Solidaritas untuk ASKUM Lombok

Bebaskan 2 Sopir Angkutan Umum ASKUM Lombok!  Berikan Subsidi Bagi Transportasi Angkutan Umum!
Batalkan Kenaikan Harga BBM !

Salam Demokrasi!

Kenaikan Harga BBM telah membuat gejolak dan keresahan yang semakin menjadi-jadi di tengah himpitan kehidupan ekonomi yang semakin akut. Itu pula yang dialami oleh Sopir angkutan Umum di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Belum lama ini (29/5) 2 (dua) orang anggota Asosiasi Sopir Angkuta Umum (ASKUM) Lombok ditahan Polres Lombok Timur sebagai buntut dari aksi sopir angkutan umum mendesak pemerintah dan dinas perhubungan setempat untuk memberikan subsidi BBM dan suku cadang bagi transportasi angkutan umum, penyesuaian tariff angkutan umum dan masalah trayek bis.

Aksi sopir angkutan umum yang terabung dalam ASKUM Lombok ini juga sejak awal menuntut penolakan kenaikan harga BBM sebelum harga BBM dinaikkan pada 24 Mei 2008, karena kenaikan harga BBM bisa membawa beban yang lebih berat bagi sopir angkutan umum. Bahkan setelah harga BBM dinaikkan, tidak ada upaya lebih konkret dari pemerintah SBY-JK hingga pemerintah NTB menyangkut tuntutan sopir angkutan umum, karena jika harga dinaikkan semena-mena bisa berdampak pada sepinnya pemina angkutan umum, sementara beban seperti setoran dan onderdil semakin meningkat.

Penangkapan yang terjadi terhadap 2 (dua) sopir angkutan umum yang terlibat dalam aksi ASKUM yang dituding melakukan perusakan atas bis angkutan AKDP non ekonomis sesungguhnya adalah upaya pemerintah setempat untuk meredam perjuangan massa sopir angkutan umum di Lombok.

Jika kita melihat lebih jauh kenapa gejolak di kalangan Sopir angkutan umum saat ini meluas, tidak lain karena ulah pemerintah SBY-Kalla sendiri yang menetapkan kenaikan harga BBM dengan dalih mahalnya harga minyak dunia. Toh saat ini pun ketika harga minyak dunia berada di bawah level 125 dollar AS/barrel, pemerintah pun tidak ada niat menurunkan harga BBM. Sehingga sekali lagi, dalih dengan alasan kenaikan harga BBM dunia hanya bualan politik rejim SBY-Kalla yang tujuannya sesungguhnya untuk melayani kepentigan kaum imperialis dan antek-anteknya di dalam negeri yang memonopoli sumber-sumber migas di Indonesia.

Berdasarkan hal tersebut, Front Perjuangan Rakyat (FPR) menyatakan sikap :

1. Menuntut Pembebasan 2 (dua) Sopir Angkutan Umum ASKUM Lombok yang ditahan Polres Lombok Timur

2. Berikan Subsidi Bagi Transportasi Kendaraan Umum

3. Batalkan Kenaikan Harga BBM

4. Turunkan Harga Barang Kebutuhan Pokok Rakyat

Demikian Pernyataan sikap ini kami buat. Perkuat Persatuan Buruh dan Tani Beserta Rakyat Tertindas Indonesia Lainnya, Melawan Rejim Anti Rakyat SBY-Kalla. Maju Terus Perjuangan Massa Rakyat Indonesia Melawan Imperialisme, Feodalisme dan Kapitlaisme Birokrat!

Jakarta, 6 Juni 2008
Front Perjuangan Rakyat (FPR)

About fprindonesia

Front Perjuangan Rakyat (FPR) adalah aliansi organisasi-organisasi masyarakat sipil Indonesia yang pada awalnya dibentuk untuk merespon perayaan Hari Buruh se-Dunia 2008. FPR menyandarkan diri pada prinsip aliansi dasar klas buruh dan kaum tani sebagai komponen pokok perubahan sosial.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s