Perlawanan Rakyat Menolak Kenaikan Harga BBM Bergelora di Penjuru Negeri

Kebijakan pemerintah untuk menaikan harga BBM telah terbukti tidak populis, bahkan secara kongkret rencana pemerintah ini justru telah membawa rakyat dalam kondisi yang lebih sulit, penghidupan kian berat, serta memicu munculnya berbagai problem social rakyat lainnya. Bahkan sekalipun rejim SBY–Kalla mengeluarakan kebijakan BLT (Bantuan langsung tunai) Rp 100.000 perbulan, tidak serta merta membuat rakyat terdiam, belajar dari pengalaman bahwa BLT tidak lebih dari upaya pemerintah untuk menipu rakyat supaya tidak ada gelombang protes serta mengadu domba rakyat agar tidak bersatu.

Gelombang protes dengan menggelar aksi massa terjadi begitu luas bukan hanya di Jakarta, bahkan sampai daerah dan desa, rakyat menggelar aksi massa menolak dengan tegas rencana kenaikan harga BBM oleh pemerintah. Ironisnya protes dan aksi demi kepentingan rakyat tersebut justru di tanggapi oleh rejim SBY–Kalla lewat aparatnya dengan kekerasan, bahkan lewat tembakan untuk membubarkan aksi massa tersebut.

Di Malang aksi massa yang di lakukan oleh FPRM (Forum Perjuangan Rakyat Malang) berlangsung ricuh, ratusan massa aksi yang terdiri dari Buruh, Tani, Mahasiswa dan elemen lainnya, harus berhadapan dengan tindak kekerasan yang dilakukan oleh aparat kepolisian,akibatnya puluhan massa aksi terluka akibat pukulan dan tendangan dari aparat, bahkan ada 3 (tiga) orang bernama kholil, Ivan dan Caping. Selain di tangkap oleh aparat kepolisian, mereka juga dipukuli oleh aparat kepolisian kota Malang.

Tindakan kekerasan melalui pemukulan juga terjadi di banyak daerah, selain Malang, kekerasan oleh aparat kepolisian terjadi di kota Bogor, Palu, Makassar serta ternate. Bahkan di Jakarta, selain pemukulan aparat juga melakukan penembakan dengan peluru karet untuk menghadapi massa aksi.

Hal ini menimpa salah satu mahasiswa dari Universitas Indonesia, fakultas ISIP angkatan 2007 bernama Budi Dharma. Ketika BEM UI melakukan aksi di depan DPR-RI. Kenyataan ini semakin menambah deretan panjang prilaku fasis pemerintahan SBY-Kalla. Di saat rakyat sedang menumpahkan amarahnya terhadap rencana kenaikan harga BBM, justru pemerintahan SBY-Kalla menjawab dengan tindakan represi. Prilaku yang mengarah fasis dari pemerintahan tersebut semakin meyakinkan rakyat bahwa SBY-Kalla Anti-Rakyat.

Atas dasar kenyataan diatas, Kami dari FPR (Front Perjuangan Rakyat) menyatak sikap dan pandangan kami. Bahwa FPR, mengutuk dan mengecam berbagai tindakan kekerasan dan penembakan dari aparat kepolisian, serta menghentikan Kekerasan dalam bentuk apapun oleh aparat kepolisian. FPR juga menuntut pihak kepolisian Republik Indonesia untuk bertanggung jawab terhadap berbagai kekerasan yang terjadi.

FPR juga menyerukan kepada kepada seluruh elemen gerakan demokratis Indonesia serta seluruh rakyat Indonesia untuk semakin memperhebat perlawanan terhadap rejim anti rakyat, kepala batu SBY–Kalla, memperbesar barisan, menggelorakan aksi massa untuk terus membelejeti rejim SBY–Kalla.

Demikian Pandangan dan Sikap Front Perjuangan Rakyat, Atas meluasnya aksi perlawanan terhadap pemerintahan SBY-Kalla!!

Advertisements

About fprindonesia

Front Perjuangan Rakyat (FPR) adalah aliansi organisasi-organisasi masyarakat sipil Indonesia yang pada awalnya dibentuk untuk merespon perayaan Hari Buruh se-Dunia 2008. FPR menyandarkan diri pada prinsip aliansi dasar klas buruh dan kaum tani sebagai komponen pokok perubahan sosial.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s