Tuduhan BIN Menuai Tudingan

FPR, JAKARTA – Pernyataan Kepala BIN Samsir Siregar yang menuding ada mantan menteri yang mendalangi aksi-aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM terus menuai kritik. Kritik tidak hanya berasal dari kalangan DPR-RI, melainkan juga dari akademisi dan intelektual.

Selain telah membocorkan rahasia negara dan tidak peka dengan keadaan masyarakat, pernyataan BIN juga menunjukkan kebingungan pemerintah dalam menjelaskan kenaikan harga BBM.

Yusron Ihza Mahendra dan Andreas Hugo Pariera, keduanya anggota Komisi I DPR-RI, sama-sama mengecam pernyataan ketua BIN Samsir Siregar. Menurut Yusron, informasi dari BIN sebenarnya merupakan rahasia negara dan bukan untuk kepentingan orang per-orang yang duduk di pemerintahan. “Jangan remehkan demo-demo yang dilakukan mahasiswa dan jangan menggunakan cara-cara Orde Baru” kata Andreas Hugo Pariera.

Selain dari anggota Komisi I DPR-RI, kritik juga datang dari Fraksi PDI-P DPR-RI dengan nada yang hampir sama.

Selain anggota DPR-RI, kritik terhadap BIN juga muncul dari pengamat politik Cornelis Lay. Menurutnya, pernyataan kepala BIN menunjukkan bahwa pemerintah mulai bingung menjelaskan kebijakannya mengenai rencana kenaikan harga bahan-bakar minyak.

“Cara termudah keluar dari kebingungan ini adalah mengeluarkan isu konspirasi atau kambing hitam, seperti dengan pernyataan adanya mantan menteri yang menunggangi gelombang demonstrasi. Ini cara-cara yang dulu dilakukan Orde Baru,” jelas Cornelis (Kompas, 17/5).

Sebelumnya, Syamsir menyebut sejumlah aksi unjuk rasa menolak rencana kenaikan bahan bakar minyak bersubsidi maksimal 30 persen ditunggangi mantan menteri. “O, jelas. Kalian sudah tahu itu (soal unjuk rasa yang ditunggangi). Tak usah bertanyalah. Ada mantan menteri, ada yang lainnya,” ujar Syamsir (14/5) kepada wartawan.

Sudah jelas, maksud dari tudingan ini adalah upaya BIN untuk mengecilkan gerakan masyarakat yang menolak kenaikan harga BBM. Melalui pernyataan itu, BIN membangun kesan bahwasanya protes tersebut sesungguhnya berasal dari segelintir elit politik yang tidak puas pada pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

Padahal, yang sebenarnya tidaklah demikian. Protes rakyat dari berbagai penjuru tanah air menunjukkan bahwa rencana kenaikan BBM pada tahun ini sudah tidak bisa diterima oleh rakyat.***

About fprindonesia

Front Perjuangan Rakyat (FPR) adalah aliansi organisasi-organisasi masyarakat sipil Indonesia yang pada awalnya dibentuk untuk merespon perayaan Hari Buruh se-Dunia 2008. FPR menyandarkan diri pada prinsip aliansi dasar klas buruh dan kaum tani sebagai komponen pokok perubahan sosial.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Tuduhan BIN Menuai Tudingan

  1. Pingback: Tuduhan BIN Menuai Tudingan » Yess!! I am PrabuMahaAnu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s