Tolak Kenaikan BBM; 29 Aktivis FPR ditangkap Polda Metro Jaya

JAKARTA, FPR (24/5)–SBY-JK mulai bertindak represif, demo menolak keputusan kenaikan harga BBM di depan istana, berbuah penangkapan 29 aktivis FPR. Rakyat tidak akan mundur, tolak kenaikan harga BBM! Turunkan Harga Kebutuhan Pokok! Naikkan Upah! Jalankan Reforma Agraria!

Keputusan pemerintah menaikkan harga BBM telah mendapatkan penolakan dari rakyat. Alasan penolakan itu sangat jelas, kenaikan harga BBM akan memicu naiknya harga berbagai kebutuhan pokok akibat naiknya biaya transportasi. Tidak hanya itu, kenaikan harga BBM juga akan memicu terjadinya PHK, meningkatkan pengangguran, dan pada akhirnya menyebabkan pemiskinan pada rakyat yang tengah sengsara.

Keputusan kenaikan harga BBM pun dilakukan tanpa adanya konsultasi dengan rakyat, baik secara langsung maupun melalui mekanisme DPR. Pemerintah tidak berusaha mendengarkan aspirasi rakyat, malah berbalik menuduh gerakan menolak kenaikan BBM yang merebak di berbagai kota di Indonesia, telah ditunggangi oleh tokoh-tokoh politik nasional. Singkatnya, keputusan menaikkan harga BBM dilakukan secara tidak demokratis oleh pemerintah.

Salah-satu aksi penolakan yang muncul pada saat pengumuman kenaikan harga BBM dilakukan oleh Front Perjuangan Rakyat (FPR). Sekitar 29 aktivis (sebelumnya diberitakan 26 aktivis) FPR dengan menggelar aksi piket di Bilangan Salemba sejak pukul 09.00. Satu orang aktivis FPR, atas nama M. Burhanudin diamankan pihak kepolisian. Hingga berita ini disusun, Burhanudin masih berada di dalam tahanan polisi.

FPR melanjutkan aksi dengan menggelar piket di depan Istana Negara. Aksi ini ditujukan untuk menyampaikan aspirasi penolakan terhadap keputusan kenaikan harga BBM secara damai namun disikapi berlebihan oleh pihak kepolisian. Tercatat, 26 aktivis FPR diamankan polisi dan diangkut ke Mapolda Metro Jaya.

Penangkapan ini jelas memiliki maksud politik, untuk mengalihkan isu dari masalah penolakan rakyat atas kenaikan harga BBM ke isu-isu lain, seperti isu keamanan. Penangkapan ini juga semakin memperjelas karakter politik SBY-Kalla sebagai rejim anti-rakyat yang membungkam kritik dengan cara-cara represif.

Atas kejadian penangkapan ini, Front Perjuangan Rakyat (FPR) menuntut pemerintah;

1. BEBASKAN SELURUH ANGGOTA FRONT PERJUANGAN RAKYAT (FPR) YANG TENGAH DITANGKAP!
2. MENOLAK KENAIKAN HARGA BBM!
3. MENUNTUT DITURUNKANNYA SELURUH HARGA KEBUTUHAN POKOK!
4. MENUNTUT KENAIKAN UPAH BURUH INDUSTRI DAN BURUH TANI!
5. MENUNTUT PELAKSANAAN REFORMA AGRARIA SEJATI!

Demikian.

FRONT PERJUANGAN RAKYAT

RUDI HB DAMAN
Koordinator FPR
Kontak: 081808974078

About fprindonesia

Front Perjuangan Rakyat (FPR) adalah aliansi organisasi-organisasi masyarakat sipil Indonesia yang pada awalnya dibentuk untuk merespon perayaan Hari Buruh se-Dunia 2008. FPR menyandarkan diri pada prinsip aliansi dasar klas buruh dan kaum tani sebagai komponen pokok perubahan sosial.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s