PRESS REALEASE FPR KAMIS 25 NOV_HAM 2010(2)

Press Release :

Untuk Peringatan Hari HAM Internasional 2010 dan Sikap FPR untuk Tindak Kekerasan dan Penembakan Kaum Tani di Jambi serta Kasus Penganiayaan (Sumkiyanti) dan Pembunuhan (Kikim Komalasari) TKI di Arab Saudi.

PEOPLES’ CAMP FOR HUMAN RIGHT

“PEKAN BERSAMA RAKYAT INDONESIA UNTUK PENEGAKAN HAK ASASI MANUSIA”

Hentikan Perampasan Upah, Tanah dan Kerja

Lawan Segala Bentuk Pelanggaran HAM

 

Salam Demokrasi!!

Tanggal 10 Desember pada setiap tahunnya selalu diperingati sebagai hari Hak Asasi Manusia (HAM) se-dunia. Hari tersebut menjadi sebuah momentum penting bagi rakyat diseluruh dunia, sebagai tanda pengingat bahwa perjuangan penegakan HAM adalah sebuah keharusan, karena HAM adalah hak dasar bagi setiap manusia dan tidak ada satupun pihak atau kekuatan yang berhak merampas kemerdekaan HAM seseorang. Hal ini pulalah yang kemudian menggugah kesadaran bagi setiap orang akan arti penting memperjuangkan HAM agar mendapatkan tempat yang layak, menjadikan HAM sebagai bagian yang penting untuk mendapatkan penghargaan tertinggi dalam kehidupan manusia.

Peringatan 62 tahun hari HAM kali ini masih akan menjadi sesuatu yang istimewa karena berlangsung ditengah situasi krisis ekonomi global yang tengah melanda seluruh dunia. Krisis ekonomi yang telah berlangsung lama ini tidak lepas dari kesenjangan perkembangan ekonomi dinegara-negara maju dengan negara terbelakang. Ketidakseimbangan ekonomi yang luar biasa besar mengakibatkan daya dukung ekonomi riil hilang. Kemampuan ekonomi masyarakat dalam melakukan transaksi langsung melemah akibat tekanan ekonomi yang bergeser pada ekonomi yang berpusat di sistem keuangan. Kondisi ini terjadi akibat tingkat pendapatan masyarakat dunia semakin menurun karena akumulasi ekonomi yang berlebihan dan berpusat di korporasi-korporasi besar. Kondisi ini menyebabkan hilangnya hak masyarakat atas akses ekonomi yang lebih baik.

Bagi masyarakat Indonesia, situasi krisis ekonomi dan keuangan global semakin memperburuk situasi krisis ekonomi yang juga terjadi di dalam negeri. Defisit perdagangan dan anggaran belanja yang diakibatkan rendahnya produksi nasional dan membanjirnya barang-barang impor serta dipadu dengan beban pembayaran utang dan bunga utang yang sangat tinggi, menyebabkan naiknya berbagai kebutuhan pokok serta hilangnya lapangan kerja bagi jutaan buruh di Indonesia. Hal inilah yang juga melahirkan perampasan tanah dan monopoli atas sumber-sumber produktif rakyat, kelaparan dan gizi buruk, serta berbagai bentuk tindakan kekerasan yang saat ini marak terjadi.

Situasi obyektif yang demikian menjadikan peringatan hari HAM sedunia kali ini mempunyai arti penting. Situasi ketika deklarasi universal atas pengakuan hak asasi manusia semakin bertambah usianya, namun disisi lain implementasi atas isi deklarasi universal tersebut sama sekali tidak menunjukkan perubahan yang berarti. Rakyat justru semakin sulit untuk mempertahankan haknya dan bahkan harus berjuang untuk memperolehnya. HAM sebagai hak dasar bagi rakyat di seluruh dunia semakin sulit untuk mendapatkan pengakuan, rakyat semakin tidak mudah mendapatkan pemenuhan atas haknya, termasuk juga jaminan perlindungan atas hak dasar yang dimilikinya.

