FPR Serukan untuk Turun ke Jalan Beri Peringatan pada Jokowi- JK dan Tuntut Cabut UU Pilkada.

jokowi-jk-2Jakarta, 17/10/2014. Menjelang pelantikan Jokowi –JK sebagai Presiden pada 20 Oktober 2014, Front Perjuangan Rakyat (FPR) melalui kordinatornya Rudi HB Daman, menyerukan kepada seluruh FPR di berbagai wilayah dan daerah serta seluruh organisasi yang tergabung dalam FPR untuk turun kejalan pada tanggal 20 Oktober 2014 dalam momentum pelantikan Jokowi –JK sebagai presiden.

Sebagaimana diketahui bersama oleh seluruh rakyat, bahwa pada tanggal, 20 Oktober 2014 adalah hari pelantikan Jokowi-JK sebagai presiden dan wakil presiden oleh MPR. Dan dalam momentum tersebut jug semua orang dimobilisasi untuk melakukan perayaan pelantikan Jokowi-JK.

Bagi FPR hal ini adalah kekonyolan jika kita pun ikut merayakan keberhasilan SBY yang telah 10 tahun menindas Rakyat. Maka tanggal 20 Oktober mendatang tetaplah harus melakukan aksi-aksi protes atas kegagalan SBY dalam mensejahterakan rakyat dan memberikan peringatan kepada pemerintahan baru Jokowi-JK agar tidak melanjutkan dan meniru jejak pemerintahan SBY. Sampai di hari akhir kekuasaannya, SBY telah banyak menimbun derita bagi rakyat sepanjang 10 (sepuluh) tahun kekuasaanya. Tentu rakyat tidak sudi melepaskannya dengan segala kebohongan dan klaim keberhasilannya selama berkuasa. Dan yang paling panas adalah UU PILKADA. SBY terus memaksakan berbagai kebijakan yang merampas hak rakyat. Atas nama efisiensi anggaran dan memberantas korupsi, SBY memaksakan pengesahan UU perampas hak politik Rakyat, yakni Undang-undang pemilihan kepala daerah (UU PILKADA). Undang-undang ini telah secara lansung memutarbalikkan hakekat demokrasi dan merampas kedaulatan rakyat yang selanjutnya mengancam hilangnya jaminan pemenuhan hak ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Kata Rudi.

Menurut Rudi, Pengalaman penindasan yang dilakukan oleh Pemerintahan SBY maupun Rezim-rezim sebelumnya harus dapat menjadi pelajaran bagi pemerintahan Jokowi-JK. Begitu juga bagi rakyat harus terus bersatu dan memperbesar kekuatan untuk melawan-skema-skema penindasan serupa di masa-masa rezim Jokowi –JK sebagai sosok Populis yang akan berkuasa kedepan.

Jokowi –JK harus sunguh-sungguh menjalankan dan merealisasikan janji-janji selama kampanyenya, jika tidak tentu rakyat akan menghajarnya tanpa ragu, sebab Rakyat tidak akan pernah berhenti berjuang dan menuntut pemenuhan atas haknya. Tegas Rudi.

Maka untuk momentum puncak kampanye, Diserukan kepada seluruh komite kerja dan organisasi anggota FPR disetiap daerah dan wilayah agar menyelenggarakan AKSI SERENTAK pada tanggal 20 Oktober, dengan sasaran Aksi di pusat-pusat pemerintahan setempat, terutama di Kantor Gubernuran dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Khusus untuk yang berada diluar Negeri, Aksi dapat jalankan di Kedutaan-kedutaan besar (Kedubes) atau Konjen (KJRI) ataupun bentuk-bentuk Instansi perwakilan pemerintah RI diluar Negeri tempat kerja masing-masing. (rd-2014).#

About fprindonesia

Front Perjuangan Rakyat (FPR) adalah aliansi organisasi-organisasi masyarakat sipil Indonesia yang pada awalnya dibentuk untuk merespon perayaan Hari Buruh se-Dunia 2008. FPR menyandarkan diri pada prinsip aliansi dasar klas buruh dan kaum tani sebagai komponen pokok perubahan sosial.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s