Pernyataan Sikap Pimpinan Pusat Front Mahasiswa Nasional Mengutuk Tindakan Kekerasan Terhadap Aktivis ICW, Koran Tempo, dan 2 Orang Reporter TV Swasta

Referensi: Nur Shohib Anshary (0852 8991 6770)

Salam Demokrasi!

Tindakan kekerasan dan anti demokrasi kembali terjadi di bawah kekuasan rezim anti rakyat SBY Boediono, yang dari hari kehari semakin menunjukan watak fasisnya untuk menghadapi sekian banyak kritik dan protes atas kinerja kekuasaannya yang bobrok. Tindakan kekerasan kali ini, dialami oleh seorang aktivis ICW (Tama Satrya Langkun Peneliti Devisi Invesigasi ICW), pelemparan Bom Molotof di Kantor Koran Tempo dan Intimidasi terhadap 2 orang reporter TV Swasta.

Kejadian penghadangan dan penganiayaan tanggal 8 Juli 2010, dilakukan oleh sekelompok orang  tidak dikenal telah mengakibatkan Tama Satrya Langkun (akivis ICW yang sedang membongkar Rekening Gendut para Jendral Polri) harus di rawat dirumah sakit akibat luka cukup berat yang di alaminya. Berdasarkan kronologis yang dikumpulkan, tindakan kekerasan terhadap Tama Satrya Langkun bukan sekedar kasus kriminal biasa semata, dugaan ini didasarkan atas beberapa alasan yang sangat mendasar, di antaranya : (1) Tidak ada persoalan ataupun perselisihan di jalan sebelum  insiden ini terjadi, (2) Tidak ada kehilangan atau perampasan barang berharga seperti pada peristiwa perampokan pada biasanya, (3) Pelaku berjumlah banyak dan berkelompok, (4) yang menjadi korban hanya Tama satrya Langkung.

Sedangkan koran Tempo mengalami hal yang tidak jauh beda, beberapa hari sebelum kejadian yang dialami oleh aktivis ICW, kantor Koran Tempo dilempari Bom Molotof oleh orang yang tidak dikenal. Walaupun tidak ada korban jiwa dari perisiwa ini, namun ini adalah bentuk intimidasi kongkrit yang diterima oleh Koran Tempo. Sebelum kejadian ini terjadi, Koran Tempo telah mengeluarkan berita tentang Rekening Gendut para jendral Polri serta gambar kartun polisi yang membawa celeng gendut.

Tindakan kekerasan juga harus diterima oleh 2 orang reporter (1 orang dari GlobalTV dan 1 orang lagi dari Indosiar). Mereka mendapatkan intimidasi dan ancaman pembunuhan saat melakukan peliputan pencemaran lingkungan akibat limbah pabrik di salah satu wilayah di Provinsi Banten.

Peristiwa yang di alami oleh Aktivis ICW, Koran Tempo, dan 2 orang reporter TV merupakan beberapa kejadian diantara sekian banyak kejadian yang dialami oleh rakyat dan elemen pro demokrasi di negeri ini. Mulai dari ancaman, pemukulan, penangkapan bahkan sampai pembunuhan. Semua tindakan kekerasan yang dialami oleh seluruh rakyat Indonesia adalah merupakan bentuk nyata dari watak reaksioner pemerintahan SBY-Boediono untuk membungkam kritik dan protes dari rakyatnya. Oleh karena itu, kami dari Pimpinan Pusat Front Mahasiswa Nasional menyatakan:

    Mengutuk tindakan kekerasan terhadap Aktivis ICW, Koran Tempo dan 2 orang reporter.
    Usut tuntas kasus kekerasan terhadap Aktivis ICW, Koran Tempo dan 2 orang reporter sekarang juga.
    SBY-Boediono harus bertanggungjawab atas sekian banyak tindakan kekerasan di Negeri ini.

Jakarta, 8 Juli 2010

Sekretaris Jendral

Pimpinan Pusat

Front Mahasiswa Nasional

Nur Shohib Ansyari

About fprindonesia

Front Perjuangan Rakyat (FPR) adalah aliansi organisasi-organisasi masyarakat sipil Indonesia yang pada awalnya dibentuk untuk merespon perayaan Hari Buruh se-Dunia 2008. FPR menyandarkan diri pada prinsip aliansi dasar klas buruh dan kaum tani sebagai komponen pokok perubahan sosial.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s