FPR : Jokowi Harus Selamatkan Korban Asap, Evakuasi korban Asap dan berikan perobatan gratis segera

asap2Jokowi Harus Selamatkan Korban Asap, Evakuasi korban Asap dan berikan perobatan gratis segera

Kondisi udara di Sumatera dan Kalimantan, dari hari ke hari semakin parah karena pekat dengan kandungan partikel beracun. Mengancam kesehatan jutaan rakyat yang mendiami dua pulau besar tersebut, bahkan bayi-bayi bertumbangan hampir setiap hari. Di Palangkaraya, Indeks Standard Pencemaran Udara (ISPU) hingga mencapai angka 2.900. Angka tersebut berkali-kali lipat melebihi ambang batas status berbahaya. Di Jambi, angka ISPU pada hari Minggu (18/10/2015) telah mencapai 1.200.

Namun dalam kenyataannya, pemerintah Jokowi dan jajaran birokrasinya di daerah, sama sekali tidak menganggap keadaan ini sebagai situasi luar biasa. Di Jambi misalnya, selama tiga bulan rakyatnya menghirup udara kotor dan beracun, tidak ada upaya untuk menyediakan ruang evakuasi bagi masyarakat rentan (anak-anak, ibu hamil dan lansia).

“Tidak ada tindakan sama sekali. Di saat ISPU mencapai angka 1.200, pemerintah masih menganggap kejadian ini biasa-biasa saja. Ini pembunuhan secara tidak langsung terhadap 3 juta rakyat jambi,” kata Ida Zubaidah, Koordinator Beranda Perempuan yang sekaligus anggota FPR Jambi.

Di Riau pemerintah sudah menyediakan ruang evakuasi, namun masih sangat tidak maksimal dan merata ISPU di Riau pagi ini mencapai 500. “Bagaimana dengan keadaan rakyat di desa-desa, utamanya anak-anak dan ibu hamil. Apa lagi di sekitar area perkebunan sawit dan HTI yang terbakar,” tegas Helda Kasmi, pimpinan Serikat Perempuan Indonesia (SERUNI) Riau dan juga pimpinan FPR Riau.

Dewi Amelia, pimpinan pusat SERUNI menegaskan bahwa situasi ini sudah masuk dalam kategori luar biasa, dimana jutaan rakyat dipaksan menghirup udara kotor dan beracun setiap hari selama berbulan-bulan. “Rezim Jokowi-JK harus membuka mata, sebab udara sehat merupakan hak paling mendasar bagi setiap rakyat Indonesia,” kata Dewi.

“Dengan kondisi udara yang berbahaya selama berbulan-bulan seperti itu, tidak bisa penanganan diserahkan melalui kebijakan daerah masing-masing, Jokowi harus segera menyelamatkan warganya, evakuasi mereka dan berikan perobatan secara gratis tanpa syarat, mereka korban keserakahan korporasi yang pemerintah fasilitasi. Sekarang saatnya pemerintah menyelamatkan rakyat, karena setiap detik keterlambatan kebijakan, maka setiap detik pula korban bertambah” tutup Rahmat Ajigunna, Sekjen AGRA sekaligus pimpinan Front Perjuangan Rakyat (FPR) pusat.

Sebagai penutup berita ini, Rudi HB. Daman (Ketua umum GSBI / Koordinator FPR Pusat), menyampaikan bahwa “Bencana asap ini adalah peristiwa yang sudah terjadi berulang kali setiap tahun, namun pemerintah tetap saja seakan gagap, tanpa kebijakan dan tindakan cepat dan tanggap”. Akibatnya, korban terus berjatuhan menyerang warga, baik yang terkena penyakit maupun meninggal dunia, karena abainya pemerintah dalam melakukan upaya penyelamatan dan penanganan korban yang telah menjadi korban.

Dengan perkembangan korban yang terus berjatuhan, dan keknyataan Indeks Standard Polusi Udara yang telah mencapai level mematikan sekarang ini, maka kami dari Front Perjuangan Rakyat (FPR) secara serentak dan tegas menuntu kepada Jokowi agar segera “Meng-Evakuasi warga disetiap didaerah persebaran asap dan Pemerintah harus segera memberikan pengobatan gratis tanpa syarat kepada korban asap, tegas Rudi.
Jakarta, 19 Oktober 2015

Hormat kami
Front Perjuangan Rakyat (FPR)

Rudi HB. Daman
Koordinator Umum

Untuk Informasi, dapat menghubungi:
Jakarta:
1. Karsiwen: +62 – 081281045671
2. Rudi HB Daman +6281808974078,
3. Rahmat Ajiguna : +628111678367

Riau:
Helda Khasmy: +62 – 081328364574

Jambi:
Ade Ahmad Faedulloh: +62 – 081328364574
Fauzan Fitrah: +62 – 085266982770

Kalimantan :
Ariyo: +62 – 085252960916

Hong Kong:
Eni Lestari (+852 – 96081475)

About fprindonesia

Front Perjuangan Rakyat (FPR) adalah aliansi organisasi-organisasi masyarakat sipil Indonesia yang pada awalnya dibentuk untuk merespon perayaan Hari Buruh se-Dunia 2008. FPR menyandarkan diri pada prinsip aliansi dasar klas buruh dan kaum tani sebagai komponen pokok perubahan sosial.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s