Speak Out – Speak Out dalam Pentas Kebudayaan Rakyat ” Struggle Night”

Rahmat (1)Pukul 19.55 di tengah acara Panggung kebudayaan Rakyat yang di selenggarakan oleh Front Perjuangan Rakyat tidak hanya menampilkan kebudayan – kebudayaan progresif. namun didalamnya ada kegiatan Speak Out dari berbagai pimpinan organisasi yang hadir. Jakarta, (20/08/2016).

Rahmat P Panjaitan selaku Sekretaris Front Perjuangan Rakyat mengatakan dalam Speak Out bahwa  “kemerdekaan bukanlah pemberian tapi kemerdekaan adalah perjuangan rakyat indonesia, 71 Indonesia merdeka namun cita – cita mewujunkan Reforma Agraria dan Industrialisasi nasional yang Bebas dari Imperialisme dan feodalisme belum tercapai” sahutnya.

Terakhir Rahmat menambahkan, “ Maka dari itu kemerdekaan yang sejati hanya mampu di raih dengan persatuan dan perjuangan rakyat melawan tiga musuh rakyat.

Dewi dari KPA  juga menyampaikan “Land refrom mengalami degeradasi di bawah rezim populis jokowi jk. hingga saat ini konflik agraria mengalami peningkatan, sekitar  208 konflik agraria terjadi dalam pemerintah jokowi. dan ada 90 orang rakyat yang di tembak oleh polri dan TNI, Kami dari KPA mengajak kawan kawan untuk aksi dalam HTN. Kami dari KPA akan bergabung dengan AGRA dalam peringatan HTN,  menuntut pemerintahan rezim Jokowi – jk untuk menjalankan Reforma Agraria sejati dan hentikan kriminalisasi terhadap rakyat.”  Tegasnya.

Speak Out juga di sampaikan oleh perwakilan ILC  yakni, Erfan Faryadi  “Makna kemeredekaan itu sudah tidak ada,, sebagai mana yang telah disampaikan oleh pimpinan organisasi tadi. tuntut rakyat saat ini, adalah hak – hak rakyat yang di jamin oleh konstitusi negara serta keadilan secara menyeluruh.

Seluruh hak – hak rakyat tidak akan di dapatkan oleh rakyat tanpa perjuangan bersama. Perjuangan bersama yang dimaksud  adalah perjuangan seluruh sektor dan klas untuk memperjuangkan hak demokratis rakyat”.tegasnya

(FR)

About fprindonesia

Front Perjuangan Rakyat (FPR) adalah aliansi organisasi-organisasi masyarakat sipil Indonesia yang pada awalnya dibentuk untuk merespon perayaan Hari Buruh se-Dunia 2008. FPR menyandarkan diri pada prinsip aliansi dasar klas buruh dan kaum tani sebagai komponen pokok perubahan sosial.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s