Pernyataan sikap FPR : Hentikan kekerasan dan kriminalisasi terhadap kaum tani Kubu Raya Kalbar

13658931_752019584941052_4335028844475332318_n Rakyat Berjuang untuk Reforma Agraria Sejati!

 
Reforma agraria yang menjadi program Nawa Cita oleh pemerintahan Jokowi-Jk belum juga menunjukkan keberpihakannya pada kaum tani. Monopoli dan perampasan tanah masih saja meluas di berbagai wilayah Indonesia. Pedesaan yang menjadi topangan utama pertumbuhan ekonomi bagi kesejahteraan rakyat, masih menjadi mitos yang tidak pernah dijalankan oleh Jokowi-JK. Sejauh ini program reforma agraria Jokowi-JK hanya sebatas formalitas dengan membagi sertifikasi tanah kepada sebagain kecil kaum tani. Secara bersamaan kaum tani semakin dihadapkan dengan praktek monopoli dan perampasan tanah yang semakin intensif oleh perkebunan, pertambangan skla besar serta pembangunan megaproyek infrastuktur.

 
Monopoli dan perampasan tanah yang masih dilanggekan Jokowi-JK, berbanding lurus pula semakin tingginya konflik agraria di Indonesia. Dari berbagai sumber yang berhasil dihimpun FPR, tercatat sepanjang tahun 2015 telah terjadi sedikitnya 252 kejadian konflik agrarian di tanah-air, dengan luasan wilayah konflik mencapai 400,430 Ha. Konflik-konflik ini melibatkan sedikitnya 108.714 kepala keluarga (KK).

 
Sementara itu pada hari sabtu (23/07) 432 kaum tani 7 Desa (Desa Seruat Dua dan Tiga, Mangkalang, Mangkalang Jambu, olak  olak kubu,  Pelita Jaya, dan Dabong), Kabupaten kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat menghadapi kekerasan dan kriminalisasi oleh pihak keamanan dan sejumlah preman saat ingin melakukan aksi damai di depan kantor PT. Sintang Raya. Akibat kekerasan tersebut, menyebabkan 11 orang kaum tani Kubu Raya mengalami luka-luka memar. Berdasarkan informasi yang didapatkan dari AGRA KALBAR, saat ini kepolisian resort Menpawah telah menahan 2 orang petani dan 4 menjadi tersangka.

 
Sementara hingga saat ini kaum tani Kubu Raya di 7 Desa  masih mendapatkan tindakan Intimidasi, pen-DPO dan ditambah lagi kondisi semakin mencekam akibat keberadaan posko keamanan polisi yang didirikan di desa.

 
Tentu perjuangan kaum tani yang tergabung dalam Serikat Tani Kubu Raya (STKR) ini dilandasi keputusan hukum Mahkamah Agung (MA) tertanggal 27 februai 2014 yang telah resmi membatalkan HGU PT. Sintang Raya dan berkewajiban mengembalikan lahan kepada kaum tani di 7 desa. Namun hingga saat ini, PT Sintang raya masih saja beroperasi di 7 desa tanpa menaati keputusaan MA tersebut. Dan tercatat sejak 2003 HGU PT Sintang Raya dikeluarkan, setiap tanhunnya selalu mengkriminalkan kaum tani melalui aparat keamanan hingga menggunakan preman bayaran.

 
Oleh karena itu, kami dari FRONT PERJUANGAN NASIONAL aliansi multisektoral yang berasal dari organisasi buruh, tani, pemuda mahasiswa, BMI, perempuan, kebudayaan, LSM dan NGO, menyampaikan sikap: mengutuk dan mengecam tindakan kekerasan terhadap Polres Menpawah serta PT. Sintang Raya. Kami juga menuntut kepada Polres Menpawah, Polda Kalbar, Polri dan Presiden Jokowi untuk segera membebaskan 2 petani yang ditahan dan mencabut status tersangka petani Kubu Raya Kalbar serta meminta kepada pemerintah segera merealisasikan tanah bagi kaum tani Kubu Raya Kalbar dan memberi sangsi bagi PT. Sintang Raya.

 
FPR juga menyerukan kepada FPR di Wilayah-wilayah dan Luar Negeri untuk memberikan berbagai bentuk dukungan atas perjuangan 7 Desa Kubu Raya Kalbar. Terima kasih, Jayalah perjuangan kaum tani, Hidup Solidaritas Perjuangan Rakyat Indonesia.

 

 

 
26 Juli 2016
Hormat Kami,
FPR

RUDI HB DAMAN
Kordinator Nasional

About fprindonesia

Front Perjuangan Rakyat (FPR) adalah aliansi organisasi-organisasi masyarakat sipil Indonesia yang pada awalnya dibentuk untuk merespon perayaan Hari Buruh se-Dunia 2008. FPR menyandarkan diri pada prinsip aliansi dasar klas buruh dan kaum tani sebagai komponen pokok perubahan sosial.
This entry was posted in Pernyataan Sikap and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s