52,1 Juta Pekerja Miskin

Nilai Upah Riil Stagnan Sejak Tahun 2003

Kamis, 21 Agustus 2008 | 03:00 WIB

Jakarta, Kompas – Tren positif pertumbuhan perekonomian Indonesia yang terjadi sejak tahun 2006 sampai sekarang ternyata belum dinikmati pekerja. Sedikitnya 52,1 juta pekerja masih menerima upah kurang dari 2 dollar AS per hari. Upah sekitar Rp 18.500 sehari itu membuat pekerja hidup dalam kemiskinan.

Artinya, satu dari dua orang yang bekerja menerima upah 2 dollar AS per hari. Mereka terpaksa bertahan dengan pekerjaan karena tak punya pilihan lain. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, saat ini ada 102,05 juta orang yang bekerja.

Demikian laporan ketenagakerjaan Organisasi Buruh Internasional (International Labour Organization/ILO) berjudul Tren Ketenagakerjaan dan Sosial di Indonesia 2008 yang diluncurkan di Jakarta, Rabu (20/8).

Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan tahun 2002. Ketika itu, sebanyak 52,8 juta pekerja bergaji di bawah 2 dollar AS per hari.

Menurut ekonom ILO Jakarta, Kee Beom Kim, hal ini bisa diatasi dengan pertumbuhan produktivitas pekerja. Secara umum, produktivitas pekerja Indonesia tumbuh sebesar 30,2 persen sejak tahun 2000 sampai 2007.

Produktivitas pekerja naik rata-rata 4,3 persen per tahun dengan tingkat kenaikan tertinggi terjadi di sektor jasa, yaitu 4,7 persen. ”Kenaikan produktivitas akan menghasilkan upah yang lebih tinggi,” ujar Kim.

Saat ini, upah pekerja sebenarnya sudah naik dua kali lipat dibandingkan tahun 2000. Akan tetapi, nilai upah riil relatif stagnan sejak tahun 2003. Upah riil rata-rata sektor informal tahun 2007 hanya 55 persen dari upah sektor formal.

Penelitian ini sejalan dengan survei Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI) tentang indeks daya beli pekerja (IDBP) dan indeks persepsi pekerja (IPP) terhadap 920 responden dari 1.000 pekerja di empat kota. Survei yang diumumkan setiap triwulan tersebut menunjukkan daya beli pekerja semakin melemah akibat degradasi upah riil.

Direktur Departemen Analisis Pasar Kerja dan Ekonomi ILO Duncan Campbel menambahkan, situasi ketenagakerjaan di Indonesia tidak lazim. Pertumbuhan perekonomian ternyata belum diimbangi penyerapan tenaga kerja. Campbel menyarankan agar pemerintah fokus mengembangkan sektor usaha kecil menengah untuk lebih meningkatkan penyerapan tenaga kerja.

Secara terpisah, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno mengatakan, pemerintah telah meluncurkan program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) dan kredit usaha rakyat (KUR) untuk menggenjot sektor informal. (HAM)

About fprindonesia

Front Perjuangan Rakyat (FPR) adalah aliansi organisasi-organisasi masyarakat sipil Indonesia yang pada awalnya dibentuk untuk merespon perayaan Hari Buruh se-Dunia 2008. FPR menyandarkan diri pada prinsip aliansi dasar klas buruh dan kaum tani sebagai komponen pokok perubahan sosial.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s