Pengunjuk Rasa Ditikam Preman

Jumat, 29 Agustus 2008 | 19:02 WIB

MEDAN, JUMAT – Salah seorang pengunjuk rasa yang tergabung dalam Solidaritas untuk Forum Peduli Tanah Rakyat Tapanuli Tengah ditikam orang tak dikenal, saat berunjukrasa di halaman kantor Gubernur Sumatera Utara, Jumat (29/8). Insiden penikaman diduga merupakan buntut tuntutan masyarakat di Kecamatan Andam Dewi, Sirandorung, Manduamas Kabupaten Tapanuli Tengah yang tanahnya diserobot perkebunan kelapa sawit PT Nauli Sawit.

Korban penikaman, Ediyanto Simatupang, mengalami luka di paha kiri akibat tusukan pisau mirip belati. Ediyanto yang merupakan salah seorang koordinator aksi langsung dilarikan ke Rumah Sakit Islam Malahayati, sekitar 500 meter dari kantor gubernur. Lukanya harus mendapatkan tujuh jahitan.

Polisi dan Satpol PP yang mengamankan unjuk rasa di halaman kantor gubernur tersebut tak bisa berbuat banyak, saat pelaku menyelinap dalam kerumuman pengunjuk rasa dan menikam Ediyanto. Insiden penikaman terjadi sekitar pukul 14.00 tak berapa lama setelah pengunjuk rasa memulai aksinya. Usai menikam korban, pelaku langsung melarikan diri ke arah Jalan Cut Mutia, persis di depan komplek kantor Gubernur Sumut.

Polisi hanya mengamankan tiga orang yang diduga merupakan rekan pelaku. Sekitar pukul 15.30 polisi mengamankan seseorang yang diduga hendak mengambil sepeda motor milik pelaku di pelataran parkir yang ada di halaman belakang kantor gubernur.

Menurut salah seorang koordinator aksi Solidaritas untuk Forum Peduli Tanah Rakyat Tapanuli Tengah, Denis mengatakan, pelaku penikaman diduga merupakan salah seorang anggota organisasi kepemudaan. Dia menuturkan, pelaku mengenakan jaket warna abu-abu. Sebelum insiden penikaman, terlihat beberapa orang yang mengenakan seragam salah satu organisasi kepemudaan di Sumut.

Denis menyatakan, penikaman yang dilakukan orang tak bertanggung jawab tak menyurutkan aksi mereka menuntut pengembalian tanah rakyat di Kecamatan Andam Dewi, Sirandorung dan Manduamas seluas 6.000 hektar. “Intimidasi seperti ini tak menyurutkan langkah kami memperjuangkan apa yang telah menjadi hak rakyat. Kami malah justru semakin berani. Kami sudah tak takut mati kalau diintimidasi seperti ini,” ujar Denis.

Bukan sekali ini Ediyanto mendapatkan intimidasi. Sebelumnya rumah Ediyanto juga sempat dibakar orang-orang tak dikenal. “Kami meminta polisi mengusut tuntas kasus ini. Tidak hanya sebatas menangkap pelakunya, tetapi otak di belakang mereka juga harus diusut,” kata Denis.

Menurut Muslim Hasugian, salah seorang pengunjuk rasa yang juga tanahnya diserobot perusahaan perkebunan, tanah di Andam Dewi, Sirandorung dan Manduamas dulunya merupakan tanah transmigran. Namun hanya dengan izin prinsip dari Bupati Tapanuli Tengah, Tuani Lumban Tobin, tanah milik masyarakat tersebut beralih ke tangan PT Nauli Sawit. “Sekarang di lahan yang diserobot itu berjaga Satpol PP Kabupaten Tapanuli Tengah, hingga preman-preman yang tak jelas identitasnya,” kata Muslim.

Muslim mengungkapkan, aksi masyarakat menuntut haknya ini tak akan surut hanya karena intimidasi dan penikaman oleh preman terhadap salah seorang di antara mereka. “Ini justru membuat semangat kami berlipat,” katanya.

Advertisements

About fprindonesia

Front Perjuangan Rakyat (FPR) adalah aliansi organisasi-organisasi masyarakat sipil Indonesia yang pada awalnya dibentuk untuk merespon perayaan Hari Buruh se-Dunia 2008. FPR menyandarkan diri pada prinsip aliansi dasar klas buruh dan kaum tani sebagai komponen pokok perubahan sosial.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Pengunjuk Rasa Ditikam Preman

  1. Bro_andergron says:

    Kejadian atas penikaman yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab kepada saudara Edison Simatupang, sangatlah memalukan bagi citra kepolisian di medan khususnya,Polisi terkesan lamban dan pura pura bodoh dilapangan, padahal sitersangka sudah berhasil dirubuhkan oleh salah satu massa aksi, ketika si tersangka berlari untuk menyelamatkan diri keluar dari tkp.
    sangat beralasan memang, tindakan kriminal tersebut sudah di set sebelumnya, banyak massa aksi yang mengutarakan keanehan-keanehan pada waktu demonstrasi tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s