Mengintip Donatur Acara Inagurasi Presiden Obama

2009-01-18 11:41:09
elrizkyNet, 18 Januari 2009: Januari 2009, awal tahun dunia dihebohkan oleh Acara Inagurasi pelantikan Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Barack Obama. Bahkan, sampai merambah hampir semua media di Indonesia yang menyiapkan acara spesial, maupun “Obama Fans Club” di Indonesia yang siap nonton bareng. Sebuah magis dari Industrialisasi Politik, yaitu keriaan (marketing tools) menjadi ruh pembentukan persepsi yang dimulai dari segmentasi acara berbasis “nge-pop”.

Bagi saya pribadi, momen ini mengingatkan saya ke dua bulan Januari di rentang waktu tiga tahun yang lalu. Pertama, Januari 2006 saat saya mempersiapkan makalah dengan judul “”Working Rights, the Soul of Human Rights Economics: Global Union Solidarity Action For Balancing the Implication of Flexible Labor Market In Developing Country (Case Study Securicor Indonesia Trade Union)” [yang terdokumentasi di http://www.elrizky.net/pembicara.php?opt=1&id=169%5D

Makalah tersebut saya persiapkan untuk memenuhi undangan ILR (Industrial and Labor Relations) – Cornell University (New York) yang menggelar acara “Global Companies – Global Unions, Global Research – Global Campaigns” di the Crowne Plaza Times Square New York City, February 11, 2006. Makalah tersebut juga saya siapkan untuk acara “Lawyer Conference” di Columbia Law School (New York) 12 Februari 2006.

Kenapa keriaan inagurasi Obama mengingatkan kunjungan saya ke New York dengan First Class Singapore Airlines dan menginap di hotel tepat di depan Broadway Theatre tempat orang kaya nonton teater. Justru, yang mengingatkan saya adalah donatur yang membiayai saya ke kota termahal dengan atribut akomodasi “first class”. Kebetulan donatur saya tersebut, SEIU (Service Employee International Union) –perkenalan tersebut difasilitasi Solidarity Center, ACILS Indonesia-, juga merupakan donatur awal saat Obama mendedikasikan diri menuju pemilu Presiden AS 2008.

Saya memperoleh data dari Center for Responsive Politic (CRP) bahwa tahun 2004-2006, paska terpilih sebagai senator Obama telah mempersiapkan pilpres. Dimana, penopang awalnya adalah organisasi buruh di AS. Disitulah interaksinya, dimana SEIU merupakan donatur bagi awal langkah Obama. Setidaknya, saya dan Obama pernah memiliki persamaan, yaitu sama-sama pernah merasakan alokasi “solidarity union fund”.

Bicara soal donatur, saya jadi teringat kenangan bulan Januari berikutnya. Yaitu, setahun lalu, Januari 2008. Saat itu, saya di Bali berkesempatan berbicara di Public Forum Konvensi PBB tentang anti korupsi (UNCAC). Makalah saya berjudul “The Role and Cotribution Private Sector in Combating Coruption” [terdokumentasi di http://www.elrizky.net/pembicara.php?opt=1&id=233%5D.

Acara UNCAC di Bali ini adalah titik awal saya dapat memperoleh data-data penyumbang kampanye di AS melalui lembaga riset CRP. Di acara itu saya berkenalan dengan pembicara dari CRP, Larry Makinson. Kami sempat makan sama-sama, dan menemukan kesamaan “we must follow the money to understanding political economy”. Ya, saya menemukan apa yang saya cari “data donatur”.

Sebuah perjumpaan yang menyenangkan dengan CRP, maupun kenangan saya bisa datang ke pusat finansial dengan dana buruh. Saya merasakan dua sisi mata uang sekaligus, dunia buruh dan kapital (finansial). Sehingga, alhamdulillah saya diberi kesempatan oleh Allah merasakan dua dunia tersebut dalam karir maupun perjanalan hidup ini🙂. Dan, tergetar kembali kenangan tersebut di bulan Januari 2009, saat Presiden Obama akan ber-inagurasi. Yaitu, donasi dibalik peristiwa politik-ekonomi.

Bicara tentang donatur, SEIU sebagai penopang awal akhirnya dikalahkan juga oleh stimulator pendanaan. Data CRP menunjukan Goldman Sach, yang mulai melirik Obama di 2007, menjadi “leader” dari masuk derasnya dana kampanye Obama. Industri keuangan menjadi sektor yang tertinggi pula.

Berangkat dari “citra awal” basis buruh yang dimiliki Obama. Seorang aktivis buruh pernah bertanya ke saya, kenapa Obama memilih Timothy Geither sebagai Menteri Keuangan. Untuk diketahui, Geither adalah Gubernur New York Federal Reserve Bank. Wajar, kawan aktivis buruh di Indonesia yang terfragmentasi “gerakan anti neo liberal” terheran-heran.

