FPR Mengecam Kapoldasu Irjen Pol Drs Raden Budi Winarso Yang Melarang Aksi dan Kampanye Hari Buruh Internasional di Sumut.

Irjen-Pol-Drs-Raden-Budi-WinarsoFPR. Jakarta 22/4/2016. Hari ini Jumat, 29 April 2016, kami menerima laporan dari Koordinator Front Perjuangan Rakyat (FPR) Sumatera Utara bahwa surat pemberitahuan aksi dan kampanye massa untuk peringatan hari buruh Internasional (MayDay) di tolak oleh pihak Kepolisian Polda Sumatera Utara, dan bahkan Kapolda melarang FPR untuk aksi dan kampanye dengan alasan hari libur.

 
Atas kejadian ini kami dari FRONT PERJUANGAN RAKYAT (FPR) yaitu aliansi luas yang terdiri dari berbagai elemen rakyat klas buruh, kaum tani, pemuda, mahasiswa, perempuan, BMI, nelayan, masyarakat adat, LSM/NGO secara tegas mengecam sikap Kapolda Sumatera utara  Irjen Pol Drs Raden Budi Winarso yang tidak memberikan surat tanda terima pemberitahuan (STTP) kepada FPR Sumut yang berencana menggelar kampanye Hari Buruh Internasional 01 Mei 2016. Asalan Kapoldasu sangat mengada-ngada dan konyol bagi kami. Kapoldasu menyebutkan bahwa 01 Mei itu adalah Hari Libur Nasional, jadi tidak boleh berkampanye.  Tegas Rudi HB Daman, Kordinator FPR Nasional.

 
Lebih lanjut Rudi menjelaskan, Menurut kami Kapoldasu harus belajar menghormati hak-hak demokratis rakyat salah-satunya dalam hal kebebasan politik dalam menyampaikan aspirasi politiknya. Sikap Kapoldasu ini menurut kami telah bertentangan dengan UUD 195 Pasal 28, DUHAM, UU No.12 Thn 2005 Tentang Konvenan internasional hak sipil dan politik, UU No. 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

 
Kapoldasu juga harus banyak belajar tentang makna Hari Buruh Internasional-dimana rakyat dunia akan tumpah ruah ke jalan-jalan untuk mengkampanyekan persoalan-persoalan klas buruh dan rakyat. Sangat ironi juga ketika Kapoldasu menganggap bahwa Hari Libur Nasional tidak boleh berkampanye. Maka sama saja Kapoldasu melarang rakyat Indonesia BERKAMPANYE di HARI KEMERDEKAAN RI 17 AGUSTUS.  Aneh juga, di Jakarta saja STTP untuk aksi dan Kkmpanye Hari Buruh Internasional 2016 dikeluarkan pihak Kepolisian Polda Metro Jaya (Jakarta) untuk FPR Nasional dan puluhan organisasi buruh serta organisasi rakyat lainnya yang akan turun kejalan memepringati hari Buruh Internasional (May Day) 2016. Mengapa Kapoldasu ini malah menghambat klas buruh dan rakyat untuk berkampanye MayDay di Sumut ? harusnya pihak Kepolisian bukan melarang tapi mempasilitasi dan menjaga keamanan bagi rakyat yang akan menjalankan aksi dan kampanye. Tegas Rudi HB Daman.

 
Oleh karena itu Kami dari FPR Nasional mendesak Kapoldasu untuk memberikan surat tanda terima pemberitahuan (STTP) Aksi dan kampanye kepada FPR Sumut. Apabila Kapoldasu masih tetap bertahan dengan alasan mengada-ngadanya, maka kami menyerukan FPR Sumut dan seluruh rakyat Sumatera Utara untuk tetap menggelar Aksi dan kampanye Hari Buruh Internasional dan sekaligus mengecam tindakan represif kapoldasu Irjen Pol Drs Raden Budi Winarso.[Red2016]

Advertisements

About fprindonesia

Front Perjuangan Rakyat (FPR) adalah aliansi organisasi-organisasi masyarakat sipil Indonesia yang pada awalnya dibentuk untuk merespon perayaan Hari Buruh se-Dunia 2008. FPR menyandarkan diri pada prinsip aliansi dasar klas buruh dan kaum tani sebagai komponen pokok perubahan sosial.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s