Pemogokan Umum di Perancis

Pemogokan Umum di Perancis memperbesar perlawanan terhadap imperialisme Amerika Serikat.

Pemogokan Umum di Perancis memperbesar perlawanan terhadap imperialisme Amerika Serikat.

Dampak krisis ekonomi mulai dirasakan sangat keras di Eropa. Kamis (19/01) kemarin ratusan ribu kaum pekerja dari berbagai sektor di Perancis bergabung dalam unjuk rasa menuntut kenaikan upah dan jaminan kerja. “Pemerintah telah mengambil langkah-langkah penyelamatan terhadap bank-bank, namun saat ini, buruhlah yang sebenarnya paling menderita,” ujar Charles Foulard, teknisi dari perusahaan pengilangan minyak raksasa, Total.

Pemogokan yang berlangsung di hampir seluruh negeri itu disebut dengan “Kamis Hitam” (Black Thursday) mengajukan beberapa tuntutan, diantaranya menuntut kenaikan upah yang layak, pembatalan rencana pemerintah untuk memprivatisasi sektor kesehatan, menolak rencana pemecatan terhadap 13.500 buruh di sektor pendidikan, dan menolak perubahan status perusahaan pos milik negara.

Sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita Reuters, pemogokan ini telah menyebabkan berhentinya beberapa pelayanan publik, seperti kereta api dan bandar udara di Paris. Sekolah, bank-bank, rumah sakit, kantor pos, dan pengadilan juga dilanda pemogokan. Pejabat Perancis mengatakan bahwa lebih dari sepertiga tenaga pengajar dan seperempat buruh kantor pos dan perusahaan listrik ikut dalam aksi pemogokan tersebut.

Secara keseluruhan, sekitar 23 persen buruh di sektor pelayanan publik di Perancis terlibat dalam aksi yang dikoordinasikan oleh delapan serikat besar di Perancis.

Solidaritas ILPS

Liga International Perjuangan Rakyat (ILPS) menyatakan mendukung pemogokan umum yang dilakukan kaum buruh Perancis pada 29 Januari 2009 kemarin. Melalui siaran persnya, Ketua ILPS, Prof. Jose Maria Sison menyatakan bahwa ILPS bersolidaritas terhadap rakyat pekerja di Perancis dalam mengecam kebijakan rejim neokonservatif Pemerintahan Presiden Sarkozy yang mengeluarkan kebijakan PHK, memprioritaskan perlindungan bagi pemilik-pemilik perusahaan besar, dan tetap melanjutkan kebijakan-kebijakan neoliberal.

sarkozy

Presiden Prancis Nikola Sarkozy dari kubu neokonservatif

ILPS menghargai usaha serikat-serikat besar di Perancis, seperti CGT, CFDT, FOR, FSU, CFE-CGC, CFTC, UNSA dan SOLIDARY, yang telah secara bersama-sama menyatukan tuntutan dan melaksanakan aksi pemogokan umum tersebut. Selain itu, ILPS juga turut mendukung seruan tuntutan buruh Perancis untuk keamanan kerja, peningkatan upah, mengurangi kesenjangan pendapatan, dan perbaikan kondisi kerja.

“Pemogokan yang dilakukan buruh-buruh Perancis telah memperkuat perlawanan global terhadap usaha kontra-revolusi yang dimpimpin imperialis Amerika Serikat yang mana kebijakan umumnya tentang globalisasi neoliberal dan perang terhadap teror telah menyebabkan terjadinya depresi global saat ini, yang paling buruk dalam sejarah,” jelas Sison.

Terakhir, ILPS juga menyerukan kepada seluruh anggotanya untuk memberikan dukungan dan solidaritas atas gerakan buruh Perancis dan terus berusaha untuk melakukan perlawanan terhadap globalisasi neoliberal dan perang terhadap teror di masing-masing negeri.

Advertisements

About fprindonesia

Front Perjuangan Rakyat (FPR) adalah aliansi organisasi-organisasi masyarakat sipil Indonesia yang pada awalnya dibentuk untuk merespon perayaan Hari Buruh se-Dunia 2008. FPR menyandarkan diri pada prinsip aliansi dasar klas buruh dan kaum tani sebagai komponen pokok perubahan sosial.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s