Indonesia di G20 Dinilai Hanya sebagai Pasar

g20 australiaFront Perjuangan Rakyat menilai keanggotaan Indonesia dalam kelompok G-20 memang sama sekali tak menguntungkan. Sebagai tempat perkumpulan negara maju, keberadaan Indonesia diperlukan hanya sebagai penyumbang sumber bahan baku dan pasar bagi produk-produk negara maju itu.

“Ya benar sih Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti itu. Tapi itu kalau serius, bagus menentang keberadaan Indonesia dalam G-20,” kata Rudi HB Daman, Koordinator FPR saat dihubungi, Jakarta, Rabu [12/11].

Rudi mengatakan, pihaknya sejak jauh-jauh hari telah menyuarakan bahwa keberadaan Indonesia dalam forum-forum internasional dan regional sama sekali tak menguntungkan. Apalagi perkumpulan seperti itu sama sekali tak seimbang antara negeri seperti Indonesia dengan Amerika Serikat.

Pihak-pihak yang diuntungkan dengan keberadaan forum-forum seperti itu tentu saja negara-negara maju. Sebab, sumber bahan baku untuk produk mereka terjamin lewat negara-negara berkembang yang kaya akan sumber daya dan juga menjadikannya sebagai pasar.

Secara terpisah, Ali Paganum dari Aliansi Gerakan Reforma Agraria mengingatkan, hasil keputusan Forum Kerja Sama Asia Pasifik tentang perdagangan bebas akan membawa dampak berat kepada

Indonesia. Selain soal perluasan liberalisasi pasar keuangan, juga akan membuka pasar tenaga kerja.

Asing tak lagi hanya menduduki jabatan-jabatan setingkat manajer, tetapi lewat kebijakan tersebut tenaga kerja tingkat terendah pun bisa dipasok dari luar. Karena itu, kata Ali, tentu saja tenaga kerja Indonesia akan kalah karena tingkat keterampilannya rendah untuk menggunakan teknologi.

“Tenaga kerja kita kan terbelakang karena industri kita lamban. Maka, kondisi dan situasi yang akan kita hadapi semakin sulit dan parah,” kata Ali.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meminta Presiden Joko Widodo keluar dari organisasi internasional negara maju dan berkembang G-20. Pasalnya, keberadaan Indonesia dalam perkumpulan regional itu hanya merugikan pelaku bisnis di sektor kelautan dan perikanan.

Para pemimpin anggota Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik [APEC} pada Selasa [11/11] kemarin sepakat mendukung peta jalan menuju FTAPP seperti usul Beijing. Hal itu kemudian dideklarasikan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, sebagai tuan rumah bersama 20 anggota lainnya dalam penutupan Konferensi Tingkat Tinggi APEC.

Untuk mendukung FTAPP, maka akan dilakukan kajian selama 2 tahun. Konsep tersebut dianggap sebagai tandingan Kemitraan Asia Pasifik [TPP] yang digagas Amerika Serikat dengan melibatkan 12 negara tanpa mengikutsertakan Tiongkok dan Rusia. [*]

Sumber berita : Kristian Ginting, http://geotimes.co.id/kebijakan/bisnis-keuangan/11504-indonesia-di-g20-dinilai-hanya-sebagai-pasar.html

Advertisements

About fprindonesia

Front Perjuangan Rakyat (FPR) adalah aliansi organisasi-organisasi masyarakat sipil Indonesia yang pada awalnya dibentuk untuk merespon perayaan Hari Buruh se-Dunia 2008. FPR menyandarkan diri pada prinsip aliansi dasar klas buruh dan kaum tani sebagai komponen pokok perubahan sosial.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s