Inilah Tiga Prioritas yang Bakal Diusung Indonesia pada APEC 2013

Mendag memaparkan mengenai kesiapan Indonesia dalam penyelenggaran rangkaian pertemuan APEC dan Konferensi Tingkat Menteri ke-9 WTO tahun 2013 dimana Indonesia akan menjadi tuan rumah. (Foto: Evan Praditya, Harper's Bazaar)

Mendag memaparkan mengenai kesiapan Indonesia dalam penyelenggaran rangkaian pertemuan APEC dan Konferensi Tingkat Menteri ke-9 WTO tahun 2013 dimana Indonesia akan menjadi tuan rumah. (Foto: Evan Praditya, Harper’s Bazaar)

Menteri APEC menyatakan dukungannya pada prioritas yang ditetapkan Indonesia.

DAVOS, Jaringnews.com – Sebagai tuan rumah pertemuan Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) 2013, Indonesia akan mengusung tiga prioritas utama yakni mencapai the Bogor Goals, mewujudkan mencapai kesetaraan dalam pembangunan berkelanjutan, dan mendorong terwujudnya konektivitas.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan kepada para Menteri Ekonomi APEC hari ini, Jumat (25/1), dalam acara APEC Ministerial Working Lunch, di sela-sela pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF), di Davos, Swiss, seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya hari ini.

Menurut Mendag, ketiga prioritas tersebut diarahkan untuk mewujudkan tema APEC di bawah keketuaan Indonesia tahun ini, yaitu menjadikan ‘Asia Pasifik yang berdaya tahan sebagai mesin penggerak pertumbuhan dunia.’ “Untuk berkontribusi secara positif bagi perekonomian dunia, APEC harus mampu meningkatkan daya tahannya sendiri,” tegasnya.

Kepada para Menteri Ekonomi APEC yang hadir, Mendag menekankan pentingnya untuk melanjutkan upaya pencapaian the Bogor Goals. “Kita perlu memberikan penekanan yang seimbang dalam mendorong agenda Bogor Goals, yakni liberalisasi dan fasilitasi perdagangan, serta investasi yang didukung kerja sama ekonomi dan teknis, seperti yang tertuang dalam APEC Bogor Declaration tahun 1994,” ujarnya.

Mendag juga menggarisbawahi pentingnya mencapai pembangunan yang berkelanjutan dengan mengutamakan keadilan dan kesetaraan di antara ekonomi anggota APEC. Jurang pembangunan antar ekonomi dan antar pelaku usaha harus diperkecil, antara lain melalui program-proram asistensi dan investasi pengembangan SDM, dukungan nyata bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM), dan pengembangan inovasi yang dibarengi upaya untuk terus mendukung kelestarian lingkungan.

Dalam proses mengurangi emisi karbon, Indonesia tahun ini akan mengusulkan penambahan beberapa produk pertanian yang ramah lingkungan, seperti Crude Palm Oil (CPO) dan karet, agar dapat dimasukkan ke dalam daftar APEC Environmental Goods (EGs). Menurut Mendag, selain mendorong pelestarian lingkungan, produk berbasis pertanian ini juga dapat meningkatkan kesejahteraan para petani, dan pada akhirnya memperkecil disparitas ekonomi antar anggota.

Terkait dengan kesetaraan, Indonesia akan mendorong agar APEC dapat lebih memberdayakan UKM, perempuan, generasi muda dan kelompok-kelompok yang selama ini terpinggirkan. Mendag mengatakan, hal ini harus sejalan dengan upaya mencapai ketahanan pangan, pembukaan akses kepada pembiayaan, mendorong peningkatan kualitas kesehatan, termasuk pelibatan UKM dalam rantai produksi global.

Mendag Gita Wirjawan juga mengajak para Menteri Ekonomi APEC untuk meningkatkan daya saing kawasan Asia Pasifik dengan memperkuat konektivitas, sehingga transaksi perdagangan dapat menjadi lebih murah, cepat, mudah, dan aman.

Selain ketiga agenda di atas, Mendag mengungkapkan bahwa pada pertemuan Ministers Responsible for Trade (MRT) tahun ini di Surabaya pada tanggal 20-21 April 2013, Indonesia akan mengajak para Menteri APEC untuk memberikan dukungan optimal bagi upaya mengatasi kebuntuan Perundingan Putaran Doha. Sebagai tuan rumah Konferensi Tingkat Menteri World Trade Organization (WTO) 2013, Indonesia akan berupaya agar dapat dicapai kesepakatan di bidang Fasilitasi Perdagangan dan apa yang dikenal sebagai Paket Negara Kurang Berkembang (Least Developed Countries Package).

Pada kesempatan ini, para Menteri APEC atau yang mewakili menyatakan dukungannya pada prioritas yang ditetapkan Indonesia. Sebagian juga menyatakan harapannya bahwa dengan kembalinya APEC ke tempat di mana Bogor Goals dicetuskan 19 tahun lalu, APEC dapat menghimpun kembali energinya untuk mendorong kerjasama yang lebih dalam.(rd-fpr)#

sumber:http://jaringnews.com/internasional/uni-eropa/32871/inilah-prioritas-yang-bakal-diusung-indonesia-pada-apec-

Advertisements

About fprindonesia

Front Perjuangan Rakyat (FPR) adalah aliansi organisasi-organisasi masyarakat sipil Indonesia yang pada awalnya dibentuk untuk merespon perayaan Hari Buruh se-Dunia 2008. FPR menyandarkan diri pada prinsip aliansi dasar klas buruh dan kaum tani sebagai komponen pokok perubahan sosial.
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s