FPR Terus Lakukan Persiapan Menyikapi Peringatan 60 tahun KAA

?????????????????????????????????????Semangat dan tujuannya peringatan 60 th. KAA 19-24 April 2015, telah jauh meninggalkan sejarahnya. Pelarangan merespon peringatan KAA, salah satu cermin hilangnya kedaulatan yang menjadi semangat KAA pertama. Tegas Rudi HB. Daman, Koordinator FPR.

Kamis, 09/04/2015, Front Perjuangan Rakyat (FPR) kembali menggelar diskusi sebagai salah satu tahapan konsolidasi menuju puncak kampanye menyikapi peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) dan peringatan hari buruh sedunia (May Day) 1 Mei 2015. Diskusi ini di inisiasi oleh Gabungan Serikat Buruh Independen (GSBI) bertempat di Sekretariat FPR (9/4/2015).Sejak beberapa bulan yang lalu, Pemerintah terus mengkampanyekan persiapan dan skema pengamanannya untuk menjaga pelaksanaan Konferensi Asia dan Afrika, 19-24 April mendatang. Pemerintah juga telah menerbitkan surat edaran tentang pelarangan aksi atau giat pengerahan massa selama pelaksanaan KAA. Surat tersebut diterbitkan dengan No. B/3959/III/2015/Datro, tertanggal 17 Maret 2015.

Front Perjuangan Rakya (FPR) yang memiliki agenda penyikapan atas pertemuan KAA beberapa kali sempat dihubungi oleh pihak kepolisian yang mempertanyakan rencana kegiatan kampanye FPR untuk menyikapi pertemuan KAA. Bahkan di Tangerang, pihak Intelkam Polresta Tangerang menghubungi langsung salah satu Pimpinan GSBI Tangerang, “meminta GSBI agar tidak melakukan aktifitas apapun, terutama aksi-aksi selama pelaksanaan KAA hingga Pra-May Day, demi mengamankan pelaksanaan KAA”.

“ …Pemerintah sedang membutuhkan banyak dana dan investasi untuk membiayai pembangunan dan sejumlah program ditanah Air. Karenanya, melalui forum KAA ini pemerintah akan mempromosikan program dan peluang Investasi di Indonesia, jadi mohon agar tidak diganggu dengan aktifitas demonsrasi dan aktifitas lainnya yang bisa menggagalkan usaha tersebut”, penggalan kalimat yang disampaikan oleh Intelkam Polresta Tangerang via Telpon.

Diskusi yang diselenggarakan FPR ini mengangkat tema, “Kerjasama Selatan-selatan Perspektif Gerakan Rakyat” Menyambut kampanye massa Konferensi Asia Afrika (KAA) 19 – 24 April 2015, dengan narasumber Ario Aditiyo, Direktur Institute for National and democracy Studies/INDIES.

Rudi HB. Daman selaku Kordinator FPR, secara lansung memimpin diskusi ini, dalam pembukaannya menyampaikan bahwa, Arti penting dari diskusi ini adalah “untuk membongkar hakekat peringatan KAA yang akan diselenggarakan pada Bulan April mendatang yang telah melenceng dari semangat, tujuan dan prinsipnya dalam penyelenggaraan perdana 60 (enam puluh) tahun silam”. Jadi, diskusi ini diselnggarakan untuk memperkuat pemahaman bersama atas latarbelakang KAA dan perkembangannya serta hubungannya dengan kebijakan pemerintah dan situasi yang dihadapi oleh rakyat saat ini.

Sebagai gambaran umum atas pergeseran makna dan semangat KAA saat ini, dapat dilihat dalam kenyataan kondisi rakyat, khususnya kaum buruh saat ini. Dimana ada kenyataan semakin merosotnya upah buruh dan pendapatan rakyat akibat berbagai kebijakan pemerintah dibalik kerjasama-kerjasam internasional, yang dijalankan secara bilateral dan multilateral. Sama halnya dengan peringatan KAA kali ini, yang dibungkus dengan tema “meperkuat kerjasama selatan-selatan” yang jelas sangat meng-Ilusikan rakyat, hanya akan digunakan oleh Imperialisme untuk menciptakan berbagai skema dan kerjasama baru yang menindas rakyat, Jelas Rudi.

Hal tersebut, semakin nyata dibuktikan dengan paket kebijakan kemitraan strategis Asia-Afrika baru (New Asia-Africa Strategic partnership/NAASP), yakni kesepakatan yang dilahirkan pada peringatan KAA tahun 2005. Melalui kesepakatan tersebut, pemerintahan Negara-negara anggota KAA yang sebagian besar sudah menjadi boneka bagi Kapitalisme monopoli (Imperialisme), telah mengubah haluan KAA menjadi forum terbuka dengan berbagai kerjasama kebijakan neo-liberalisme, lanjut Rudi.

Ario Aditiyo, sebagai salah satu pembicara dalam presentasinya menjelaskan bagaimana upaya kedua blok Bloka Barat pimpinan Amerika Serikat dan blok Timur pimpinan Uni Soviet terus berebut pengaruh selama perang dingin berlansung. Amerika Serikat sebagai kekuatan yang memimpin blok barat pada masa itu, melakukan perluasan pengaruh dan dominasinya diberbagai belahan dunia dengan berbagai upaya paksa, sehingga lahir menjadi kekuatan tunggal Imperialisme yang mendominasi dunia dan menghisap rakyat hingga saat ini.

Sebagai tahapan tertinggi Kapitalisme dengan wataknya yang Eksploitatif, Akumulatif dan, Ekspansif, Imperialisme telah menjalankan skema pengisapan-penghisapan yang sedemikian parahnya, baik melalui perang dan agresi, maupun dengan meng-optimalkan peranan pemerintah boneka ciptaannya. Dalam sector Industri, Imperialisme menindas kaum buruh dengan penghisapan nilai lebih ribuan kali lipat diatas upah yang diterima oleh buruh. Sementara dalam upaya mengakumulasi bahan mentah, Imperialisme melakukan perampasan-perampasan tanah dipedesaan dan penggusuran terhadap Rakyat di perkotaan, Jelas Ario.

Saat ini, kita hidup didalam system tersebut yang khususnya di Indonesia telah diperkuat dengan system setengah feodal sebagai pijakannnya, sehingga rakyat kehilangan syarat untuk mendapatkan kesejahteraannya akibat penghisapan demi penghisapan yang tidak berjeda ditimpakan kepada rakyat. Dengan keadaan yang telah melenceng jauh dari semangat awalnya, bahkan akan dipoles dengan bungkus apapun, pringatan 60 tahun KAA mendatang tidak akan berarti apa-apa bagi rakyat.

Kaum buruh dan seluruh rakyat akan terbebas dari setiap penghisapan yang dialaminya saat ini, hanya dengan persatuan yang kuat untuk perjuangan bersama dibawah pimpinan aliansi kaum buruh dan tani, tegas Ario menutup Presentasinya. (red-FPR2015)#

About fprindonesia

Front Perjuangan Rakyat (FPR) adalah aliansi organisasi-organisasi masyarakat sipil Indonesia yang pada awalnya dibentuk untuk merespon perayaan Hari Buruh se-Dunia 2008. FPR menyandarkan diri pada prinsip aliansi dasar klas buruh dan kaum tani sebagai komponen pokok perubahan sosial.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s