Seruan FPR Aksi Tolak WTO & Peringatan Hari Migran Internasional

IMG-20130322-00558

Untuk                   :

1). Seluruh Komite Kerja Front Perjuangan Rakyat (FPR) Kota/Daerah dan Luar Negeri.

2). Seluruh Pimpinan Organisasi/Lembaga Anggota Front Perjuangan Rakyat (FPR).

3). Individu dan Simpatisan Front Perjuangan Rakyat (FPR)

Perihal                  : Seruan Aksi Tolak WTO & Peringatan Hari Migran Internasional

Di terbitkan        : Di Jakarta, 14 Desember 2015

 

 

Assalamualaikum wr.wb. Salam Sejahtera

Sebentar lagi kita akan memperingati Hari Migran Internasional, dimana HMI adalah hari yang bersejarah bagi Buruh Migran dan Keluarganya. Perjuangan panjang untuk pengakuan atas perlindungan bagi Buruh Migran dan Keluarganya dikeluarkan pada tahunn 1990. Melalui Konvensi PBB 1990 Tentang Perlindungan buruh migran dan keluarganya. Saat ini jumlah buruh migran (TKI) yang bekerja ke luar negri sebanyak 8 juta, bekerja di 76 negara penempatan. Jumlah buruh migran yang bekerja di luar negeri mayoritas bekerja sebagai pekerja rumah tangga (70% dari total jumlah TKI ).

Sebagai akibat atas monopoli dan perampasan tanah di Indonesia mengkibatkan tersingkirnya rakyat Indonesia dari tanah yang menjadi sandaran hidupnya, juga telah menyebabkan jutaan rakyat Indonesia yang terpaksa bekerja ke luar negeri. Sebab ditengah massifnya perampasan tanah, dilain sisi Pemerintah tidak sanggup menyediakan lapangan kerja yang layak dan merata didalam Negeri. Saat ini 8 juta BMI bekerja di 76 negara penempatan. 70% perempuan dan bekerja di sektor domestic. Mayoritas buruh migran berasal dari pedesaan. Mereka adalah petani miskin yang dirampas tanahnya dan buruh tani yang tidak bisa lagi bekerja di sektor pertanian di desa-desa, buruh pabrik yang yang di PHK, dan pemuda – pemudi yang tidak bisa melanjutkan sekolahnya. Jumlah BMI terbesar bekerja di Malaysia, arab Saudi dan Taiwan.

Permasalahan yang dihadapi buruh migran dan keluarganya semakin hari semkin bertambah, baik persoalan ekonomi yang ditunjukkan dengan rendahnya upah dan tingginya potongan untuk biaya penempatan, serta permasalahan tidak terpenuhinya berbagai hak BMI dan bahkan terjadinya berbagi tindak kekerasan dan pelecehan seksual yang dalam kenyataannya tidak sangggup dilindungi. Meskipun oleh pemerintah dinyatakan bahwa “pemerintah telah memberikann perlindungan”, kenyataannya perlindungan BMI diserahkan kepada pihak swasta yang dalam prakteknya, untuk mendapatkan perlindungan tersebut BMI terpaksa harus bayar mahal.

Berbagai persoalan lainnya, sejalan dengan berbagai kebijakan neoliberal yang diterapkan oleh pemerintah dibawah ikatan kebijakan dan perjanjian Internasional (Bilaterla maupun Multilateral). Saat ini, hampir seluruh kerjasama Internasional yang dijalankan oleh pemerintah Indonesia, menuntut adanya liberalisasi yang semakin kuat, tidak hanya dalam perdagangan barang dan jasa, namun juga perdagangan tenaga kerja. Skema ini, khususnya melalui program eksport tenaga kerja (Labor Export Program) yang diterapkan dihampir seluruh perjanjian, forum dan kerjasama, sebagai jaminan terseddianya tenaga kerja yang melimpah dengan harga (upah) yang murah, serta dapat meneydiakan keuntungan lainnya atas nama devisa dll.

Orientasi kebijakan “eksport tenaga kerja” ini sejatinya telah sejak lama disistematiskan, khususnya melalui kongsi dagang terbesar dunia, yakni Organisasi perdagangan dunia (World Trade Organization-WTO). Liberalisasi Perdagangan tenaga kerja ini bahkan akan jauh semakin parah, mengancam penghidpuan kaum buruh (migrant maupun dalam negeri) serta pekerja lainnya dan seluruh rakyat, dibawah ancaman perjanjian kerjasama lintas pasifik (Trans Pacific Partnerships-TPP) yang “secara rahasia” telah lama dipaksakan oleh kapitalis monopoli Amerika Serikat. Dimana perjanjian tersebut, secara khusus menuntut adanya cadangan tenaga kerja yang melimpah dengan upah yang serendah-rendahnya. Dengan demikian, Perjanjian kerjasama tersebut tentu saja menjadi ancaman yang akan semakin memperburuk kondisi kerja dan penghidupan pekerja yang telah lama terhisap.

Berkaitan dengan hal tersebut, maka pada momentum Hari Migran Internasonal (HMI) 2015, yang bertepatan dengan hari puncak pertemuan KTM-10 WTO, pada tanggal 18 Desember mendatang yang sedang berlangsung di Nairobi – Kenya, Kami MENYERUKAN kepada Front Perjuangan Rakyat (FPR) di seluruh Kota/Wilayah/Daerah dan Luar Negeri serta Organisasi–organisasi/lembaga yang tergabung dalam FPR untuk dapat menjalankan Kampanye Massa (Aksi) Peringatan Hari Migran Internasional serta Kampanye Tolak WTO yang diselenggarakan secara seretak diseluruh Indonesia dan Luar Negeri pada hari Jumat, 18 Desember 2015 dengan sasaran aksi Pusat-pusat Pemerintahan dan Kedutaan Besar/Komjen AS, guna menuntut perlindungan sejati dan menuntut pemenuhan hak-hak BMI lainnya, untuk memblejeti kebobrokan WTO dan bubarkan WTO serta menolak setiap kebijakan barunya sebagai hasil pertemuan KTM yang utamanya dipimpin oleh Amerika Serikat saat ini.

Adapun peringatan HMI dan respon terhadap pertemuan WTO untuk di Jabodetabek akan dijalankan dengan di Pusatkan di Jakarta dengan aksi protes yang akan diselenggarakan pada:

Hari/Tanggal                      : Jumat, 18 Desember 2015

Waktu dan Tempat         :

  1. Aksi Respon WTO, mulai Jam 10.00-11.30 WIB di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS)
  2. Aksi Peringatan Hari Migrant Internasional: di mulai Jam 14.00-16.00 WIB di depan Istana Negara.

Demikian seruan dan ajakan aksi ini kami buat, agar bisa diterima dan dijalankan dengan sepenuhnya. Kami lampirkan juga bahan propaganda dan rencana aksi.

Atas perhatian, dukungan dan kerjasamanya, kami haturkan banyak terima kasih .

Wassalamualaikum wr.wb.

 

Hormat Kami,

Front Perjuangan Rakyat (FPR)

 

RUDI HB DAMAN

Koordinator

 

Advertisements

About fprindonesia

Front Perjuangan Rakyat (FPR) adalah aliansi organisasi-organisasi masyarakat sipil Indonesia yang pada awalnya dibentuk untuk merespon perayaan Hari Buruh se-Dunia 2008. FPR menyandarkan diri pada prinsip aliansi dasar klas buruh dan kaum tani sebagai komponen pokok perubahan sosial.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s