Peryataan Sikap Aliansi Rakyat untuk Ratifikasi Konvensi Migrant 1990 (ARAK 90) dalam Peringatan International Migrant Day 18 Desember

LINDUNGI DAN HENTIKAN KOMODITISASI BURUH MIGRAN

Segera Ratifikasi Konvensi PBB 1990 perlindungan Buruh Migran

Gerakan Rakyat Menuntut UPAH, TANAH dan PEKERJAAN

Salam Demokrasi!

Krisis Ekonomi global telah memberikan daya rusak bagi penghidupan rakyat, Negeri-negeri Imperialis dibawah pimpinan Amerika Serikat terus menempuh jalan perampokan uang rakyat dengan menyelamatkan lembaga-lembaga keuangan seperti memberikan dana talangan (bail out). Demikian juga dengan Indonesia, di bawah pimpinan rejim SBY-Boediono memilih menumbalkan rakyat untuk keluar dari krisis. Penderitaan rakyat semakin dalam dan panjang, buktinya perampasan Upah, Tanah dan Pekerjaan semakin berlipatganda. Sehingga rakyat terpaksa melakukan migrasi dengan terpaksa dan tanpa perlindungan dari pemerintah sama sekali.

Krisis dunia juga memberi andil bagi Lahirnya GFMD, forum ini menjadi mesin pendindas baru bagi buruh migrant. GFMD ini menjadi ajang negosiasi jual beli bagi negara pengiriman dan penerima dalam bisnis ekspor manusia. Forum ini merekomendasikan untuk mengeksport sebanyak-banyak tenaga kerja keluar negeri demi tercapainya targetan keuntungan remitan yang dianggap bisa menopang krisis ekonomi.

Sebagai negara pengirim, Indonesia merasa diuntungkan dalam meningkatnya remitan yang dikirimkan oleh buruh migran. Kebijakan nasional untuk penempatan dan perlindungan tenaga kerja Indonesia melalui UU PPTKILN No.39 tahun 2004 ternyata tidak memberikan perbaikan bagi penghidupan BMI. UU tersebut juga melikuidasi hak-hak dasar buruh migrant yang harusnya ditegakkan oleh pemerintah. Kenyataan ini semakin memperjelas kita bahwa rezim boneka SBY-Budiono tidak mewakili kehendak rakyat dan Buruh Migran Indonesia.

Selain kepincangan kebijakan yang mengatur tentang migrasi, buruh migran dihadapkan pada kondisi perampasan hak upah layak melalui biaya penempatan yang terlalu tinggi (overcharging). Buruh Migran dipaksa menanggung biaya penempatan yang terlalu tinggi, di hampir seluruh negera penempatan menunjukan angka yang sangat tidak manusiawi. BMI di peras mulai dari pemberangkatan, penempatan dan pemulangan, indikasi korupsi dan berbagai jenis perampokan terus menempatkan BMI pada derita yang mendalam. Biaya Asuransi, Medical chek dan biaya Training pada pemberangkatan, serta Travel dan berbagai pungutan liar di terminal khusus adalah Perampokan yang Sistematis, karenanya Terminal khusus sudah tidak berguna lagi bagi para BMI dan Harus dibubarkan.

Pemerintahan rezim boneka Amerika serikat SBY-Budiono membutakan mata untuk persoalan yang terjadi pada buruh migran indonesia, kasus kekerasan, kematian, dan Overcharging tidak sama sekali tidak terselesaikan. Selain itu pemerintah selalu menggagalkan agenda ratifikasi konvensi perlindungan untuk buruh migran dan keluarganya tahun 2009, dengan berbagai alasan yang tidak masuk akal. Jelas dari statement yang di keluarkan oleh menakertrans yang baru yaitu Muhaimin Iskandar, ketakutannya ketika konvensi migran ini di ratifikasi akan memunculkaknnya serikat serikat pekerja asing yang ada di Indonesia.

