Hentikan Kekerasan terhadap Petani!

 

Jakarta, FPR. Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) selaku organisasi tani militan dan demokratis di Indonesia menyatakan bahwa SBY-JK telah mengkhianati kaum tani Indonesia. Oleh karenanya, duet yang gemar mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang anti-kaum tani, anti-rakyat, dan anti-demokrasi itu tidak layak dipilih kembali dalam Pemilu Presiden 2009 yang akan datang.

Pernyataan tersebut dikeluarkan AGRA dalam rangka peringatan 48 tahun UU Pokok Agraria 1960. Momentum yang jatuh pada 24 September 2008 ini pun merupakan momentum Hari Tani Nasional yang diperingati serempak di berbagai kota di Indonesia.

Menurut Sekretaris Jenderal AGRA, Erpan Faryadi, eksaminasi politik terhadap kinerja rejim SBY-JK sepanjang masa pemerintahannya menunjukkan bahwa rejim tersebut sama sekali tidak berpihak kepada kaum tani. SBY-JK, menurut Faryadi, cenderung mengkhianati hak-hak kaum tani, bahkan mengintensifkan serangan-serangan imperialis kepada kaum tani. 

Data kekerasan, penagkapan dan pengkriminalan petani misalkan menunjukkan peningkatan dan terus menerus terjadi, menurut data dari Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) selaku organisasi tani dalam kurun waktu periode Januari- Juli2008 telah terjadi 12 kasus konflik agraria dalam skala besar di Indonesia seperti yang terjadi di Banyuwangi, Malang, Bojonegoro, Wonosobo, Banyumas, Jogjakarta, Garut, Bogor, Sumatera Utara serta Kalimantan Barat  dan dari sejumlah wilayah tersebut tidak kurang dari 66 orang anggotanya di tangkap, dikriminalkan dan ditahan di sel tahanan, belum lagi yang mengalami tindak kekerasan dan intimidasi serta bermacam bentuk teror lainnya.

Meningkatnya kekerasan terhadap kaum tani yang disertai dengan rangkaian kebijakan di sektor pertanian dan agraria yang condong pada kepentingan-kepentingan tuan-tuan tanah, perusahaan-perusahaan monopoli benih, distribusi, dan lain-lain telah melukai perasaan dan kepentingan kaum tani Indonesia.

SBY-JK juga dinilai tidak berhasil melindungi kepentingan kaum tani dalam hal produksi pertanian pangan yang berkelanjutan. Kasus yang menimpa petani-petani tebu di Jawa Timur dan petani-petani padi di Jawa Tengah adalah bentuk-bentuk konkret kekecewaan kaum tani atas kebijakan rejim SBY-JK.

AGRA menolak Program Pembaruan Agraria Nasional (PPAN) yang dinilai penuh tipu-daya dan tidak lebih dari promosi market-led land-reform sebagaimana dikehendaki Bank Pembangunan Asia (ADB) dan Bank Dunia. 

Atas dasar pandangan-pandangan tersebut, Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) menuntut pemerintah SBY-JK untuk;

1. Melaksanakan landreform sejati di seluruh Indonesia.

2. Memberikan perlindungan dan pengakuan hukum dan politik atas kegiatan usaha pertanian skala kecil, termasuk dan pada khususnya yang dilakukan di atas lahan-lahan yang telah direbut kaum tani dari para pemilik lahan monopoli.

3. Membebaskan seluruh kaum tani yang saat ini ditahan, dipenjara, dan dikriminalisasi oleh aparat kepolisian RI karena keterlibatannya dalam perjuangan menuntut landreform sejati.

4. Menolak Program Pembaruan Agraria Nasional (PPAN) dan menuntut implementasi yang konsekuen atas UU Pokok Agraria No. 5 tahun 1960.

Eksaminasi politik yang lebih lengkap atas kinerja politik rejim SBY-JK bisa dilihat dalam lampiran (attachment) atau diunduh disini atau link pada URL berikut:

https://fprsatumei.files.wordpress.com/2008/09/eksaminasi-politik-sby-jk.pdf

Advertisements

About fprindonesia

Front Perjuangan Rakyat (FPR) adalah aliansi organisasi-organisasi masyarakat sipil Indonesia yang pada awalnya dibentuk untuk merespon perayaan Hari Buruh se-Dunia 2008. FPR menyandarkan diri pada prinsip aliansi dasar klas buruh dan kaum tani sebagai komponen pokok perubahan sosial.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 Responses to Hentikan Kekerasan terhadap Petani!

  1. suhud says:

    FPR SULTENG AKSI KEPRIHATINAN SUMPAH PEMUDA

    Momen Sumpah Pemuda, FPR Demo Keprihatinan
    Radar Sulteng,Palu-29-10/2008, Puluhan aktivis yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat (FPR) Selasa kemarin (28/10) menggelar aksi demo keprihatinan atas berbagai persoalan dan kondisi bangsa Indonesia saat ini. Dalam aksi demo di bundaran tugu nol kilometer tepat di depan pertokoan Hasanuddin, para aktivis FPR yang dikorlapi oleh Nur Alim Laode tersebut, mengatakan bahwa Indonesia sangat kaya akan sumber daya alam, seharusnya semua kebutuhan rakyat terpenuhi, akan tetapi kenyataannya berbeda hidup rakyat Indonesia di alam kaum pemuda dan mahasiswa di Indonesia semakin hari semakin menderita.
    Atas kondisi dan kenyataan diatas, maka FPR menuntut agar pemerintah menyediakan lapangan pekerjaan yang layak dan memadai bagi Pemuda Indonesia, realisasi anggaran pendidikan 20 persen serta hentikan pemotongan subsidi pendidikan. Disamping itu juga menuntut pemerintah agar memberikan sekolah gratis serta kuliah murah bagi anak-anak buruh, petani dan petani miskin, hapuskan system kerja kontrak dan outsorching serta turunkan harga sembako serta menolak kenaikan BBM, selain itu juga memberikan kesehatan gratis, murah untuk rakyat dan hentikan pencabutan subsidi kesehatan.(suf).

  2. AGUS FAISAL says:

    FPR SULTENG AKSI KEPRIHATINAN SUMPAH PEMUDA

    Momen Sumpah Pemuda, FPR Demo Keprihatinan
    Radar Sulteng,Palu-29-10/2008, Puluhan aktivis yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat (FPR) Selasa kemarin (28/10) menggelar aksi demo keprihatinan atas berbagai persoalan dan kondisi bangsa Indonesia saat ini. Dalam aksi demo di bundaran tugu nol kilometer tepat di depan pertokoan Hasanuddin, para aktivis FPR yang dikorlapi oleh Nur Alim Laode tersebut, mengatakan bahwa Indonesia sangat kaya akan sumber daya alam, seharusnya semua kebutuhan rakyat terpenuhi, akan tetapi kenyataannya berbeda hidup rakyat Indonesia di alam kaum pemuda dan mahasiswa di Indonesia semakin hari semakin menderita.
    Atas kondisi dan kenyataan diatas, maka FPR menuntut agar pemerintah menyediakan lapangan pekerjaan yang layak dan memadai bagi Pemuda Indonesia, realisasi anggaran pendidikan 20 persen serta hentikan pemotongan subsidi pendidikan. Disamping itu juga menuntut pemerintah agar memberikan sekolah gratis serta kuliah murah bagi anak-anak buruh, petani dan petani miskin, hapuskan system kerja kontrak dan outsorching serta turunkan harga sembako serta menolak kenaikan BBM, selain itu juga memberikan kesehatan gratis, murah untuk rakyat dan hentikan pencabutan subsidi kesehatan.(suf).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s