Pernyataan Sikap Jaringan Rakyat Miskin (JRMK) Jakarta

USUT TUNTAS KEBAKARAN RAWA BEBEK, PENJARINGAN dan KEMBALIKAN HAK ATAS TANAH KEPADA WARGA
b.150.100.16777215.0.stories.kebakaran.kebakaran_di_penjaringan_web
Minggu 27 September 2009 pemukiman padat Rawa Bebek, Penjaringan Jakarta utara kebakaran. 1.158 rumah habis terbakar dan 5.521 warga di RW 11 dan 12 kehilangan tempat tinggal dan harta benda. Kebakaran terjadi disaat sebagian besar penghuninya masih berada di kampung. Sumber api masih simpang siur: Satu sumber menyatakan karena listrik, sumber yang lain karena kompor di rumah kontrakan ibu Yeyen RT 6/12.

Menurut kesaksian warga, api begitu cepat membesar. Warga yang rumahnya dekat dengan sumber api pun tidak melihat tanda-tanda kebakaran. Ketika warga mencoba menyiram dengan air, api makin membesar dan tidak bisa dipadamkan. Arah api memutari rumah susun. Pemadam kebakaran yang datang tidak membawa persediaan air yang cukup sehingga memperlambat poses pemadaman. Beberapa warga mencurigai, kebakaran terjadi karena ada unsur kesengajaan.

 

Kebakaran kemarin merupakan yang ketiga kalinya di Rawa Bebek. Pertama pada tahun 1984, kedua 1996 dan ketiga 2009 ini. Dari ketiga kejadian itu ada kesamaan waktu kebakaran yaitu selalu terjadi pasca lebaran disaat warga sedang mudik. Sejak 1986 wilayah tersebut akan digunakan untuk rumah susun sewa. Sebagian rumah di RT 4/12 Penjaringan sudah menerima pembayaran sejak 1986 dengan harga yang murah sekali. Untuk rumah permanen 50.000/m sedangkan semi permanen 30 000/m. Tidak ada negosiasi dalam proses ganti rugi. Warga terpaksa menerima saja keputusan sepihak pemerintah pada masa orde baru itu. Tetapi karena pemerintah tidak kunjung menggunakan lahan di lokasi tersebut maka warga kembali membangun rumah mereka sampai saat ini.

Pasca kebakaran kemarin.ada kabar beredar, warga tidak boleh membangun kembali rumah mereka. Lahan tersebut akan digunakan pemerintah untuk perluasan rusunawa. Warga korban kebakaran yang ber KTP DKI Jakarta ditawari menempati rusunawa di lokasi tersebut atau Marunda. Sementara warga yang tidak ber KTP DKI akan dipulangkan kampungnya. Jika kabar ini benar, maka dugaan warga bahwa ada kesengajaan dalam peristiwa kebakaran ini bisa jadi benar. Warga menolak rencana tersebut dan akan tetap membangun kembali rumah mereka.

Berkait dengan peristiwa tersebut, Kami Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK) Jakarta menyatakan:
1. Polisi mesti mengusut tuntas penyebab kebakaran yang sesungguhnya di Rawa Bebek, 2. Penjaringan dan memprosesnya secara hukum.
3. Pemerintah harus menangani korban kebakaran seperti penyediaan makanan, tenda, selimut, air bersih, pelayanan kesehatan, dll
4. Mengembalkan hak pengeloaaln lahan kepada warga untuk dibangun rumah kembali
5. Pemerintah membantu warga korban kebakaran dalam membangun kembali rumah dan infrastrukturnya

Salam

JARINGAN RAKYAT MISKIN KOTA (JRMK) JAKARTA

Kontak person:
N. Della: 021-92620663,
Dewi 0813 83025313,
Edi saidi, 0816 1338 318

About fprindonesia

Front Perjuangan Rakyat (FPR) adalah aliansi organisasi-organisasi masyarakat sipil Indonesia yang pada awalnya dibentuk untuk merespon perayaan Hari Buruh se-Dunia 2008. FPR menyandarkan diri pada prinsip aliansi dasar klas buruh dan kaum tani sebagai komponen pokok perubahan sosial.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s