Karena, fragmentasi tersebut telah melahirkan semacam konflik, bahwa kapitalis keuangan adalah arsitek dari kegagalan sistem ekonomi di sektor riil. Geither adalah orang dengan atribut karir “Wall Street” dengan memimpin New York tempat pusat kapitalisme (keuangan) dunia.

Kalau dari sisi donatur, yang besar menentukan. Wajar saja, “alumni Wall Street” masih jadi pilihan. Tapi, saya melihat alasan rasional lain dari Obama, yang justru memikirkan dunia buruh sebagai akar penopangnya. Obama menjanjikan banyak stimulus fiskal untuk menjamin rakyat AS bekerja (New Job for All American, salah satu butir pidato kemenangannya).

Nah, belanja fiskal akan sangat membutuhkan banyak dana. Di penghujung 2008, struktur cadangan fiskal AS telah tersedot untuk mem-bail-out industri keuangan yang bangkrut. Dana talangan tersebut mengakibatkan aset perusahaan investasi menjadi kantong kanan dari keluarnya uang negara di kantong kiri.

Nah, stimulus fiskal dari Obama membutuhkan uang di kantong kiri keluar ke sektor riil. Jurusnya ya butuh dana (cash flow) di kantong kanan. Posisi rekening devisa AS (The Federal Reserve) menunjukan kantong kanan 99,1% berisi kertas-kertas surat berharga (portopolio) di beragam pasar keuangan dunia.

Kalau kita bedah, bail out banyak dilakukan di New York. Jadi, Geither pula lah yang mengetahui perubahan struktur aset AS itu sendiri. Itu kenapa, saya pikir kenapa dia pula-lah yang terpilih menjadi Menkeu AS. Karena dilihat dari keputusan politik dari Kongres dan Senat AS yang menyetujui Bail Out, maka pihak eksekutif (The Fed dan Pemerintah AS) diwajibkan menjamin proses pengembalian dana secara cepat. Itulah kenapa, bursa dunia rontok.

Karena portopolio yang dimiliki perusahaan investasi dieksekusi “jual” oleh The Fed untuk segera menjadi Cash. Nah, stimulus fiskal yang Obama janjikan kepada akar-nya (kaum buruh di sektor riil) jelas membutuhkan realisasi tersedianya Cash, yang jalannya adalah eksekusi portopolio. Jadi, sejauh ini, saya belajar tentang “kompromi” dari Obama. Yaitu, bagaimana dia melakukan “balancing” dari dua sisi mata uang yang membesarkannya.

Kompromi akan menyenangkan semua pihak di AS. Wajar, karena Obama adalah Presiden AS yang dipilih rakyat AS. Terlebih, data CRP menunjukan inagurasi-nya pun dibiayai oleh “wall street”, yaitu:
1. Securities & Investment$3,603,000118
2. Lawyers/Law Firms $2,508,950175
3. Misc Business $2,191,127303
4. TV/Movies/Music $1,748,20049
5. Real Estate $1,570,80557
6. Business Services $1,307,45055
7. Misc Finance $1,176,75035
8. Homemakers/Non-income earners $1,132,440275
9. Retired $1,082,85035
10. Computers/Internet $1,029,75049

Semakin jelas bahwa “wall street” tetap menanamkan kuku di setiap pemerintahan AS. Presiden Obama, dengan Menkeu alumni “wall street” tetap akan memperhatikan kepentingan industri sekuritas. Lalu, kalau monetaris akan abaikan sektor riil, apakah stimulus fiskal terganggu?. Saya rasa tidak bagi AS, tapi “belum tentu” bagi negara diluar AS yang terkena “episentrum” krisis finansial AS.

Inilah, yang saya khawatirkan AS akan semakin memilih eksekusi portopolio yang menggetarkan pasar keuangan negara lain. Agar Dana fiskal diperoleh tanpa menganggu konsolidasi “wall street” itu sendiri. Kita (bangsa Indonesia) tak bisa banyak berharap ke kekuatan eksternal akan membantu. Terlebih dominasi aset portopolio di Indonesia dimiliki asing. Kita akan bergetar, kurs goyah. Itu reletivitas yang harus kita antisipasi dibalik “keriaan” inagurasi Presiden Obama.

Indonesia tanah air beta, disana tempat lahir beta!
[Yanuar Rizky, http://www.elrizky.net, anak muda Indonesia biasa saja]

About fprindonesia

Front Perjuangan Rakyat (FPR) adalah aliansi organisasi-organisasi masyarakat sipil Indonesia yang pada awalnya dibentuk untuk merespon perayaan Hari Buruh se-Dunia 2008. FPR menyandarkan diri pada prinsip aliansi dasar klas buruh dan kaum tani sebagai komponen pokok perubahan sosial.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Mengintip Donatur Acara Inagurasi Presiden Obama

  1. fandy says:

    liat $$$ jadi pengen nih..
    duwit segitu enak nya di apa in ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s