Gabungan Serikat Buruh Indonesia selengarakan Diskusi Umum menuju Puncak kampaye May Day 2016

13082547_1009186582484547_6923979053220557236_n

Foto dok. by Yima

FPRnews. “ Lawan kebijakan Jokowi – JK Yang Mengabdi Pada Kepentingan Imperialisme, Perkuat Persatuan  Klas Buruh Dan Tani Serta Rakyat Tertindas Untuk Memperbaiki Kehidupan Sosial Ekonomi dan Kebebasan Politik “. Demikian Tema utama diskusi luas yang di organisasikan GSBI Kab. Bekasi dalam momentum PraMay day. Bekasi, Sabtu, 23 April 2016.

Diskusi umum yang ini diperuntukkan untuk memantapkan sikap memperingati Hari buruh Internasional 2016. Acara yang di hadiri oleh pimpinan beserta anggota GSBI di hadiri oleh Rudi HB Daman Koordinator Front Perjuangan Rakyat (FPR), Front Mahasiswa Nasional (FMN), PUK PPMI-SPSI, PUK FSPMI PT. Daelim Indonesia. Hadir pula Rahmad Ajiguna Ketua Umum Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA)

AGRA Menyampaikan bahwa arti penting dalam peringatan hari buruh  Internasional adalah “pesatuan politik antara klas buruh dan kaum tani  dalam melawan monopoli dan perampasan tanah yang dilakukan oleh korporasi asing dan borjuasi komprador dalam Negeri. Jika monopoli dan perampasan tanah ini semakin masif dilakukan, maka persaingan kerja akan semakin tinggi, karena melimpahnya pengangguran akibat dari krisis agraria.

Bagi klas buruh, menyokong perjuangan melawan monopoli dan perampasan tanah adalah perjuangan politik, bukan perjuangan sosial ekonomi yang hasilnya dapat secara langsung dirasakan selayaknya kenailan upah, melainkan perjuangan jangka panjang yang dilakukan seluruh rakyat Indonesia, Maka dibutuhkan kesadaran politik yang  dipertinggi dengan pendidikan secara  terus menerus. Jika monopoli dan perampasan tanah tidak segera dihentikan dampak yang tidak bisa dipungkiri adalah migrasinya anak-anak kaum tani yang pergi ke kota untuk bersaing menjadi buruh di perkotaan. Sistem kerja kontrak dan outsourcing serta upah murah akan terus langgeng di Negeri ini. Tutur Rahmat.

Selain berdiskusi, Mineral Band asal Jakarta juga turut menghibur peserta diskusi dengan membawakan 2 lagu progresifnya. Acara yang berjalan tidak kurang 3 jam di tutup dengan pembacaan sebuah puisi berjudul “ Kidung Pilu Petani Renta” karya Pimpinan AGRA Nasional. AGRA adalah organisasi Tani Tingkat Nasional yang beranggotakan kaum Tani, Nelayan dan Suku Bangsa Minoritas. ##(FitryR_fprNews-April 2016)

 

 

 

About fprindonesia

Front Perjuangan Rakyat (FPR) adalah aliansi organisasi-organisasi masyarakat sipil Indonesia yang pada awalnya dibentuk untuk merespon perayaan Hari Buruh se-Dunia 2008. FPR menyandarkan diri pada prinsip aliansi dasar klas buruh dan kaum tani sebagai komponen pokok perubahan sosial.
This entry was posted in Berita, May Day 2016, Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s