Berkenaan dengan arti penting peringatan hari HAM tersebut, kami dari organisasi-organisasi rakyat maupun organisasi sosial yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat (FPR) mengambil sebuah inisiatif untuk menyelenggarakan sebuah rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk mengangkat, mengkampanyekan sekaligus menyebarluaskan tentang arti penting HAM sebagai hak dasar yang wajib dipenuhi, mendapatkan jaminan perlindungan serta ditempatkan pada posisi yang utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Rangkaian kegiatan ini akan digelar selama bulan Desember dengan kegiatan pucak KARNAVAL HAM pada tanggal 10 Desember 2010 bertepatan dengan peringatan hari HAM sedunia. Rangkaian kegiatan peringatan hari HAM se-dunia ini kami beri nama “PEOPLE’S CAMP FOR HUMAN RIGHT”.

Pada peringatan hari HAM kali ini, FPR akan mengusung tema Hentikan Perampasan Upah, Tanah dan Kerja serta Lawan Segala Bentuk Pelanggaran HAM. Tema  ini dalam pandangan FPR menjadi relevan mengingat sampai saat ini kaum buruh di Indonesia, termasuk buruh migran yang bekerja diluar negeri masih merasakan secara langsung berbagai bentuk perampasan upah yang dilakukan oleh pengusaha ataupun majikan. Tentu saja praktek perampasan upah ini adalah sebuah bentuk pelanggaran atas kemerdekaan seseorang untuk mewujudkan kesejahteraannya. Selain soal upah, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) juga menjadi masalah kongkret yang dihadapi oleh kaum buruh yang bekerja di indonesia. Hingga pertengahan Agustus 2009, BPS memperkirakan jumlah buruh yang di PHK mencapai 3 juta orang (sumber: Kompas). Tentu saja ini akan menambah jumlah angka pengangguran pada periode yang sama, angkanya diperkirakan mencapai 8,59 juta jiwa, setara dengan 7,41% dari jumlah total angkatan kerja yang jumlahnya 107 juta jiwa.

Disisi lain proses perampasan tanah melalui ekspansi perkebunan besar, taman nasional, pertambangan besar maupun project infrastruktur semakin massif terjadi dan seringkali menimbulkan korban jiwa dikalangan petani. Insiden penembakan petani yang terjadi terkahir di desa Senyerang, Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi oleh anggota Brimob Polri menjadi bukti bahwa kekerasan terhadap rakyat khususnya petani masih marak terjadi. Selama tahun 2010 saja, sedikitnya 10 petani tewas, 133 luka parah dan ringan akibat tindak kekerasan, dan 197 petani ditahan dengan berbagai tuduhan. Sedangkan angka perampasan tanah saat ini telah mencapai 24,7 juta hektar yang akan menyebabkan 11,4 juta orang kaum tani sengsara. Ditambah dengan rencana perluasan lahan sebesar 3,943,000 hektar oleh berbagai investor besar dan dipastikan akan merampas lahan pertanian, menyebabkan sedikitnya 175,000 jiwa petani tersingkir dari lahan garapannya (sumber : Aliansi Gerakan Reforma Agraria)

FPR dalam kesempatan ini juga mengecam tindak pelanggararan HAM yang masih kerap dialami oleh buruh migran Indonesia (BMI) yang bekerja di luar negeri. Kasus terakhir berupa penyiksaan yang dialami oleh Sumiati, ataupun kematian Kikim Komalasari, dua orang BMI yang bekerja di Arab Saudi semakin memperjelas lemahnya posisi pemerintah Indonesia untuk memberikan jaminan perlindungan terhadap keselamatan dan kehidupan warga negaranya. Pemerintah Arab Saudi dan majikan yang mempekerjakan memang bersalah dan pantas mendapatkan hukuman atas perlakuan ini. Akan tetapi, pemerintah Indonesia adalah pihak yang harus memberikan pertanggung jawaban atas terjadinya kasus ini. Bagaimanapun juga kepergian mereka untuk bekerja ke luar negeri adalah sepengetahuan pemerintah dan sudah seharusnyalah mereka memberikan jaminan perlindungan yang selayaknya didapatkan. Selama tahun 2010 saja, sedikitnya 908 orang BMI meninggal dunia dan 3 orang mendapatkan vonis tetap hukuman mati. Khusus di Arab Saudi, dari 5,500 BMI yang bekerja disana mayoritas bekerja sebagai Pekerja Rumah Tangga (PRT). Dari jumlah tersebut, 20% mengalami penganiayaan, 65% sakit sebagai akibat buruknya kondisi kerja, dan 15% orang mengalami tindak pemerkosaan (sumber: Migrant Care),

