FPR Mengecam Tindakan Refresif Aparat Kepolisian Terhadap Aksi Buruh Tangerang

10857981_1543497442562769_57129564151058325_nTindak represifitas oleh aparat kepolisian terhadap buruh kembali terjadi. Kali ini Kamis, 11 Desember 2014 puluhan ribu di Kabuapaten Tangerang, Banten yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Tangertang Raya (ALTAR) yang melakukan aksi menuntut revisi angka UMK 2015 dari Rp. 2.710.000,- menjadi Rp. 3.200.000,- dan menolak penaikan harga BBM menjadi korban kebrutalan dan tindakan refresif aparat kepolisian.

Aksi Buruh Tangerang Raya yang berlangsung di Kantor Bupati Tangerang pada Kamis 11 Desember 2014 secara damai berakhir ricuh karena propokasi dari satpol PP yang dibantu polisi mendorong-dorong masa buruh dengan kasar dan langsung menyerang dengan memukul membubarkan aksi kaum buruh. Ribuan buruh yang menggelar aksi damai ini mendapatkan pukulan, tendangan dan pentungan dari aparat kepolisian yang berjaga, tidak berhenti disitu aparat kepolisian mengejar massa dengan mobil dan motor, menembaki buruh dengan gas air mata. Aparat polisi melakukan penyerangan dengan membabi-buta sepanjang jalan dari kawasan Millenium sampai lampu merah Tigaraksa, 2 mobil komando menjadi sasaran tembakan. Tembakan gas air mata pun nyasar ke rumah-rumah warga dan pertokoan sepanjang jalan. Warga sekitar pun berlarian ke rumah masing-masing dan menutup tokonya. Selain itu buruh yang berseragam serikat terus di sweaping oleh polisi yang berkendaraan motor ditangkap dan dipukulin memakai pentungan.  Dua (2) orang buruh ditangkap (Murdianto dan Nurul Mahmud), 8 buruh luka- luka yang  parah dan dilarikan ke Rumah Sakit Harapan Mulia, Rumah Sakit Mulia Insani dan Rumah sakit Siloam Tangerang. Selain itu puluhan kendaraan motor roda 2 rusak dan 1 mobil komando rusak dan perangkatnya serta di kabarkan 1 (satu) orang buruh meninggal korban dari pukulan popor senjata polisi.

10347644_596293283836773_1723394173102439868_nAtas insiden tersebut, Front Perjuangan Rakyat (FPR) melalui kordinatornya, Rudi HB Daman menyampaikan bahwa FPR sangat menyayangkan dan mengecam keras tindakan represif yang dilakukan oleh aparat kepolisian. “FPR mengecam keras apa yang dilakukan oleh pihak kepolisian terhadap aksi buruh Tangerang ini yang menggelar aksi damai untuk memperbaiki taraf hidup, tidak seharusnya polisi dengan seenaknya memukul dan menendang buruh secara brutal yang sedang melakukan aksi. Apa yang dilakukan oleh kepolisian menunjukkan bahwa aparat kepolisian dibawah rejim Jokowi-JK tidak ubahnya ketika sepuluh tahun dibawah pemerintahan SBY. Pemerintahan Jokowi-JK masih saja menggunakan cara-cara kekerasan untuk meredam aspirasi kaum buruh, dimana seharusnya Negara menjamin adanya kebebasan untuk menyampaikan pendapat bagi rakyatnya, apalagi ini masih dalam momentum peringatan hari HAM jadi sangat tidak pantas”. tegas Rudi.

Advertisements

About fprindonesia

Front Perjuangan Rakyat (FPR) adalah aliansi organisasi-organisasi masyarakat sipil Indonesia yang pada awalnya dibentuk untuk merespon perayaan Hari Buruh se-Dunia 2008. FPR menyandarkan diri pada prinsip aliansi dasar klas buruh dan kaum tani sebagai komponen pokok perubahan sosial.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s