SERUNI Gelar Diskusi Dalam Menyambut May Day 2016

seruni

Foto Ibu – ibu yang sedang menggelar diskusi dalam rangka sambut mayday ( foto dok. ridwan)

FPRnews. SERUNI SRB yang berada di Kecamatan Rumpin adalah salah satu basis organisasi Perempuan tingkat Nasional Serikat Perempuan Indonesia (SERUNI). Selasa (26/4/ 2016) menggelar diskusi terbuka dalam rangka menyambut May Day 2016..

Pokok utama kaum perempuan tidak terpisah dari problem pokok rakyat Indonesia, yaitu adanya dominasi kapitalisme monopoli internasional (Imperialisme) pimpinana AS, monopoli dan perampasan tanah oleh tuan tanah serta pejabat korup yang mengabdi pada Imperialisme dan Feodalisme. Bagi perempuan didesa, perempuan tani dan perempuan pedesaan, perampasan tanah untuk kepentingan investasi telah membuat perempuan kehilangan akses atas tanah dan sumber penghidupan sehingga membuat perempuan harus bekerja ekstra dengan pembedaan upah dengan kaum laki-laki dengan jenis pekerjaan yang sama, selain itu juga menghadapi biaya produksi pertanian yang tinggi akibat monopoli sarana produksi pertanian dan harus memutar otak untuk tetap bisa menyediakan pangan bagi keluarga dan kebutuhan pendidikan anak, biaya kesehatan dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

Di perkotaan, buruh perempuan menghadapi upah murah dan tidak adanya fasilitas kerja yang memadai, minimnya sarana memyusui dan asuh anak di tempat kerja, minimnya cuti haid dan melahirkan, target kerja yang tinggi, pelecehan, kebebasan berserikat dan persoalan buruh lainnya.

Di Sukamulya, Rumpin, Bogor, kaum perempuan menghadapi ancaman perampasan tanah oleh TNI AU dan pengembangan property Sinar Mas Land, ini mengakibatkan hilangnya lapangan pekerjaan utama masyarakat sebagai petani, sehingga terpaksa harus bekerja serabutan, atau jadi pekerja rumah tangga dengan upah murah dan tidak ada jaminan kepastian kerja. Selain itu, perempuan di Sukamulya juga menghadapi akses jalan yang buruk terutama dari Malahpar – Perum karena digunakan jalur penangkut tanah dan Malahpar -Asem (Peusar) sepanjang 2,5 Km yang pembangunannya di hambat oleh TNI AU, padahal kedua jalan tersebut merupakn akses utama warga baik untuk sekolah anak, kepasar maupun untuk keperluan lainnya. Kemiskinan di Sukamulya juga berdampak pada pernikahan usia muda bagi perempuan dan rendahnya pendidikan yang bisa di akses.

Maka bagi kaum perempuan di Indonesia, khususnya di Sukamulya, momentum Hari Buruh Internasinal harus dipergunakan untuk membangkitkan kesadaran kaum perempuan atas persoalan rakyat Indonesia yang di dominasi oleh imperialisme, feodalisme dan kapitalisme birokrat, menggerakkan kaum perempuan untuk berjuang bersama kaum laki-laki untuk mewujudkan reforma agraria sejati dan industri nasional sebagai jaminan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat Indonesia, mengorganisasikan perempuan Indonesia kedalam wadah perjuangan yang memiliki garis demokratis nasional atau anti terhadap imperialisme dan feodalisme yang menjadi biang keladi kesengsaraan rakyat Indonesia dan seluruh dunia.

Selamat menyambut Hari Buruh Internasional

#NoLandNoLife
#StopPerampasanTanah
#StopPerampasanUpah
#StopPerampasanKerja

#UpahTanahKerjaAdalahKeharusan

Jayalah Perjuangan Rakyat !!!

##(Ridwan_FitriR.fprnews April 2016)

 

About fprindonesia

Front Perjuangan Rakyat (FPR) adalah aliansi organisasi-organisasi masyarakat sipil Indonesia yang pada awalnya dibentuk untuk merespon perayaan Hari Buruh se-Dunia 2008. FPR menyandarkan diri pada prinsip aliansi dasar klas buruh dan kaum tani sebagai komponen pokok perubahan sosial.
This entry was posted in Berita, May Day 2016 and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s