Buruh migran Indonesia adalah bagian dari seluruh rakyat Indonesia yang merasakan ketidakadilan dan kesenjangan ekonomi di Indonesia. Karenanya Buruh migran melalui organisasinya yang sejati harus menggalang kekuatanya sendiri, memperhebat perjuanganya dan memperkuat persatuan dengan seluruh rakyat. Mempertinggi prakarsa untuk merebut hak-hak dasarnya.

Dengan ini buruh migran Indonesia mempunyai tugas untuk mengkampanyekan persoalan-persoalan yang di hadapi oleh buruh migran itu sendiri dan membentuk kekuatan yang kokoh dengan mengembangkan organisasi demi tercapainya pemenuhan hak-hak dasar sebagai buruh migran pada khususnya dan sebagai warga negara pada umumnya.

Kami dari Aliansi Rakyat untuk Ratifikasi Konvensi PBB 1990 (ARAK 90). Berpandangan berpendirian dan bersikap bahwa pemerintahan SBY-Boediono tidak sama sekali melindungi BMI. Kami Buruh Migran Indonesia menuntut:

1. Menuntut Pemerintah RI untuk segera meratifikasi Konvensi International yang melindungi Buruh Migran yakni Konvensi International Perlindungan Hak Seluruh Pekerja Migran dan Anggota Keluarganya(International Convention on The Protection of The Rights of All Migrant Workers and Members of Their Families )1990 dan Beberapa Konvensi ILO terkait seperti Konvensi ILO 143 tentang Pekerja Migran (1975), Konvensi ILO No. 97 tentang Migrasi demi Pekerjaan (ILO Convention No. 97 Concerning Migration for Migration Employment) yang direvisi tahun 1949 dan Konvensi No. 181 tentang Agen Tenaga Kerja Swasta (Convention No. 181 Concerning Private Employment Agencies) yang disahkan tahun 1997.

2. Cabut UU 39/2004!!

3. Bubarkan Terminal Khusus TKI, (Sekarang menjadi Gedung Pencatatan Kepulangan Tenaga Kerja Indonesia/GPK TKI atau disebut juga dengan Terminal IV)!!

4. STOP Overcharging!! Menuntut kepada pemerintah untuk menghentikan berbagai biaya lebih penempatan!

5. Tolak dan Hentikan Komoditisasi buruh migran dan tolak seluruh kesepakatan yang dicapai melalui GFMD!

6. Menuntut di hentikannya PHK dalam bentuk apapun, naikan Upah Buruh!

7. Jalankan Reforma Agraria Sejati Untuk Kaum Tani!

8. Jamin Pendidikan Gratis dan Lapangan Pekerjaan Bagi Pemuda!

Jakarta, 17 Desember 2009

Aliansi Rakyat untuk Ratifikasi Konvensi PBB 1990 (ARAK 90)

Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia(ATKI), ASPEK, SBMI, SBMC, SBMK, AGRA, FMN, GSBI, LPB, PMKRI, CGM-UBK, INDIES, Solidaritas Perempuan, HRWG, LBH Jakarta, LBH Apik, PBM, IWORK, MigrantCare, Institut Ecosoc Rights

Advertisements

About fprindonesia

Front Perjuangan Rakyat (FPR) adalah aliansi organisasi-organisasi masyarakat sipil Indonesia yang pada awalnya dibentuk untuk merespon perayaan Hari Buruh se-Dunia 2008. FPR menyandarkan diri pada prinsip aliansi dasar klas buruh dan kaum tani sebagai komponen pokok perubahan sosial.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 Responses to Peryataan Sikap Aliansi Rakyat untuk Ratifikasi Konvensi Migrant 1990 (ARAK 90) dalam Peringatan International Migrant Day 18 Desember

  1. K@barNet says:

    semoga situs ini semakin ramai pengunjung. Link “FPR 1 MEI” telah kami cantumkan di blog “K@barNet”.

    Sangat kami nantikan hal yang sama.

    K@barNet.

  2. Seharusnya pemerintah lebih memperhatikan taraf hidup buruh di Indonesia 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s