Eni Lestari, Buruh Migrant Asal Indonesia terpilih menjadi Pembicara sidang tingkat tinggi Dewan PBB.

Eni

Foto bersama setelah konfrensi Pers selesai. Dok. By Yima

Setelah ditetapkan oleh ketua majelis PBB, Komite penghubung PBB dan lembaga non pemerintah dan masyarakat sipil atau The UN Non-Governmental Liaison Service (UN-NGLS), mengumumkan 9 pembicara yang telah dipilih sebagai pembicara utama dalam pertemuan tingkat tinggi PBB tentang migrant dan pengungsi, 19 September 2016 mendatang.
Eni Lestari, Ketua Aliansi Migrant Internasional (International Migrant Alliance-IMA) terpilih menjadi salah satu dari tiga pembicara pembuka mewakili migrant dan pengunsi di seluruh dunia. Ucapan selamat dan salut terus berdatangan dari berbagai pihak, baik nasional maupun Internasional, utamanya dari buruh migrant Indonesia diberbagai negeri. Sebab terpilihnya Eni sebagai pembicara, tentulah menjadi salah satu buah perjuangan yang sudah bertahun-tahun dijalankan oleh migrant diseluruh dunia, agar PBB mau mendengarkan suara dan tuntutan buruh migrant maupun kepentingan-kepentingan pengungsi diberbagai negeri atas tuntutan jaminan perlindungan dan kesejahteraan baik dari negeri asal maupun di negeri penempatan.
Dalam konferensi pers yang digelar jaringan buruh migrant Indonesia (JBMI) di Kantor lembaga bantuan hukum (LBH) Jakarta hari ini, 27/8/2016, Eni mengungkapkan bahwa, bertahun-tahun memperjuangkan agar PBB lebih tegas dan keras menyikapi problem krisis migrant dan pengungsi di dunia. Akhirnya setelah sekian lama, PBB menyikapinya dengan menjadikan isu migrant dan pengungsi sebagai isu utamanya dalam KTT kali ini. Saya terpilih sebagai salah satu pembicara, juga cermin bahwa PBB akhirnya memberi kesempatan dan mau mendengarkan migrant untuk berbicara atas namanya sendiri.
Saya bersyukur, terpilih menjadi pembicara dalam forum global tersebut, ini adalah kesempatan yang besar  dan luar biasa khusunya buat migrant, pengungsi dan rakyat terlantar lainnya diberbagai negeri, juga bagi para pegiat isu buruh migrant yang sudah merasa cukup frustasi bahwa mau dibawa kemana lagi isu dan kondisi yang diperjuangkan oleh Buruh migrant selama ini.  Terlebih lagi forum ini akan dihadiri oleh 1900 peserta dari Kepala Negara, para Menteri, jajaran Dewan PBB, Akademis, Tokoh-tokoh agama, dan tokoh-tokoh Dunia lainnya”, Ungkapnya.
Eni juga menyampaikan bahwa, sebagai perwakilan Migrant, dalam kesempatan tersebut, Saya ingin menekankan bahwa semua Negara saat ini punya Buruh Migrant dan, mayoritas Negara-negara tersebut bisa tumbuh dan berkembang karena eksistensi buruh migrant dan pengungsi. Karenanya, penting sekali bagi seluruh Negara untuk menghentikan system yang hanya mengorientasikan buruh migrant sebagai pijakan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi dengan orientasi keuntangan semata, tapi harus memperhatikan kepentingan, hak dan kesejahteraan buruh migrant, pengungsi dan orang-orang terbuang yang ada di Negara dan territory mereka.
Mereka harus mulai menghentikan orientasi kepentingan bisnis dan keuntungan mereka dibandingkan dengan perlindungan HAM bagi buruh migrant dan pengungsi. Karena selama ini dalam menyelesaikan masalah migrant diberbagai negeri, di Indonesia sekalipun hanya diorientasikan untuk mendapatkan keuntungan. Selama Buruh migrant selalu dibandingkan dengan profit, selama itu pula hak dan kesejahteraan buruh migrant dan pengungsi tidak akan pernah terealisasi, ini harus menjadi prinsip yang sangat fundamental bagi setiap Negara, tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Karsiwen, Ketua  Keluarga Besar Buruh Migrant Indonesia (KABAR BUMI), menyampaikan bahwa, Akar migrasi di Indonesi adalah akibat kemiskinan yang semakin akut dialami oleh rakyat, uatamanya keluargakaum tani dan masyarakat miskin dipedesaan.
Sudah begitu panjang perjuangan BMI dan rakyat luas atas deretan panjang masalah yang dialami oleh BMI selama ini, baik perdagangan manusia (human Trafficking), tindak kekerasan, perampasan upah dan berbagai pelanggaran lainnya yang bahkan menyebabkan banyaknya BMI yang meninggal dan terkena hukuman mati diluar negeri, seperti halnya BMI yang berasal dari NTT baru-baru ini.
Karsiwen melanjutkan, dengan kondisi kemiskinan yang semakin parah saat ini, BMI terpaksa meninggalkan keluarganya untuk dapat memperbaiki hidup. Namun kenyataannya, pengorbanan atas perasaan, waktu dan bahkan keselamatan yang dilepaskan oleh BMI sesunggguhnya tidak akan pernah sanggup terbayarkan dengan gaji yang begitu rendah. Bahkan berbagai masalah justeru terus bermunculan dihadapi BMI, selain masalah di negeri penempatan, BMI menghadapi berbagai masalah social, akibat kemiskinan yang tidak terpecahkan kemudian berujung perceraian, menjadi korban sindikat narkoba, penipuan dan lain sebagainya.
Atas seluruh kenyataan tersebut, BMI dan keluarganya harus paham bahwa kita punya hak dan harus berani menyuarakan kepentingannya sendiri. Hal ini harus dilindungi oleh Undang-undang, utamanya undang-undang perlindungan. Bukan seperti UU saat, sperti UU 39 yang tidak menjamin hak dan kesejahteraan bagi buruh migrant serta perlindungan di Negara penempatan, tegasnya.
Lebih jauh lagi, tegas Karsiwen, solusi utama untuk menyelesaikan masalah ini adalah, pemerintah harus menyediakan lapangan pekerjaan yang luas dan merata, mengehntikan perampasan dan monopoli tanah skala luas, mengembalikan tanah-tanah rakyat yang selama ini dikuasai oleh pemodal-pemodal, utamanya pemodal asing, membangun Industri nasional.
Terakhir, Selamat dan salut kami sampaikan kepada Saudari Eni Lestrasi atas terpilihnya sebagai pembicara pembuka dalam pertemuan tinggi PBB. Pertanyaannya, jika PBB saja mau mendengarkan buruh migrant, lantas kenapa pemerintah Indonesia tidak? Tutup Karsiwen. (FPR)

Advertisements

About fprindonesia

Front Perjuangan Rakyat (FPR) adalah aliansi organisasi-organisasi masyarakat sipil Indonesia yang pada awalnya dibentuk untuk merespon perayaan Hari Buruh se-Dunia 2008. FPR menyandarkan diri pada prinsip aliansi dasar klas buruh dan kaum tani sebagai komponen pokok perubahan sosial.
This entry was posted in Berita and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s