Kembalikan Tanah Petani Takalar dan Bubarkan PTPN

IMG_0020Monopoli Atas Tanah Akan Selalu Melahirkan Kekerasan, Seperti Juga halnya yang terjadi di Takalar Sulawesi Selatan.  Tanggal 21 Agustus 2009, Solidaritas Petani Takalar yang beranggotakan AGRA, FMN, KOMPAK, KONTRAS, WALHI, KIARA, KPA dan LBH melakukan demonstrasi mendukung perjuangan petani Takalar. Aksi tersebut dilanncarkan di Depan Kantor Kementrian BUMN, Institusi tersebut adalah salah satu lembaga yang bertanggung jawab atas pengelolaan PTPN. Aksi dukungan tersebut lahir atas ulah PTPN IIV Sulawesi Selatan, yang kembali menyerobot tanah kaum Tani Takalar. Upaya Perampasan tanah Oleh Pihak PTPN juga dilakukan dengan cara Brutal yang Anti-Kemanusiaan, Aparat Kemanan Perkebunan Yang bekerjasama dengan Kepolisian Takalar secara Beringas Memukul dan Menembak petani. Pertarungan panjang Pada Hari Minggu tgl 9 Agustus  memakan korban, 7 Petani Di Tembak dan 8 orang Lainnya di Tahan. Dalam Aksi tersebut massa mendesak agar menteri BUMN menemui Massa, Namun seperti biasanya menteri tidak Berani.

Di Negeri ini, monopoli atas Tanah berlangsung semakin intensif. Kenyataan ini Muncul karena pemerintahan SBY-Kalla Menetapkan Perluasan Perkebunan Berskala Luas, Program Pemerintah ini diperuntukan bagi terjaminya Land Market/ Pasar Tanah. Secara terang Kebijakan tersebut tidaklah mewakili Kehendak Kaum Tani,  melainkan Pro-Tuan Tanah Baik Dalam Bentuk Perkebunan Swasta maupun negera sendiri yang menjadi Tuan Tanah. Dalam Relly di depan Kementrian BUMN,massa Aksi Berusaha Masuk Kedalam Kantor. Namun Usaha tersebut Dihandang oleh Keamanan Kantor, sehingga terjadi doreong dorongan Antara Massa dengan Pihak Keamanan Kantor. Meskipun Tidak ada Korban dalam insiden tersebut, Tindakan Kementrian BUMN itu sangat Menyakiti perasaan massa. Gedung ini dibangun atas keringat dan Derita Kaum Tani, Tapi Menteri menunjukkan watak kepala Batu dalam menghadapi Rakyat.

Aksi tersebut mendesak Dihentikanya Cara-cara kekerasan dan Kriminalisasi kaum tani dalam menyelesaikan Sengketa Agraria. Solidaritas Petani Takalar Juga mendatangi Komnasham, dengan Tujuan Komnasham Menindak Pelanggaran HAM yang dilakukan oleh pihak Aparat Perkebunan dan Kepolisian Setempat. Pada Hari Berikutnya Solidaritas untuk Petani Takalar datang di Kantor Pusat BPN untuk mendesak BPN agar Mencabut HGU dan Menyingkirkan PTPN IIV dari lahan kaum Tani.

Advertisements

About fprindonesia

Front Perjuangan Rakyat (FPR) adalah aliansi organisasi-organisasi masyarakat sipil Indonesia yang pada awalnya dibentuk untuk merespon perayaan Hari Buruh se-Dunia 2008. FPR menyandarkan diri pada prinsip aliansi dasar klas buruh dan kaum tani sebagai komponen pokok perubahan sosial.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s