Waspadai dan Lawan Intervensi IMF di Indonesia

IMG-20150903-WA0011Press Release Front Perjuangan Rakyat (FPR)

Waspadai dan Lawan Intervensi IMF di Indonesia

Salam Demokrasi !!!
Perkembangan krisis dalam tubuh imperialisme AS yang semakin akut menyebabkan dirinya untuk terus membuat skema penyelamatan diri. Perkembangan perekonomian AS sebagai pimpinan dari imperialis dunia pasca krisis ekonomi 2008 terus mengalami keterpurukan. Akibat dari krisis kredit macet perumahan banyak perusahaan baik properti hingga lembaga keuangan bangkrut atau mengalami keterpurukan. Belum lama, pada tahun 2013 rakyat dunia dikejutkan dengan fenomena “Shutdown AS” yang menyebabkan 800 ribu pegawai negara dirumahkan sementara dan jutaan rakyat pekerja lainnya diminta untuk bekerja tanpa bayaran. Hal ini hingga mengharuskan Kongres pada bulan Oktober 2013 menaikkan plafon utang menjadi 16,7 triliun dolar hingga 27 Februari 2014. Krisis ini yang terus terjadi hingga saat ini menjadikan AS semakin buas dalam melakukan penindasan dan penghisapan kepada negara-negara lain termasuk Indonesia. Salah satu skema yang dilakuan oleh imperialisme AS adalah dengan membentuk dan mengoperasionalkan lembaga donor keuangan IMF.

IMF merupakan lembaga keuangan internasional yang memiliki tugas utama untuk menyuntikan dana bagi negara-negara yang membutuhkan. Kelahiran IMF pada 1945 tidak lepas dari kemenangan AS pada Perang Dunia II. Untuk memastikan dominasinya secara penuh di dunia, AS membentuk IMF. Dalam melaksanakan tugasnya, IMF memiliki prasyarat tersendiri saat ingin meminjamkan uang bantuannya. Poin pokok syaratnya adalah memastikan pencabtan subsidi pada sektor publik, menjamin seluruh perusahaan baik asing maupun dalam negeri dapat bersaing tanpa diskriminasi, negara harus melakukan privatisasi. Inilah yang kemudian digunakan oleh IMF untuk menjerat dan memastikan ketundukan negara-negara anggotanya terhadap kepentingan imperialisme AS. Indonesia, adalah salah satu negara yang menjalin kerjasama berupa utang dengan IMF pada periode 1997/1998. Hasilnya jelas, bahwa begitu banya sektor yang diprivatisasi, komersialisasi pendidikan, kesehatan, dan sektor publik lainnya, penghapusan subsidi juga terjadi pada rakyat dan yang pokok bangsa Indonesia bukan semakin maju tapi malah semakin terpuruk hingga sekarang.

Di Indonesia, sejak zaman Orde Baru hingga kepemimpinan rejim Jokowi-JK merupakan rejim yang dengan loyalitas tinggi dalam membantu penyelamatan krisis yang dialami oleh imperialisme AS. penyelamatan krisis ini dilakukan dengan berbagai implementasi konkrit seperti pembangunan skala besar seperti proyek MP3EI, Infrastrktur, food estate, kemudian pencabutan subsidi sektor publik seperti, BBM,GAS, pendidikan dan kesehatan, hingga politik upah murah, dan yang terakhir adalah tindakan fasis yang kerap dilakukan oleh rejim untuk memastikan semua hal tersebut berjalan. Saat ini Indonesia semakin mengalami krisis yang mendalam, krisis ini tentunya disebabkan oleh pola dan arah pembanguan dari rejim Jokowi-JK yang tetap menyandarkan dari utang luar negeri dan investasi. Awal tahun 2015 rejim telah memastikan bahwa subsidi BBM dicabut, untuk dialihkan pada pembangunan infrastruktur penopang bisnis di Indonesia, belum lagi kenaikan harga sembako, pemerasan negara melalui BPJS, dan terus merosotnya rupiah.

Ditengah nilai tukar rupiah anjlok dan pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat, di Jadwalkan Indonsia akan kedatangan Managing Director IMF “Cristhine Lagarde”, ADA APA dan UNTUK APA ??. Bos IMF ini di Indonesia akan mengikuti Konferensi Internasional pada 1-2 September yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia bersama IMF untuk membahas perekonomian global, regional Asia khususnya keadaan krisis perekonomian Indonesia saat ini serta di jadwalkan akan bertemu dengan Presiden Joko Widodo.

Lawatan lembaga Bretons Woods yang bermarkas di Washintong DC ke Indonesia, tentu melahirkan berbagai analisa yang sangat berdasar. IMF selama ini berlagak menjadi lembaga keuangan superhero yang mampu menyelesaikan krisis di suatu negara, “tanpa” menyadari bahwa sesungguhnya pinjaman IMF dan paket kebijakannya hanya akan memperburuk keadaan saja.

Kedatangan bos IMF ke Indonesia dalam konferensi internasional ini tetap menjadi ancaman yang sangat membahayakan bagi kedaulatan dan kemandirian Indonesia. IMF dalam konferensi internasional tersebut dipastikan akan akan menawarkan (mempromosikan) dan memaksakan berbagai paket kebijakan Neo-liberalisme untuk dijalankan Indonesia yang dianggap mampu menghadapi krisis. Sebagaimana tema dan agenda pembahasannya, dapat dianalisa bahwa IMF akan menawarkan adanya pengetatan anggaran yang berimplikasi pada anjuran mengurangi/pencabutan subsidi rakyat, untuk dialihkan ke sektor produktif semacam Infrastuktur . Selain itu, IMF akan berusaha menawarkan kerjasama apakah sifatnya pinjaman atau investasi dan berbagai bentuk, untuk dapat membiayai infrastuktur di Indonesia yang masif dijalankan pemerintahan Jokowi-JK. Sedangkan nasihat untuk deregulasi-deregulasi yang masih menghambat negara-negara maju terutama AS ke Indonesia, tentu akan masuk dalam paket kebijakan yang diatawarkan IMF nantinya.

Berdasarkan hal tersebutlah maka, kami dari Front Perjuangan Rakyat (FPR) mengegaskan dan menyatakan sikap sebagai berikut:
1. Menolak Kehadiran IMF di Indonesia serta menolak segala bentuk Intervensi dan kerjasama yang di tawarkan IMF ke Indonesia.
2. Menolak segala rencana dan paket kebijakan apapun yang dihasilkan dari pertemuan tersebut.
3. Mengecam Sikap Rejim Jokowi-JK yang terus Mengabdi pada kepentingan Imperialisme AS.
4. Laksanakan Pembangunan Nasional melalui jalan reforma agraria sejati dan industrialisasi nasional, bukan dengan hutang dan investasi.

Jakarta, 2 September 2015

Front Perjuangan Rakyat (FPR)

RUDI HB DAMAN
Koordinator FPR

Cp: Dimas: 082227526399
Ridwan: 085959832123

Advertisements

About fprindonesia

Front Perjuangan Rakyat (FPR) adalah aliansi organisasi-organisasi masyarakat sipil Indonesia yang pada awalnya dibentuk untuk merespon perayaan Hari Buruh se-Dunia 2008. FPR menyandarkan diri pada prinsip aliansi dasar klas buruh dan kaum tani sebagai komponen pokok perubahan sosial.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s