FPR GELAR PANGGUNG RAKYAT TOLAK PENGUSURAN

IMG_20150823_194601[1]FPR NEWS. Pada minggu, 23 Agustus 2015, bertempat di pelataran Gedung YLBHI, Jl. Diponegoro No 74, Menteng, Jakarta Pusat, Front Perjuangan Rakyat (FPR) beserta Warga korban penggusuran dan elemet masyarakat lainnya mengadakan acara panggung rakyat dengan tema “Hentikan Penggusuran Dan Berikan Tempat Tinggal Yang Layak”.

Panggung rakyat ini adalalah ajang konsolidasi bagi masyarakat dari berbagai wilayah yang menjadi korban penggusuran yang saat ini dalam kondisi memprihatinkan tanpa kejelasan nasib yang pasti dari pemerintah, serta panggung rakyat ini juga menjadi media bagi masyarakat Jakarta untuk menolak penggusuran dan mengutuk kekerasan, kebrutalan aparat kepolisian, satpol PP dan keterlibatan TNI dalam penggusuran di Kampung Pulo Kampung Melayu Jati Negara Jakarta Timur

”Ini adalah bagian tahapan untuk menuju peringatan hari Perumaham Nasional, pada 25 Agustus 2015, yang menurut kami hari perumahan nasional itu bukan hari perumahan nasional tapi hari tanpa rumah, karna bagi kita sudah jelas dari 15 ribu  perumahan yang tidak layak huni dan 60 juta penduduk yang tidak memilik rumah. Dan melalui momentum ini kami dari FPR besama warga korban gusuran akan Aksi pada tanggal 25 nanti di Kantor Gubernur DKI Jakarta untuk menyuarakan tuntutan warga korban gusuraan. Ujar Wahyusuf dari Serikat Pemuda Jakarta (SPJ) selaku salah satu Juru Bicara FPR.

Panggung rakyat ini di isi dengan berbagai acara mulai orasi politik dari pimpinan-pimpinan organisasi, warga korban gusuran, pentas musik salah satunya dari Mineral band serta, pembacaan puisi dan pembacaan sikap bersama yang menolak penggusuran paksa dan mengecam tindak kekerasan, brutal dan biadab aparat kepolisian, satpol PP dan TNI terhadap warga Kampung Pulo dalam peristiwa penggusuran paksa tanggal 20 Agustus 2015.

Acara dimulai dengan konferensi pers pada pukul 14.00wib dan di tutup pada pukul 17.00 wib. (red-2015)#

Advertisements

About fprindonesia

Front Perjuangan Rakyat (FPR) adalah aliansi organisasi-organisasi masyarakat sipil Indonesia yang pada awalnya dibentuk untuk merespon perayaan Hari Buruh se-Dunia 2008. FPR menyandarkan diri pada prinsip aliansi dasar klas buruh dan kaum tani sebagai komponen pokok perubahan sosial.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s