Politik Dusta yang Tidak Terhingga!

JAKARTA, FPR. Sebelumnya, SBY-JK sebenarnya berjanji tidak akan menaikkan harga BBM hingga 2009. Namun gara-gara harga minyak mentah dunia meroket hingga mencapai 120 dollar AS per barrel (kini menembus angka 130 dollar AS per barrel), kenaikkan ini dikatakan tidak terhindarkan. Kenaikan ini berkali-kali dikatakan telah menyedot APBN 2008. “Sekitar 25 persen dana APBN terkuras untuk subsidi BBM,” demikian tegas Menteri Sri Mulyani.

Janji yang diingkari SBY-JK ini tak pelak memancing protes dari masyarakat. Seperti dikemukakan Khalisah Khalid dari Sarekat Hijau Indonesia (SHI) dalam aksi FPR, Rabu (21/5), sikap ini menunjukkan bahwa yang hendak diselamatkan SBY bukanlah rakyat melainkan APBN. “Ini artinya, yang hendak diamankan oleh SBY-JK adalah keselamatan kekuasaannya sendiri, bukan rakyat!”

Sinyalemen Khalisah Khalid tidak tertampik oleh kenyataan. Pada saat ini, kenaikan harga BBM dunia sesungguhnya menguntungkan Indonesia. Penurunan produksi minyak yang kerap digembar-gemborkan SBY-JK, sesungguhnya tertutupi oleh tingginya harga minyak dunia.

Pernyataan Staf Khusus Menteri ESDM, Rahmat Sudibyo, Rabu (21/5) dalam diskusi peningkatan produksi migas yang diselenggarakan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) membenarkan sinyalemen tersebut. “Penurunan produksi minyak tertutupi harga minyak yang sedang tinggi, sehingga sektor migas masih tetap jadi andalan penerimaan APBN,” jelas Rahmat Sudibyo. Ia mengatakan sumbangan sektor migas mencapai sekitar Rp 200 triliun atau 20-30 persen dari seluruh penerimaan APBN. (Sinar Harapan, 22/5)

Hal senada dikemukakan Wakil Dirut Pertamina (Persero) Iin Arifin Takhyan. Menurutnya, Indonesia masih diuntungkan dengan kenaikan harga minyak. “Secara nasional, Indonesia masih diuntungkan oleh kenaikan harga minyak,” jelasnya. Menurut Iin, hasil minyak harus dibagi ke daerah dan dialokasikan untuk subsidi, karenanya pendapatan APBN dari migas menjadi tekor. (Sinar Harapan, 22/5)

Sayangnya, Iin tidak berani menyebutkan adanya kontrak bagi hasil dengan perusahaan-perusahaan minyak raksasa, seperti ExxonMobil, Chevron, British Petroloem, Total, yang beroperasi di Indonesia yang sebenarnya memperoleh bagian terbesar dari pengeboran minyak di Indonesia.

Rendahnya produksi migas nasional diketahui sebagai akibat dari adanya aksi penimbunan dari perusahaan-perusahaan pemegang konsesi pengeboran migas yang beroperasi di Indonesia. Hal ini dijelaskan oleh Dirjen Minyak dan Gas Bumi Departemen Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM), Luluk Sumiarso.

“Produksi minyak dari 22 kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) migas sampai 11 April 2008 belum mencapai target yang ditetapkan. Mereka harus menggenjot produksinya agar mencapai target yang ditetapkan,” ujar Luluk Sumiarso (Seputar Indonesia, 22 Mei 2008).

Ke-22 KKKS yang belum mencapai produksinya antara lain PT Pertamina (persero) yang baru mencapai 89 persen, Total E&P yang baru mencapai 99 persen, Medco E&P yang baru mencapai 98 persen, BOB PN-PT BSP yang baru 89,19 persen, BP West Java 97 persen, dan ConocoPhillips 97,71 persen.

Hal ini sungguh tidak masuk akal ketika rejim SBY-JK sesungguhnya telah memberi berbagai kemudahan, seperti memberikan tax holiday dan cost recovery yang sangat besar untuk menopang operasional perusahaan-perusahaan tersebut. Perlu kita tegaskan, tindakan perusahaan-perusahaan tersebut sama saja dengan melakukan penimbunan migas dalam skala besar yang jelas-jelas merugikan rakyat Indonesia.***

About fprindonesia

Front Perjuangan Rakyat (FPR) adalah aliansi organisasi-organisasi masyarakat sipil Indonesia yang pada awalnya dibentuk untuk merespon perayaan Hari Buruh se-Dunia 2008. FPR menyandarkan diri pada prinsip aliansi dasar klas buruh dan kaum tani sebagai komponen pokok perubahan sosial.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s