Sedangkan serangkaian kegiatan FPR dengan tema “PEOPLE’S CAMP FOR HUMAN RIGHT” ini akan diselenggarakan secara nasional diberbagai kota serta negara di luar negeri. 26 (dua puluh enam) kota di Indonesia serta 3 (tiga) negara yang ada di luar negeri telah memastikan diri ambil bagian dalam rangkaian kegiatan ini. Total massa yang akan terlibat dalam kegiatan ini baik di Indonesia maupun di luar negeri adalah 80,000 (delapan puluh ribu) orang. Kota-kota dan Negara yang telah memastikan diri adalah :

1.             Jakarta (Jabodetabek)

2.             Bandung, Jawa Barat

3.             Purwokerto, Jawa Tengah

4.             Semarang, Jawa Tengah

5.             Wonosobo, Jawa Tengah

6.             Jogjakarta

7.             Surabaya, Jawa Timur

8.             Malang, Jawa Timur

9.             Jombang, Jawa Timur

10.         Banyuwangi, Jawa Timur

11.         Denpasar, Bali

12.         Mataram, Nusa Tenggara Barat

13.         Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat

14.         Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat

15.         Kupang, Nusa Tenggara Timur

16.         Manado, Sulawesi Utara

17.         Palu, Sulawesi Tengah

18.         Makasar, Sulawesi Selatan

19.         Bulukumba, Sulawesi Selatan

20.         Gorontalo, Sulawesi Utara

21.         Bandar Lampung

22.         Palembang, Sumatra Selatan

23.         Jambi

24.         Bangka Belitung

25.         Medan, Sumatra Utara

26.         Pontianak, Kalimantan Barat

Luar Negeri:

27.         Hongkong

28.         Taiwan

29.         Macau

Berbagai kegiatan yang menjadi bagian dari  “PEOPLE’S CAMP FOR HUMAN RIGHT” ini adalah :

No Kegiatan Waktu Tempat Keterangan
1 Konfrensi Pers Kamis, 25 November 2010 Kantor KONTRAS, Jalan Borobudur No 14, Menteng Jakarta Pusat Penyampaian Rencana Kegiatan People’s Camp For Human Right dan Pernyataan Sikap serta Tindakan FPR dalam menyikapi Penembakan Kaum Tani di Jambi serta Penyiksaan dan Pembunuhan BMI (TKI) di Arab Saudi
2 Konfrensi Pers Rabu, 8 Desember 2010 Jakarta Media Center, Jalan Kebon Sirih No 32, Jakarta Pusat Penyampaian final persiapan Kampanye Peringatan Hari HAM Sedunia yang diselenggarakan oleh FPR
3 Festival Pendidikan Sepanjang Bulan November 2010 Kampus-kampus, pabrik, kampung dan desa-desa. Festival pendidikan ini diselenggarakan secara serentak dalam skala nasional, untuk memberikan pemahaman tentang HAM sebagai hak dasar yang harus mendapatkan penghargaan dan jaminan pemenuhan dari negara.
4 Kuliah umum §  Jakarta, 7 Desember 2010-11-24 

§  Kota-kota diluar Jakarta, 1-4 Desember 2010

§  Hong Kong, 5 Desember 2010

Jakarta, Hong Kong dan Kota-kota lain di Indonesia Seminar dan diskusi terbuka dengan tema seputar HAM dengan melibatkan seluruh sektor masyarakat 

 

7 Testimoni dan Panggung Budaya 4 & 5 Desember 2010 Jakarta Memberikan kesempatan kepada para korban pelanggaran HAM diberbagai sektor untuk memberikan testimoni, serta mengungkapkan harapan-harapan atas masalah pelanggaran HAM yang mereka alami. 

Menggelar panggung budaya dengan menampilkan kreasi seni rakyat yang berhubungan dengan HAM, pemutaran film, pementasan puisi, theater, musik dan pagelaran seni lainnya

8 Karnaval HAM 10 Desember 2010 §  Jakarta, mulai dari Bundaran HI menuju Istana Negara 

§  Kota-kota lain akan melakukan rally di pusat-pusat pemerintahan

Melakukan long march secara simpati dan menarik dengan mmbawa pernak-pernik yang bertemakan HAM, Penyampaian Orasi politik dan pandangan dan sikap FPR.

