Release FPR Tanggapi Himbauan untuk tidak melakukan kegiatan aksi atau giat pengerahan massa selama pelaksanaan KAA

polTidak ada Syarat Jokowi Nasionalis dan Demokratis, Faktanya Fasis !

​Jakarta, 8/4/2015. Konferensi Asia Afrika (KAA), dalam sejarahnya adalah Forum internasional yang diselenggarakan oleh Negara-negara didua kawasan (Asia dan Afrika), dengan semangat Anti Penjajahan dan Anti Imperialisme, dengan tujuan untuk mewujudkan kemerdekaan dan kedaulatan semua Bangsa.

Hari ini, menjelang peringatan 60 Th. KAA, Jokowi Justeru dengan tegas memberikan pelarangan kepada Rakyat untuk menyampaikan aspirasinya, melalui surat edaran No. B/3959/III/2015/Datro. Tertanggal 17 Maret 2015. Perihal: Himbauan untuk tidak melakukan kegiatan aksi atau giat pengerahan massa selama pelaksanaan KTT.

Atas hal ini, Rudi HB. Daman, Kordinator Front Perjuangan Rakyat (FPR) menilai bahwa, kebijakan tersebut selain sebagai cermin atas pengkhianatan semangat KAA, hal ini juga menunjukkan bahwa Jokowi adalah Rezim yang Fasis dan Anti Kritik.

Dengan kebijakan ini,  Jokowi beserta segenap jajaran Pemerintahannya telah melanggar UU Amandemen ke 4, pasal 28, tentang kebebasan menyampaikan pendapat dimuka umum. Juga UU No 9. Th. 1998 tentang kebebasan menyampaikan pedapat di Muka umum, Tegas Rudi.

Untuk itu, sebagai Koordinator FPR, Rudi menyerukan kepada seluruh Organisasi Anggota dan Jaringan FPR serta seluruh Rakyat Indonesia untuk terus Mempersiapkan diri, terus mengintensifkan pendidikan-pendidikan massa, mematangkan analisis dan penilaian atas derita rakyat selama ini yang juga tidak akan luput dari pembicaraan pemerintah selama Agenda KAA mendatang.

Rudi juga mengajak semua pihak untuk ambil bagian dan turut serta dalam Mensukseskan Konferensi Rakyat anti Imperialisme, yang akan diselenggarakan oleh FPR dalam merespon KAA, 23 April mendatang. Serta berbagai rangkaian aksi selama pelaksanaan KAA.

Konferensi rakyat dan seluruh rangkaiannya tersebut, diselenggarakan guna membongkar Hakekat KAA saat ini yang telah jauh mengkhianati Semangat awalnya pada tahun 1955 silam dan, peranan Indonesia sebagai kaki tangan Imperialis, terang Rudi (red-842015)#

About fprindonesia

Front Perjuangan Rakyat (FPR) adalah aliansi organisasi-organisasi masyarakat sipil Indonesia yang pada awalnya dibentuk untuk merespon perayaan Hari Buruh se-Dunia 2008. FPR menyandarkan diri pada prinsip aliansi dasar klas buruh dan kaum tani sebagai komponen pokok perubahan sosial.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s