Pernyataan Sikap GSBI: ”THR PELIPUR HINGAR-BINGAR PERAYAAN HARI RAYA”

Pernyataan Sikap : Gabungan Serikat Buruh Independen (GSBI)/Federation of Independent Trade Union

Tentang Tunjangan Hari Raya (THR)

”THR PELIPUR HINGAR-BINGAR PERAYAAN HARI RAYA”
Tunjangan hari raya adalah hak dasar setiap buruh dan merupakan pelipur kepedihan buruh ditengah hingar-bingar perayaan hari keagamaan. Mengapa kemudian THR dikatakan pelipur bagi buruh, hal ini didasarkan pada upah yang diterima selama ini sangat jauh dari cukup untuk pemenuhan kebutuhan hidupnya. Hal ini sesungguhnya juga disadari oleh pemerintah maupun pengusaha. Tetapi ada sebagian orang yang berfikir bahwa THR adalah kebaikan yang diberikan oleh pengusaha kepada buruhnya, atau adapula yang berfikir agak maju bahwa THR adalah gaji ke 13 bagi buruh, tetapi hakekatnya THR adalah intensif yang harus didapat oleh buruh atas tenaga kerjanya, terlebih hingga saat ini buruh  diupah murah yang tidak sepadan dengan tenaga yang dikeluarkannya.

Karena kecilnya upah yang diterima oleh buruh, maka buruh membutuhkan berbagai tunjangan terlebih ketika siburuh akan merayakan hari besar keagamaannya seperti berlebaran, ketika harga kebutuhan komoditas dan jasa melambung, seperti transport pulang kampung yang naik hingga 100%, harga kebutuhan pokok yang melonjak dan lain sebagainya. Maka upah yang tiap bulan hanya cukup untuk makan tidak mungkin dapat disisihkan untuk perayaan lebaran jika tidak diberikan tunjangan khusus, maka dari sinilah bahwa THR bisa dikatakan sebagai pelipur kepedihan ditengah perayaan lebaran. Jadi THR saat ini menempati kedudukan yang sangat berarti bagi setiap buruh terlebih ditengah situasi kesulitan yang begitu hebat yang dialami oleh seluruh rakyat Indonesia, pasca kenaikan BBM akhir thn 2005 dan Juni 2008 sebesar 28,7%, krisis energi dan lain sebagainya.

Meskipun THR sudah ditetapkan oleh pemerintah melalui Peraturan Menteri 04/men/1994, tidak serta merta pengusaha memberikan kepada seluruh buruh atas hak THR. Setiap tahun ada saja buruh yang tidak mendapatkan hak THR, setiap tahun ada saja buruh yang mengadukan nasibnya kepada serikat buruh dan lembaga-lembaga yang peduli akan nasib buruh, setiap tahun ada saja buruh yang ramei-ramai melakukan mogok diperusahaan menuntut THR, setiap tahun ada saja buruh yang berdemontrasi ke pusat-pusat pemerintahan atau Dinas Tenagakerja krn tidak mendapatkan THR. Dan irininya pemerintah dari tahun-ketahun tidak juga mampu  mengatasi masalah pelanggaran pengusaha terhadap buruh atas hak THRnya, sampai saat ini tidak ada satu pengusahapun yang pernah ditindak dan diseret ke pengadilan oleh pemerintah karena tidak membayar THR buruhnya.

Berdasarkan kondisi diatas dan bertepatan menjelang perayaan hari raya kami dari Dewan Pimpinan Pusat Gabungan Serikat Buruh Independen menyatakan sikap :

1. Mendesak kepada seluruh pengusaha untuk memberikan hak THR kepada seluruh buruhnya, baik yang masih aktif bekerja maupun yang sedang dalam proses perselisihan;
2. Mendesak kepada pemerintah agar konsistem dan bertindak tegas kepada para pengusaha yang tidak membayar hak THR kepada buruhnya dengan menyeret dan mempidanakannya.
3. Menyerukan kepada seluruh buruh untuk memperkuat persatuan dan secara bersama-sama memperjuangkan hak THR kepada kawan-kawan kita yang tidak mendapatkannya.

Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan agar dapat diperhatikan oleh semua pihak yang terkait.

”Galang Solidaritas lawan Penindasan”

 

Jakarta, 18 September 2008
Hormat kami
Dewan Pimpinan Pusat
Gabungan Serikat Buruh Independen (GSBI)

 

 

Ngadinah Binti Abu Mawardi   Emelia Yanti MD Siahaan
Kep.Dept. Hukum dan Advokasi   Sekretaris Jenderal n

Download Analisis_THR

Advertisements

About fprindonesia

Front Perjuangan Rakyat (FPR) adalah aliansi organisasi-organisasi masyarakat sipil Indonesia yang pada awalnya dibentuk untuk merespon perayaan Hari Buruh se-Dunia 2008. FPR menyandarkan diri pada prinsip aliansi dasar klas buruh dan kaum tani sebagai komponen pokok perubahan sosial.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s