YLBHI: Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono Gagal Total

[Siaran Pers]–Kami menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang direncanakan oleh pemerintah akan terjadi pada bulan Juni 2008 mendatang. Kenaikan harga BBM tersebut akan membuat rakyat makin sengsara. Inilah bukti: pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) gagal mengemban amanat rakyat, membawa negara ini ke taraf yang lebih sejahtera. Sistem ekonomi di masa pemerintahan SBY adalah sistem ekonomi yang timpang, sementara sistem hukum dan politik, jauh dari keadilan.

Menaikkan harga BBM merupakan kebijakan yang tidak didasarkan pada prinsip kerakyatan dan keadilan yang sesungguhnya. Kenaikan harga BBM akan memicu kenaikan harga kebutuhan pokok, ongkos transportasi, dan sangat potensial menambah jumlah rakyat miskin dan angka pengangguran di Indonesia. Beban hidup akan semakin berat dirasakan oleh masyarakat kelas bawah akibat kenaikan harga BBM.

Bank Dunia mencatat, jumlah penduduk Indonesia yang berpenghasilan kurang dari US$ 2  atau sekitar Rp 19 ribu/hari (batas garis kemiskinan) sebanyak 60% dari jumlah seluruh penduduk. Sementara Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, sebanyak 31,7 juta jiwa di Indonesia hidup miskin saat ini. Jumlah orang miskin akan semakin bertambah jika Juni 2008 mendatang harga BBM dinaikkan. Di sisi lain, tercatat bahwa deposito dengan volume terkecil Rp 5 miliar, yang secara keseluruhan meliputi 95% deposito yang tersimpan di berbagai bank di Indonesia, hanya dimiliki oleh 14 ribu orang-orang kaya di Indonesia.

Menaikkan harga BBM merupakan bukti bahwa pemerintah gagal total mengelola sumber daya nasional. Selain itu, merupakan bukti bahwa pemerintah tidak kreatif mengelola potensi negara, tetapi malah menghancurleburkan bangunan sosial, ekonomi, dan politik negeri ini. Efisiensi tatakelola pemerintahan gagal dilakukan, terbukti dengan masih tingginya tingkat korupsi dan inefisiensi di lembaga-lembaga publik. Pemerintah juga gagal menggali sumber-sumber penerimaan baru untuk menaikkan penerimaan negara. Pendeknya, jargon pembangunan dan kesejahteraan yang didengung-dengungka n oleh pemerintah selama ini merupakan omong-kosong belaka.

Menaikkan harga BBM merupakan bukti bahwa SBY telah mengingkari janji dan program kesejahteraan yang dilontarkan selama kampanye pemilihan presiden tahun 2004.  Pada 2005, SBY menaikkan harga BBM sebesar 82%. Selama tahun 2007, SBY berjanji tak akan menaikkan harga BBM sampai tahun 2009. Namun, faktanya, Tim yang dibentuk untuk mengkaji kenaikan BBM pada Juni 2008 mendatang, memasang besaran 29% untuk kenaikan BBM tahun ini.

Sepanjang pemerintahan SBY, ternyata distribusi sumber daya ekonomi tidak merata. Tatakelola aset negara yang efisien dan produktif tak pernah ada. Sumber-sumber ekonomi yang vital dan hasilnya hanya dinikmati oleh segelintir orang kaya. Kami meminta pemerintah untuk transparan kepada publik, menghitung ulang semua aset yang dimiliki oleh negara ini, dan mengelola serta mendistribusikannya secara maksimal untuk masyarakat miskin.

Fakta bahwa 14 ribu orang memiliki deposito terkecil Rp 5 miliar di sejumlah bank, masuknya pejabat negara dalam daftar orang kaya dunia, dan sejenisnya merupakan bukti bahwa kekayaan negeri ini hanya terpusat di segelintir tangan, sementara rakyat banyak justru hidup dalam kesengsaraan.

Menaikkan harga BBM merupakan bukti bahwa pemerintah tunduk pada kepentingan modal, kapital, alih-alih membela kepentingan rakyat miskin. Kebijakan tersebut merupakan langkah satu-paket untuk membawa Indonesia ke arah liberalisasi ekonomi yang meminggirkan rakyat miskin. Faktanya, peniadaan subsidi BBM merupakan kelanjutan dari agenda Konsensus Washington, seperti dimaui oleh International Monetary Fund (IMF).  Menghilangkan subsidi BBM akan mendorong mekanisme pasar. Pasar yang akan menggilas orang miskin dan bermodal kecil. Yang mendapatkan untung adalah perusahaan-perusaha an multinasional yang menggurita di Indonesia dan potensial menjalin konsesi-konsesi dengan pejabat negeri ini.

Kami menolak segala wacana tentang jaring pengaman sosial (JPS), bantuan langsung tunai (BLT), smart card, dan sejenisnya. Sebab, semua itu bukanlah merupakan pokok persoalan, melainkan hanya sebagai dalih pemerintah untuk seolah-olah nan berpura-pura peduli kepada rakyat. Faktanya, penyaluran BLT, JPS, dan sejenisnya tidak tepat sasaran, dan rentan dihinggapi praktik korupsi di lapangan.

Kami berpendapat, negara, dalam hal ini pemerintahan SBY, telah gagal total menjamin pemenuhan atas hak-hak dasar rakyat, hak-hak ekonomi, sosial, dan budaya. Pemerintah telah secara langsung maupun tidak langsung melanggar prinsip-prinsip hak-hak asasi manusia dengan secara terang-terangan mengabaikan kewajiban untuk menjamin, memenuhi, dan mendorong hak-hak asasi manusia.

Pemerintahan SBY telah gagal total dalam banyak hal. Karenanya, menambah kegagalan mengelola negara dengan menaikkan harga BBM merupakan suatu hal yang sangat memalukan.

Jakarta, 16 Mei 2008
Badan Pengurus Yayasan LBH Indonesia

Patra M. Zen
Ketua

Agustinus Edy Kristianto
Direktur Publikasi dan Pendidikan Publik

About fprindonesia

Front Perjuangan Rakyat (FPR) adalah aliansi organisasi-organisasi masyarakat sipil Indonesia yang pada awalnya dibentuk untuk merespon perayaan Hari Buruh se-Dunia 2008. FPR menyandarkan diri pada prinsip aliansi dasar klas buruh dan kaum tani sebagai komponen pokok perubahan sosial.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to YLBHI: Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono Gagal Total

  1. abdulhaqalexandrov says:

    hei mas………..

    antum ga ga pernah menduduki kursi di pemerintahan, jadi ga bisa nge judge pemerintah melakukan hal itu semata – mata bukan karena kepentingan rakyat. silahkan bijaklah memberikan kritik, karena toh antum blum pernah merasakan susahnya jadi pemerintah yang pngen berorientasi kerakyatan. terlalu kompleks.

    mendingan sekarang bantulah pemerintah untuk mensukseskan wajar 9 tahun, seperti yang dilakukan Yayasan Gapura, sehingga lebih relevan dan berorientas jauh ke dpn. kalo cuma ngomong doank mana bisa bikin perubahan…….. (eh, ini anak kecil yang ngomong di salah satu iklan sabun loh…)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s