yang melegalkan dan melindungi praktek-praktek kerja kontrak, outsourcing, upah murah, penyrobotan tanah, pendidikan yang mahal dan ketidak mampuaan menyediakan lapangan pekerjaan bagi Rakyat, hal ini semata-mata hanya untuk keuntungan yang berlipat dari para pemilik Modal. Tidak salah, jika May Day tahun ini, gaung perlawanan terhadap Imperialisme /penjajahan kaum modal dan antek-anteknya terdengar lebih keras dan lebih besar.

Ketidak percayaan klas buruh, kaum tani dan rakyat miskin terhadap semua partai politik dan elit politik pro modal juga nampak dalam aksi May Day kemarin, bahkan di Jakarta yang merupakan jantung kekuasaan Indonesia, teriakan “SBY-Kalla Boneka Amerika, SBY-kalla Rejim anti rakyat” “ Elit Politik, Gulingkan! Rakyat Berkuasa” membahana sepanjang jalan dari bunderan HI menuju Istana Negara.

Ketidakpercayaan terhadap kekuatan politik pro modal, bukan berangkat dari prasangka subyektif klas buruh, kaum tani dan rakyat miskin Indonesia, melainkan dari kenyataan obyektif di mana setiap hari, setiap detik, klas buruh, kaum tani dan rakyat miskin Indonesia merasakan dampak-dampak kebijakan negara yang dibuat oleh partai-partai tersebut yang semakin memiskinkan, merendahkan derajat kehidupannya.

Setelah sistem kontrak, outsourcing, upah murah, kenaikan harga kebutuhan pokok, penyrobotan tanah, Reforma Agraria palsu SBY, pendidikan yang mahal dan ketidak mampuaan menyediakan lapangan pekerjaan bagi Rakyat kini Pemerintahan SBY-Kalla bersama DPR (yang berisi semua kekuatan politik pro modal), berencana menaikan harga BBM sebagai solusi untuk mengatasi deifisit anggaran, seolah-olah tidak ada alternatif lain. Padahal masih sangat banyak jalan lain yang dapat di tempuh oleh pemerintah. Dan sudah bisa di pastikan yang akan mengalami dampak paling besar adalah klas buruh, kaum tani dan rakyat miskin Indonesia.

Perlawanan May Day telah menujukan, bahwa kesanggupan massa klas buruh, kaum tani dan rakyat miskin, untuk bergerak memperjuangkan kepentingannya, sudah tidak bisa lagi dianggap remeh, dianggap kecil, karena sekalipun may day bertepatan dengan hari libur nasional, sekalipun terjadi upaya memecah gerakan rakyat dengan memanfaatkan Elit-Elit pimpinan Serikat Buruh yang oppurtunis (seperti  mengadakan may day fiesta dan acara-acara sejenisnya), ataupun dengan larangan/ancaman untuk tidak melakukan aksi massa, namun tetap saja tidak mampu mencegah kehendak perubahan dari ratusan ribu massa buruh, tani dan rakyat miskin di seluruh Indonesia.

Dan dengan kehendak perubahan yang sama, dengan kesanggupan mobilisasi yang sama-bahkan makin besar dengan persatuan yang lebih kokoh, Klas buruh, kaum tani dan rakyat miskin Indonesia, akan melakukan perlawanan kembali, perlawanan terhadap rencana kenaikan harga BBM; Sebab sistem kerja kontrak, outsourcing, upah murah, kenaikan harga kebutuhan pokok, maupun rencana kenaikan BBM bersumber pada satu hal yang sama, yaitu pemerintahan SBY-Kalla dan kekuasaan politik di Indonesia mengabdikan dirinya pada kepentingan Modal, menyerahkan semua kekayaan alam pada Modal, menyerahkan Klas Buruh, kaum tani dan Rakyat Miskin pada Imperialis.

Oleh karena itu ABM dan FPR akan mengadakan mobilisasi massa di semua kota di seluruh Indonesia, bersama-sama dengan kaum buruh lainnya, kaum tani, kaum miskin kota, perempuan dan mahasiswa, dalam satu gerakan massa mengepung pusat-pusat kekuasaan untuk menolak rencana kenaikan harga BBM dan menuntut di turunkannya harga-harga kebutuhan pokok rakyat.

ABM dan FPR meyerukan kepada seluruh kekuatan klas Buruh, kekuatan kaum tani, kekuatan rakyat miskin, pemuda dan perempuan untuk melakukan aksi-aksi massa, melakukan rally-rally massa di kawasan-kawan Industri, di perkampungan-perkampungan, di kampus-kampus, dan bersama-sama bergerak mengepung pusat-pusat kekuasaan untuk menolak rencana kenaikan harga BBM, menuntut penurunkan harga, menaikan upah dan laksanakan Reforma agraria sejati.

Kebangkitan Nasional, adalah Kebangkitan Perlawanan Klas Buruh, kaum tani dan Rakyat Miskin melawan Rejim SBY-Kalla dan seluruh Kekuatan Politik Pendukung Modal. Hidup Klas Buruh, Hidup kaum tani, hidup Pemuda mahasiswa, Hidup perempuaan ! Hidup Persatuan Klas buruh dan kaum tani!

 
Jakarta, 09 Mei 2008

Aliansi Buruh Menggugat ( ABM )        
Anwar Sastro Ma’ruf

Front Perjuangan Rakyat (FPR)
Rudy HB. Daman

Advertisements

About fprindonesia

Front Perjuangan Rakyat (FPR) adalah aliansi organisasi-organisasi masyarakat sipil Indonesia yang pada awalnya dibentuk untuk merespon perayaan Hari Buruh se-Dunia 2008. FPR menyandarkan diri pada prinsip aliansi dasar klas buruh dan kaum tani sebagai komponen pokok perubahan sosial.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s