Pernyataan Sikap FPR Dalam Peringatan Hari Perempuan Internasional 8 Maret 2015

IMG_8996 Selamat Hari Perempuan Internasional 08 Maret 2015

“HENTIKAN PENINDASAN DAN KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN” – Pemerintahan Baru Jokowi-JK Belum Mampu Berikan Perlindungan Terhadap Perempuan dan Rakyat Indonesia. TURUNKAN HARGA BERAS.

Salam Demokratis !!

Tanggal 8 Maret 2015 ini merupakan Hari Perempuan Internasional yang sudah diperingati semenjak 8 Maret 1917. HPI merupakan momentum bersejarah bagi perjuangan kaum perempuan di dunia dalam memperjuangkan hak ekonomi, politik dan sosial budaya. Awalnya Buruh perempuan di Amerika dan Eropa melakukan demonstrasi besar-besaran untuk menuntut “Bread and Peace” sebagai kritikan atas penghisapan dan penindasan yang dilakukan imperialisme yang merampas hak-hak sipil dan mengobarkan perang dunia I.

Sementara itu, Peran perempuan merupakan elemen penting dalam perjuangan kehidupan berbangsa dan bernegara. Kebangkitan perempuan sejatinya akan membawa perjuangan lebih dekat dengan takdirnya untuk bersama-sama meraih emansipasi baik dalam hal ekonomi, politik dan sosial budaya. Jumlah perempuan sebagai tenaga kerja pun di Indonesia semakin sebanding dengan jumlah tenaga kerja laki-laki. Bahkan dari waktu ke waktu jumlah perempuan yang menjadi tulang punggung di dalam keluarga semakin meningkat.

Akan tetapi, kondisi Perempuan Indonesia hingga saat ini masih saja mendapatkan bentuk-bentuk penindasan baik dalam hal kekerasan dan diskriminasi. Peran dan kedudukan perempuan masih dianggap menjadi unsur yang pasif (pelengkap) dan diletakkan sebagai manusia kelas dua yang berdampak pada perampasan atas hak emansipasi perempuan dalam kehidupan bernegara dan berbangsa.  Dalam periode 2003-2013 saja data umum kekerasan terhadap perempuan Indonesia menunjukan kenaikan yang signifikan. Tahun 2003 tercatat jumlah perempuan yang mengalami kekerasan sebanyak 7787, sementara 10 tahun kemudian pada tahun 2013 angka kekerasan meningkat menjadi 279.688 kasus. Ini hanya menjadi gambaran kasar dari seluruh tindak kekerasan dan penindasan yang terjadi pada perempuan Indonesia setiap saat. Peningkatan angka kekerasan baik fisik, seksual  terhadap perempuan menunjukan bahwa selama ini tidak pernah ada penanganan yang serius terhadap kondisi perempuan Indonesia, khususnya oleh pemerintah yang menjadi pihak yang paling bertangung -jawab. Sementara kasus kekerasan juga tidak kalah dialami oleh Buruh Migran Indonesia (BMI) yang bekerja di luar negeri. Dari jumlah 8 juta BMI, hampir 90% adalah kaum perempuan Indonesia. Berdasarkan data BNP2TKI saja (Versi pemerintah), selama bulan Januari 2015 ini telah terjadi 300 angka kekerasan yang dialami BMI. Tentu sangat ironi di tengah rejim Jokowi-JK di saat kampanye berjanji melindungi BMI yang bekerja di luar negeri.

Penindasan secara ekonomi terhadap perempuan terlihat tampak dengan adanya diskriminasi kesenjangan upah antara laki-laki dan perempuan yang mencapai 19%. Padahal dari tahun ke tahun buruh perempuan semakin meningkat yang bekerja di pabrik-pabrik maupun menjadi buruh tani di pedesaan akibat perampasan dan monopoli tanah oleh perkebunan maupun perusahaan. Akibat monopoli tanah dan sempitnya lapangan kerja, juga semakin mendorong meningkatnya BMI bekerja di luar negeri yang saat ini telah mencapai angka 8 juta orang. Sementara secara politik, masih terhambatnya perempuan untuk terlibat aktif menyuarakan aspirasinya melawan ketidakadilan melalui perjuangan-perjuangan di dalam organisasi. Sehingga partisipasi perempuan masih rendah untuk berorganisasi karena selalu mengalami depolitisasi dari sistem politik hingga cap yang berkonotasi negatif. Dan secara budaya, perempuan masih mengalami penindasan patrialkal yang selalu direndahkan baik dalam keluarganya maupun di tengah-tengah keluarga. Demikian budaya liberal imperialis yang memposisikan perempuan sebagai komoditas yang selalu dilecehkan dan dapat diperdagangan.

Selanjutnya, FPR memandang kenaikan harga beras yang menjulang tinggi mulai dari Rp. 10.000,- hingga Rp. 15.000,- akhir-akhir ini adalah bentuk kegagalan pemerintahan Jokowi-JK untuk memberikan kesejahteraan dan ketahanan pangan di Indonesia. Bahkan Jokowi malah menghina  rakyatnya dengan beras miskin dari program pasar BULOG. Ini sungguh ironi, karena beras adalah kebutuhan pokok seluruh rakyat Indonesia yang berjumlah sekitar 252 juta.  Tentu yang berhadapan langsung dengan realita kenaikan Beras maupun LPG dan BBM, adalah kaum perempuan atau ibu-ibu. Sehingga banyak kaum perempuan atau ibu-ibu mengalami depresi mengatur pendapatan yang pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan pokok atau beras yang harganya selangit.

Oleh karena itu, kami dari FRONT PERJUANGAN RAKYAT (FPR) dalam Peringatan Hari Perempuan Internasional 08 Maret 2015 bertepatan pada Car Free Day ini menuntut:
1.    Hentikan Penindasan, kekerasan dan diskriminasi terhadap kaum perempuan Indonesia serta hentikan perdagangan perempuan dan anak.
2.    Ciptakan UU PRT dan UU Buruh Migran Indonesia yang memberikan kepastian perlindungan dan kesejahteraan oleh Negara.
3.    Turunkan Harga Beras, LPG, BBM dan kebutuhan pokok rakyat Indonesia.
4.    Hentikan politik upah murah dan perampasan upah, Naikkan Upah buruh.
5.    Hentikan perampasan dan monopoli tanah, Laksanakan Land Reform Sejati dan bangun Industri nasional.

Demikian Pernyataan sikap ini FPR sampaikan, Semoga Pemerintahan Jokowi-JK dapat memenuhi tuntutan rakyat Indonesia. Dan terakhir selamat Hari perempuan Internasional 8 Maret 2015.

Perempuan Indonesia Bangkit Melawan Penindasan!
Jayalah Perjuangan Rakyat !

Jakarta, 8 Maret 2015
Hormat kami
Front Perjuangan Rakyat (FPR)

RUDI HB. DAMAN
Koordinator Umum

About fprindonesia

Front Perjuangan Rakyat (FPR) adalah aliansi organisasi-organisasi masyarakat sipil Indonesia yang pada awalnya dibentuk untuk merespon perayaan Hari Buruh se-Dunia 2008. FPR menyandarkan diri pada prinsip aliansi dasar klas buruh dan kaum tani sebagai komponen pokok perubahan sosial.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s