BBM Naik; Nasib Sopir Lebih Baik?

“Tolong yang marah-marah itu dibilangin, lebih enak begini (BBM naik dan BLT dibagikan) daripada BBM murah!” ujar Wakil Presiden Jusuf Kalla saat memeriksa pembagian BLT di Kantor Pos Sumur Batu, Jakarta, Sabtu (24/5) lalu. Lebih enak? Enak dari Baghdad!

Bila memang kenaikan BBM lebih enak, tentunya tidak akan pemogokan sopir angkot sebagaimana yang terjadi di Makassar. Para sopir beserta kondekturnya akan bisa bekerja dengan tenang. Tanpa harus diteror naiknya harga bensin dan solar, serta naiknya minyak tanah dan berbagai kebutuhan rumahnya.

Demikian pula dengan sopir-sopir mikrolet dan metromini di Jakarta. Mereka terpaksa menaikkan ongkos meski tarif resmi masih belum diberlakukan. Kalaupun terpaksa menaikkan harga, jumlah kenaikannya pun tidak bisa semena-mena. “Sekarang sudah ada busway bang, cari penumpang susah, kalau ongkos naiknya tinggi, penumpang bisa-bisa nggak mau naik mikrolet,” ujar Sitorus, sopir Mikrolet 01.

Barangkali, keluhan Sitorus dirasakan pula oleh sopir-sopir mikrolet 01 yang melayani jalur Senen-Kampung Melayu. Sebelum kenaikan kali ini, pendapatan mereka sudah merosot drastis gara-gara penumpang lebih memilih menggunakan busway. Apalagi sekarang, ketika BBM sudah dinaikkan. Jalan-jalan di Jakarta langsung lengang, penumpang pun semakin berkurang.

“Tiap hari saya bolak-balik Mampang mau ke Salemba, daripada naik kopaja yang harus putus-putus, lebih baik naik busway. Meski putus-putus, tapi bayarnya cuma sekali,” ujar Iwan, seorang warga Mampang Prapatan XIII yang bekerja sebagai penjaga toko di kawasan Kenari Jaya.

Benar, Iwan memang hanya tinggal naik busway dari halte Durentiga, kemudian transit di Halimun dan Matraman, lantas meluncur langsung ke Salemba. Semuanya hanya sekali bayar, Rp 3.500,- bila dia menggunakan kopaja, sedikitnya dia harus mengeluarkan uang sebesar Rp 5000, untuk sampai ke Salemba. Itupun bila kondekturnya menerapkan ongkos Rp 2.500, kalau dimintanya sampai Rp 3.000, berarti dia harus merogoh uang sampai Rp 6.000.

Masalahnya, berpindahnya calon penumpang dari angkutan biasa ke busway masih belum diimbangi dengan perbaikan kinerja BLU Transjakarta. Penumpukkan penumpang di halte-halte masih sering terjadi. Frekuensi kedatangan busway pun masih belum bisa ditentukan, padahal sebagian jalur busway sudah dibersihkan dari kendaraan-kendaraan lain.

“Kadang kesel juga kalau nunggunya lama, kalau sampai tarif busway juga dinaikkan, ga tau deh, yang pasti kita makin susah,” jelas Iwan yang hanya mengantongi upah Rp 500 ribu per bulan.

Jelas, sopir dan kondektur sebagai pekerja transportasi adalah pihak yang paling dirugikan oleh kenaikan harga BBM. Mereka harus merogoh uang lebih besar untuk bahan bakar. Padahal penghasilan mereka sudah banyak berkurang. Bila BBM naik, kadang setoran juga naik, belanja rumah tangga pun ikut-ikutan naik. Akibatnya, ongkos harus juga dinaikkan. Kalau sudah begini, penumpang juga terkena dampaknya.

“Buat sopir-sopir mikrolet seperti saya, BBM naik yang nggak enak. Kecuali kalau saya jadi sopirnya Jusuf Kalla. Pas BBM naik kayak gini, gaji saya bisa jadi ikut-ikutan naik,” ujar Sitorus. Lho kok? “Ah, masa abang ga paham….” Sitorus sambil tergelak.***

About fprindonesia

Front Perjuangan Rakyat (FPR) adalah aliansi organisasi-organisasi masyarakat sipil Indonesia yang pada awalnya dibentuk untuk merespon perayaan Hari Buruh se-Dunia 2008. FPR menyandarkan diri pada prinsip aliansi dasar klas buruh dan kaum tani sebagai komponen pokok perubahan sosial.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to BBM Naik; Nasib Sopir Lebih Baik?

  1. advokatku says:

    maksudnya jusuf KALLA itu adalah lebih enak karena dengan demikian rakyat miskin bisa mati sekaligus dalam jumlah yang banyak pada saat ngantri pembagian uang BLT .. khan lumayan ngurangi jumlah penduduk 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s