Demo Menolak Kekerasan Terhadap Petani

Berikut ini adalah liputan aksi AGRA/FPR pada tanggal 14 Agustus 2008 di depan Mabes POLRI Jakarta.

Kamis, 14 Agustus 2008, 17.13 WIB

Sejumlah massa yang tergabung Front Perjuangan Rakyat (FPR) melakukan aksi unjuk rasa menolak perampasan tanah dan kekerasan terhadap Kaum Tani Indonesia di depan Gedung Mabes Polri dan Kadiv Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (14/8).

Dalam aksinya, massa juga menuntut agar pemerintah segera menghapus sistem kerja kontrak, outsourcing, upah murah serta PHK yang saat ini menjadi ancaman paling serius yang dialami oleh buruh Indonesia. Selain itu, massa menyerukan agar kasus-kasus konflik agraria yang belakangan ini marak terjadi antara kaum tani dengan pihak perkebunan (baik pemerintah maupun swasta), perhutani, pertambangan serta pihak militer segera dituntaskan. Berdasarkan data Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA), telah terjadi sekurang-kurangnya 12 kasus konflik agraria dalam skala besar di Indonesia seperti yang terjadi di Banyuwangi, Malang, Bojonegoro, Wonosobo, Banyumas, Jogjakarta, Garut, Bogor, Sumatera Utara serta Kalimantan Barat selama periode Januari – Juli 2008.

Dari sejumlah wilayah tersebut, setidaknya telah terjadi tindak kekerasan terhadap sekitar 62 kaum tani dalam bentuk pemanggilan, pemidanaan, pemenjaraan serta bermacam bentuk teror lainnya.

| Reporter/Kamerawan:Wahyu | Penulis:Seto | Editor Video:Ganda | VO : Maya l

Footage aksi AGRA/FPR bisa dilihat disini

Advertisements

About fprindonesia

Front Perjuangan Rakyat (FPR) adalah aliansi organisasi-organisasi masyarakat sipil Indonesia yang pada awalnya dibentuk untuk merespon perayaan Hari Buruh se-Dunia 2008. FPR menyandarkan diri pada prinsip aliansi dasar klas buruh dan kaum tani sebagai komponen pokok perubahan sosial.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Demo Menolak Kekerasan Terhadap Petani

  1. Taufik Hidayat Nst says:

    Tanah adalah alat produksi utama bagi petani. tanpa tanah mereka tidak akan bisa mencukupi segala kebutuhannya.jika tanah sudah tidak bisa kita miliki, dan kekerasan, ancaman, dan kriminalisasi selalu ditujukan pada kaum tani, maka sudah waktunya KAUM TANI INDONESIA sebagai soko guru perubahan untuk bangkit, bersatu, dan berorganisasi. HIDUP PETANI INDONESIA !!! REBUT DEMOKRASI SEJATI !!!

    “tanpa Land Reform tidak akan ada Keadilan”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s