Front Perjuangan Rakyat (FPR) : Setahun Jokowi-JK Berkuasa, Rakyat Semakin Menderita

12140643_1512757489043211_4021425405073879491_nPernyataan Sikap
Front Perjuangan Rakyat (FPR)
Setahun Jokowi-JK Berkuasa, Rakyat Semakin Menderita

Salam Demokrasi !
Pada 20 Oktober 2015 tepat menjadi 1 tahun dari pemerintahan Jokowi-JK semenjak dilantik 20 Oktober 2014, sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia menggantikan pemerintahan SBY 10 Tahun. Tapi setahun berkuasa, janji-janji politik dalam visi misi serta program Nawacita Jokowi-JK belum juga memberikan perubahan yang signifikan atas kesejahteraan Indonesia. Sementara pemerintahan Jokowi-JK yang selalu ingin memoles dirinya sebagai rejim nasionalis dan merakyat, pada kenyataannya hanya ilusi. Karena buktinya kebijakannya yang diambilnya sangat bertolak belakang untuk mensejahterahkan rakyat dan menjadikan Indonesia berdaulat secara ekonomi,politik dan kebudayaan.

Keadaan krisis dalam negeri yang menguat ditandai melemahnya Rupiah atas Dollar, kenaikan harga kebutuhan pokok, menurunnya harga produksi pertanian, pencabutan subsidi, pendidikan dan kesehatan dikomersialisasikan, hingga meningkatnya kekerasan negara terhadap rakyat, menjadi gambar umum yang membuat kehidupan rakyat semakin menderita. Sementara program reforma agraria yang dicanangkan dengan pembagian 9 juta Ha tanah guna mensejahterahkan kaum tani, hanya menjadi kepalsuan semata saja.
Hakekatnya program reforma agraria Jokowi-JK melalui pendistribusian tanah dan konsep transmigrannya, tidak akan bertujuan untuk menghentikan monopoli dan perampasan tanah di Indonesia. Bahkan Jokowi-JK akan semakin memassifkan dan meluaskan monopoli dan perampasan tanah seiring dengan kebijakan Neo-liberal yang dijalankannya saat ini. Karenanya, Industri Nasional sangatlah mustahil akan dapat terwujud, selama system setengah jajahan dan setengah feudal masih terus dipertahankan oleh Negara dan massifnya perampasan dan monopoli tanah. Akan tetapi, industri di Indonesia hanya akan tetap berkarakter manufaktur atau rakitan yang kapitalnya bergantung dari utang dan investasi asing.

Pembangunan megaproyek infrastuktur dengan skema pembiayaan investasi asing dan utang luar negeri, hanya akan merugikan Indonesia ke depannya. Bahkan jika merujuk pada RPJMN 2014-2019, pemerintahan Jokowi-JK akan menyandarkan pembangunan ekonomi Indonesia melalui skema investasi dan utang luar negeri, sekaligus untuk melayani kepentingan kapitalisme monopoli atas eksport capital, karenanya pemerintahan Jokowi-JK tanpa punya rasa nasionalisme mengeluarkan paket kebijakan ekonomi (I-IV) yang secara keseluruhan isinya adalah memberikan kemudahan (deregulasi) perijinan, pemotongan pajak, perpanjangan penguasaan lahan kepada asing untuk berinvestasi di Indonesia. Alhasil, dari 4 paket kebijakan ekonomi tersebut, pemerintahan Jokowi-JK semakin menunjukkan keberpihakannya dalam melayani sepenuhnya kepentingan asing (terutama imperialisme AS) untuk melipatgandakan investasi dan pemberian utangnya di Indonesia. Ironinya, dalam paket kebijakan ekonomi yang terakhir jilid IV, sebagai legitimasi mempermulus jalan pengesahan RPP Pengupahan yang nanti akan semakin menguatkan dan mempertahankan politik upah murah serta perampasan upah di Indonesia.

Di tengah krisis dalam negeri yang semakin membuat rakyat hidup dalam penderitaan yang berkepanjangan, persoalan asap pun mengancam saudara-saudara kita di Sumatera dan Kalimantan. Asap yang ditimbulkan akibat ulah pembakaran lahan (hutan) oleh perusahan perkebunan besar seperti Sinar mas, Wilmar, April Group, malah hingga saat ini belum dicabut ijinnya oleh Jokowi-JK.

Sementara pemberian saksi administasi dan denda, hanya menjadi formalitas semata saja. Namun pemerintahan Jokowi-JK terbukti akan senantiasa melindungi perusahan perkebunan skala besar untuk tetap beroperasi dan melanjutkan pembakaran lahan nantinya. Sedangkan Ratusan ribu yang terkena penyakit dan telah menelan puluhan korban jiwa, tidak lantas membuat pemerintahan Jokowi-JK untuk serius menangani korban. Karena faktanya semacam obat-obatan, masker, oksigen masih sangat terbatas. Demikian halnya pengobatan yang masih ditanggung korban. Sementara Sumatera dan Kalimantan yang rata-rata ISPU per harinya mencapai 1000, belum juga adanya langkah evakuasi dari pemerintahan Jokowi-JK.

Oleh karena itu, kami dari FRONT PERJUANGAN RAKYAT menyatakan sikap secara tegas Setahun Jokowi-JK Berkuasa, Rakyat Semakin Menderita. Dan kami menyampaikan tuntutan pula dalam momentum Setahun Jokowi-JK berkuasa agar:
1. Laksanakan Landreform sejati dan industri nasional
2. Tolak PP Pengupahan
3. Turunkan harga kebutuhan pokok
4. Tolak pembangunan megaproyek infrasutuktur melalui skema investasi asing & utang luar negeri
5. Bersihkan Asap, Rawat dan Evakuasi dan Rawat Korban Asap
6. Tolak Pendidikan Wajib Militer atas nama Bela Negara
7. Hentikan kekerasan dan kriminalisasi terhadap rakyat.
8. Berikan kesejahteraan dan perlindungan sejati bagi BMI dan keluarganya. Cabut UU PPTKILN No. 39 Tahun 2004
9. Berikan pendidikan dan kesehatan gratis bagi seluruh rakyat
10. Hentikan perampasan upah, tanah dan kerja

Demikian pernyataan sikap yang disampaikan FPR dalam momentum setahun pemerintahan. Rebut hak-hak rakyat yang belum diberikan oleh pemerintahan Jokowi-JK. Terima kasih.

Jakarta, 20 Oktober 2015,
Hormat kami,

Rudi HB Daman
(Kordinator FPR)

FRONT PERJUANGAN RAKYAT : (GSBI, AGRA, KABAR BUMI, SERUNI, YLBHI, GRI, JAPI, LPM MARHAEN UBK, SERIKAT PEMUDA JAKARTA, MAHASISWA KUMAUNG-BANTEN, FMN)

Advertisements

About fprindonesia

Front Perjuangan Rakyat (FPR) adalah aliansi organisasi-organisasi masyarakat sipil Indonesia yang pada awalnya dibentuk untuk merespon perayaan Hari Buruh se-Dunia 2008. FPR menyandarkan diri pada prinsip aliansi dasar klas buruh dan kaum tani sebagai komponen pokok perubahan sosial.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s