Dalam kesempatan ini juga FPR Secara khusus, untuk kasus penembakan petani di Jambi yang menewaskan 1 orang petani (Ahmad,45th) serta penyiksaan dan pembunuhan terhadap BMI yang bekerja di Arab Saudi (Sumiyati dan Kikim Komalasari), dengan ini FPR menyatakan sikap :

1. Mengutuk dan mengecam keras tindakan brutal dan represif aparat kepolisian Brimob Polda Jambi atas penembakan yang menewaskan, Ahmad (45 tahun), seorang petani anggota Persatuan Petani Jambi (PPJ) dan menuntut ditegakkannya hukum dengan menindak tegas pelaku penembakan;

2. Menuntut kepada pemerintah untuk menghentikan segala bentuk intimidasi kekerasan, terror, penengkapan dan kriminalisasi terhadap kaum tani, menuntut dilaksanakannya reforma agraria sejati;

3. Hentikan kekerasan terhadap Buruh Migran Indonesia (BMI) sekarang juga, usut tuntas seluruh kasus kekerasan yang menimpa BMI terutama kasus Sumiyati dan Kikim Komalasari;

4. Rativikasi konvensi PBB 1990 dan Hentikan Biaya penempatan berlebih BMI (stop Overcharging);

5. Hentikan perampasan Upah, tanah dan kerja.

Karena dalam pandangan FPR semua tindakan tersebut adalah fakta konkrit pelangaran HAM atas hak dasar rakyat dan menjadi tanggung jawab Negara dalam hal ini rezim SBY-Budiono untuk menyelesaikan semua berbagai bentuk pelanggaran HAM yang terjadi selama ini.

Penutup

Sejarah telah memberikan pelajaran penuh makna, bahwa konsistensi dalam perjuangan, kerja keras yang tak kenal lelah, akan memberikan buah manis terhadap kondisi jutaan rakyat diseluruh negeri. Hari Hak Asasi Manusi harus menjadi sebuah momentum bagi bangkitnya gerakan rakyat, menggemakan aspirasi perjuangan rakyat sekaligus menjadi arena untuk menggelorakan tuntutan rakyat menolak Perampasan atas Upah, Tanah dan Pekerjaan serta Menuntut di Hentikannya Berbagai Tindak Kekerasan kepada rakyat dan menuntut untuk di tegakkannya HAM di tanah Indonesia tercinta ini

Dan berikut adalah Contact Persons kawan-kawan FPR Nasional yang bisa di hubungi setiap saat :

Rudi HB Daman               : 0818-08974078 (Koordinator)

Hary Sandy                        : 081999431816 (Sekretaris)

Oki Firman Febrian       : 081389905787 (Dept. Propaganda)

Retno Dewi                        : 0817820952 (Bendahara)

Dan demikian Press Release  ini kami buat dan sampaikan untuk di ketahui bersama. Atas perhatian dan kerjasamanya di sampaikan terimakasih.

Hidup Rakyat Indonesia!!

Jayalah Perjuangan Rakyat!!

Jakarta, 25 November 2010

Hormat Kami,

FRONT PERJUANGAN RAKYAT  (FPR)

http://fprsatui.wordpress.com/

RUDI HB DAMAN

KOORDINATOR

HP: +62818-08974078

 

FRONT PERJUANGAN RAKYAT (FPR)

Jalan Cempaka Baru V No 30A RT 001/07 Kelurahan Cempaka Baru, Jakarta Pusat

Kontak Person : Rudi HB Daman +6281808974078, Hari Sandy +6281999431816

Website : https://fprsatumei.wordpress.com, email : fpr1mei@gmail.com


About fprindonesia

Front Perjuangan Rakyat (FPR) adalah aliansi organisasi-organisasi masyarakat sipil Indonesia yang pada awalnya dibentuk untuk merespon perayaan Hari Buruh se-Dunia 2008. FPR menyandarkan diri pada prinsip aliansi dasar klas buruh dan kaum tani sebagai komponen pokok perubahan sosial.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s