FPR SUMUT Gelar Aksi Dalam Pelantikan Presiden dan Wapres Jokowi-JK 20 Oktober 2014

IMG_20141020_120552Medan, 20/10/2014. Ratusan massa aksi yang bergabung dalam aliansi Front Perjuangan Rakyat Sumatera utara yang terdiri dari Gabungan Serikat Buruh Independen (GSBI), Kelompok Tani Maju Jaya (KTMJ-AGRA) dan Front Mahasiswa Nasional (FMN Cab. Medan), menggelar aksi massa di depan DPRD SUMUT dalam pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI ke-7 Joko Widodo-Jusuf Kalla (20/10/2014). Serah terima jabatan dari Pemerintahan SBY ke Jokowi-Jusuf kalla dianggap sebagai momentum yang harus dikawal ke depan untuk menagih janji-janji Jokowi-JK dalam mensejahterakan rakyat Indonesia.

Dalam orasi politiknya Tarek sebagai Pimpinan Aksi FPR Sumut, menegaskan “ Selama 10 tahun SBY berkuasa di Indonesia, telah terbukti gagal mensejahterakan rakyat Indonesia. Berbagai persoalan dihadapi rakyat; mulai dari politik upah murah, system outsorcing dan kerja kontrak, masifnya perampasan tanah, rendahnya akses rakyat atas pendidikan dan lapangan kerja serta meningkatnya tindak-tindak kekerasan yang dialami oleh rakyat Indonesia saat SBY berkuasa 10 tahun. “Lanjutnya, kasus-kasus buruh di Indonesia contohnya seperti kasus PHK PT. Hockinda lestari yang sudah melakukan demonstrasi sejak 3 bulan yang di depan pabrik, harus dapat diselesaikan ke depan oleh pemerintahan Jokowi-JK. Jokowi tidak boleh meniru kegagalan-kegagalan yang telah dijalankan SBY dan kami pasti akan menagih janji-janji dari bapak Jokowi untuk memperbaiki nasib rakyat, Tuturnya”.

Aksi Dari FPR Sumut ini, disambut oleh salah-satu anggota fraksi DPRD Sumut . Anggota DPRD Sumut tersebut berjanji akan memperjuangkan aspirasi dan tuntutan buruh PT. Hockindo Lestari. Dan bahkan berjanji meneruskan kasus ini ke lembaga tinggi legislatif DPR RI agar mendapat perhatian untuk menyelesaikan kasus PHK dari buruh PT. Hockindo Lestari.

Dalam pernyataan sikapnya mereka menyerukan agar Pemerintahan Jokowi-JK tidak Meniru Kegagalan 10 Tahun SBY dan mereka juga menyampaikan tuntutan lain yaitu; menolak rencana kenaikan BBM, Melawan Politik Upah murah hapuskan system outsorcing-kerja kontrak, hapuskan BPJS dan berikan jaminan penuh bagi kesehatan rakyat, hentikan perampasan dan monopoli tanah, stop tindak kekerasaan terhadap rakyat serta berikan pendidikan dan pekerjaan bagi seluruh rakyat Indonesia. Mereka juga menuntut agar dikembalikannya Pemilukada langsung oleh rakyat dan menolak pemilukada melalui DPRD.(rp-FPR2014)#

Sumber: FPR Sumut (Ahmadsyah/Ketua DPD SUMUT GSBI)

Advertisements

About fprindonesia

Front Perjuangan Rakyat (FPR) adalah aliansi organisasi-organisasi masyarakat sipil Indonesia yang pada awalnya dibentuk untuk merespon perayaan Hari Buruh se-Dunia 2008. FPR menyandarkan diri pada prinsip aliansi dasar klas buruh dan kaum tani sebagai komponen pokok perubahan sosial.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s