Bebaskan 27 anggota FMN yang ditangkap Poltabes Yogyakarta

SBY-KALLA semakin menunjukkan wataknya yang anti-Rakyat dan Anti-Demokrasi dalam peringatan Hari Kemerdekaan RI

Tindakan sewenang-wenang aparat kepolisian kembali lagi terulang. Kali ini sebanyak 14 orang anggota Front Mahasiswa Nasional (FMN) di tangkap oleh aparat kepolisian. Penangkapan terjadi ketika sebanyak 17 orang anggota Front Mahasiswa Nasional menggelar aksi Protes di Alun-alun Utara Jogjakarta, disaat berlangsungnya puncak peringatan proklamasi kemerdekaan RI. Ketika baru 15 menit melakukan orasi, aparat kepolisian membubarkan massa aksi. Dan ketika melakukan negosiasi, aparat kepolisian malah melakukan pemukulan dan penangkapan kepada 14 orang massa aksi yang kemudian diamankan di Poltabes yogyakarta.

Demikian 14 nama-nama peserta aksi yang ditangkap:
1. Ana Fanella
2. Yosi
3. Nur
4. Rini
5. Dayat
6. Dina
7. Umbu
8. Wiwin (Dipukul pada perut)
9. Amore
10. Yugo
11. Rizaul
12. Papang
13. Langgeng
14. Reza

Dalam peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI ke-63 kali ini, Front Mahasiswa Nasional cabang Jogjakarta menyampaikan tuntutan, diantaranya Batalkan kenaikan harga BBM, Turunkan Harga Kebutuhan bahan Pokok, Jaminan pendidikan Gratis, Jalankan Land Reform sejati, Hentikan Perempasan tanah, kekerasan, dan penangkapan terhadap kaum tani, serta Stop PHK dan berikan upah layak bagi buruh.

Tidak berselang pukul 13.40 WIB, anggota FMN kembali melancarkan aksi protes kembali. 17 anggota FMN menuntut agar 14 anggota yang ditangkap polisi segera dibebaskan. Kali ini aksi berlasung di depan gedung agung yogyakarta. namun selang 25 menit aksi dibuka, aparat kepolisian yang lebih dari 2 truck kembali mengganggu massa. Massa aksi tetap bertahan dalam barisan. Semakin semangatnya massa justru dibalas dengan tindakan brutal aparat kepolisian dengan melakukan pemukulan, menendang dan kemudian menangkap massa aksi. 13 massa aksi kembali ditangkap, ditengah 14 orang anggota FMN yang belum dibebaskan oleh Poltabes Yogyakarta.

Demikian 13 nama yang ditangkap kedua kalinya oleh poltabes yogyakarta:
1. elsa
2. angga
3. ivan
4. hoho
5. afif
6. abdi
7. ardhi
8. Robert
9. Isto
10. Bekti
11. Iyan
12. Adi
13. Wawan

Kenyataan ini semakin menunjukkan bahwa pemerintahan SBY-KALLA melalui aparatus kekerasanya anti-demokrasi. Aksi protes yang sesungguhnya merupakan aspirasi dan kehendak rakyat atas kesejahteraanya kembali harus berhadapan dengan kekerasan dan penangkapan. Ini bukan kali pertama pemerintahan ini membungkam aksi protes, namun ini adalah tindakan yang tak terhitung yang dilakuakan oleh pemerintahan ini. Pemerintahan SBY-KALLA semakin membuka bopengnya dalam peringatan hari Kemerdekaan ini, bahwa SBY-KALLA adalah rejim yang anti-Rakyat.

Sampai berita ini diturunkan, 14 massa aksi yang ditangkap pertama sudah selesai diperiksa, sedangkan 13 orang yang lain sedang menjalani pemeriksaan oleh aparat kepolisian Poltabes DIY. Pihak kepolisian baru akan membebaskan mereka setelah upacara penurunan bendera peringatan HUT RI ke-63 selesai dilakukan, karena pihak kepolisian mengantisipasi aksi lanjutan.
Berdasarkan kesadaran dan kenyataan diatas, kami dari Pimpinan Pusat Front Mahasiswa Nasional (PP FMN) menyatakan sikap :
Bebaskan 14 orang massa aksi yang ditangkap oleh aparat kepolisian tanpa syarat sekarang juga.
Hentikan kekerasan dan penangkapan terhadap aksi-aksi rakyat.
Batalkan Kenaikan BBM dan turunkan harga kebutuhan pokok
Jalankan Land-reform sejati.
Stop PHK dan berikan Upah layak bagi buruh.
Berikan jaminan pendidikan Gratis.

Dan kami menyerukan kepada seluruh gerakan rakyat untuk bersatu dan semakin meningkatkan perjuangan massa di wilayah kerja masing-masing.

Jakarta, 17 Agustus 2008

PIMPINAN PUSAT
FRONT MAHASISWA NASIONAL

Sekretaris Jenderal
Nur shohib Anshory

Advertisements

About fprindonesia

Front Perjuangan Rakyat (FPR) adalah aliansi organisasi-organisasi masyarakat sipil Indonesia yang pada awalnya dibentuk untuk merespon perayaan Hari Buruh se-Dunia 2008. FPR menyandarkan diri pada prinsip aliansi dasar klas buruh dan kaum tani sebagai komponen pokok perubahan sosial.
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s