Pernyataan Sikap FPR: Hari Kedaulatan Pangan Internasional 16 Oktober 2015

IMG-20150329-WA0024Pernyataan Sikap FPR: Hari Kedaulatan Pangan Internasional 16 Oktober 2015

Jokowi-JK Harus Mewujudkan Kedaulatan Pangan, Menghentikan Monopoli Tanah dan Sarana Produksi Pertanian, serta Segera Menangani Korban Asap dan Menurunkan Harga kebutuhan Pokok Rakyat.

Setahun sudah Jokowi-JK berkuasa di negeri ini, namun harga kebutuhan pokok, sarana produksi pertanian bukannya malah semakin murah melainkan semakin melambung dan rakyat semakin terjerumus ke jurang kemiskinan yang makin dalam. Di sisi lain Janji Jokowi-JK mewujudkan kedaulatan pangan hanyalah isapan jempol semata, pasalnya alih-alih swasembada pangan, justru Jokowi menghancurkan lahan pertanian rakyat untuk berbagai pembangunan infrastuktur. Seperti yang dilakukan Sumedang, Jawa Barat dimana demi memenuhi kepentingan investasi yang akan memeonopoli air dan energi, Jokowi menghancurkan 3000 Ha lahan pertanian padi rakyat di sekitaran waduk Jatigede. Begitu juga rencana reklamasi teluk Jakarta, teluk benoa, dan banyak lagi daerah tangkap ikan para nelayan dihancurkan hanya demi memenuhi kepentingan investasi asing baik property maupun pertambangan.

Program yang dicanangkan Jokowi hanya akan semakin membuat rakyat menderita dan kehilangan akses terhadap pangan, karena program Jokowi semata-mata hanya menunjukkan keberpihakannya melayani kepentingan kapitalisme monopoli dunia yang dipimpin AS. Di sektor pangan Jokowi mengandeng perusahan monopoli sarana produksi pertanian seperti Musanto, Cargil, dan Jokowi berkomitmen akan memberikan tambahan lahan kepada perusahan pertanian pangan Bin Laden seluas 2 Juta Ha. Hakekatnya pemberian lahan ini melanjutkan program MIFEE yang sesungguhnya bukan untuk mewujudkan kedaulatan pangan di Indonesia. Karena terbukti, Hingga saat ini Indonesi masih tetap melakukan impor pangan yang sangat besar untuk memenuhi kebutuhan pangan domestiknya baik kebutuhan beras, kedelei, hingga kebutuhan semacam daging sapi.

Maka ke depan , Program Jokowi untuk mewujudkan kedaulatan pangan tidak akan pernah terwujud. Walau dirinya mempunyai program pembukaan lahan sawah baru, itu hanya akan menjadi objek investasi bagi perusahaan monopoli pangan untuk meraup keuntungan dan mengontrol harga-harga pangan di Indonesia yang akan semakin mencekik rakyat khususnya kaum tani. Jokowi semakin menunjukkan berbagai kebijakan yang hanya melayani kepentingan investor asing. Dirinya memberikan berbagai fasilitas seperti kemudahan perijinan, pemotongan pajak, jalur distribusi sebagaimana yang tertuang dalam RPJMN 2014-2019. Di sektor pembangun megaproyek infrastuktur hanya menjadi sasaran bagi investopr asing untuk berinvestasi di Indonesia. Selain itu, pembangunan megaproyek infrastuktur ini bertujuan pula untuk meningkatkan efisensi dan efektifitas sirkulasi kapital investor agar mendapatkan keuntungan yang lebih besar lagi dari Indonesia. Jokowi akan membanghun 2.650 km jalan baru, 1.000 Km jalan tol, membangun jalur kereta api, 3.258 Km, 24 pelabuhan internasional dan 60 pelabuhan penyebrangan, 15 bandara internasional, 49 DAM, yang semua pembiayaannya berasal dari investasi dan Hutang luar negeri (ADB, WB, IMF, dll). Seluruh program pembangunan megaproyek infrasuktur ini akan merampas tanah-tanah yang saat ini menjadi alat produksi dan tempat hidup rakyat.

Sementara akibat monopoli dan perampasan lahan maupun hutan yang semakin masif dan meluas oleh perkebunan maupun pertambangan skala besar, telah mengakibat kerusakan lingkungan yang parah. Ironinya, persoalan asap di Sumatera dan kalimantan telah menyebabkan ratusan ribu jiwa terjangkit penyakit ISPA dan lainnya. Sampai saat ini, setidaknya tercatat kami sekitar 297.568 orang yang terkena penyakit ISPA yang disebabkan asap dari pembakaran lahan oleh perkebunan sawit dan kayu. Tapi, hingga saat ini pemerintahan jokowi belum saja mampu memberikan pelayanan kesehatan bagi korban di Sumatera dan kalimantan. obat-obatan dan oksigen yang terbatas, dan demikian dengan pengobatan yang masih ditanggung oleh korban. Sedangkan untuk menyelesaikan akar persoalan asap di Sumatera dan Kalimantan, Jokowi juga belum berani untuk melakukan pencabutan terhadap ijin perusahan perkebunan skala besar yang telah terbukti membakar lahan. Padahal permasalahan ini telah terjadi sejak 1997 yang dimana dari tahun ke tahun persoalan asap semakin mengancam penghidupan masyarakat Sumatera dan kaliman.

Oleh karena itu, kami dari FRONT PERJUANGAN RAKYAT dalam momentum Hari Pangan Internasional menyampaikan tuntutan sebagai berikut;

  1. Laksanakan Landreform sejati untuk kedaulatan pangan nasional
  2. Turunkan harga kebutuhan pokok dan sarana produksi pertanian
  3. Naikkan harga produksi petani
  4. Tolak pembangunan megaproyek infrastuktur yang dbiayai Investasi asing
  5. Bersihkan asap Sumatera dan Kalimantan, Tangani korban dan berikan Pengobatan gratis.
  6. Berikan kompesasi bagi korban dan masyarakat Sumatera dan Kalimantan
  7. Cabut ijin perusahaan perkebunan skala besar (Sinar Mas, Wilmar, April Group) yang membakar hutan
  8. Tolak Politik Upah Murah dan RPP Pengupahan.

Demikian pernyataan sikap FPR kami sampaikan dalam peringatan Hari Pangan Internasional 16 Oktober. Terima kasih.

Jakarta, 16 Oktober 2015

Hormat kami,

FRONT PERJUANGAN RAKYAT : (AGRA, GSBI, SERUNI, KABAR BUMI, INDIES, YLBHI, LPM MARHAEN UBK, MASYARAKAT RUMPIN, GRI, JAPI, FMN)

 

Kontak Person :

Rudi HB Daman/Koordinator FPR : 081213172878

Ridwan Hasanudin/Korlap Aksi : 085959832123

About fprindonesia

Front Perjuangan Rakyat (FPR) adalah aliansi organisasi-organisasi masyarakat sipil Indonesia yang pada awalnya dibentuk untuk merespon perayaan Hari Buruh se-Dunia 2008. FPR menyandarkan diri pada prinsip aliansi dasar klas buruh dan kaum tani sebagai komponen pokok perubahan sosial.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s