Speak Out – Speak Out ” Struggle Night ” 3 .

LBH

dokumentasi By: Rendy

Jakarta (20 / 08/2016 ) . Masih dalam Kegiatan Pentas Kebudayaan Rakyat. Algif selaku direktur Lembaga Bantuan Hukum Jakarta (LBH Jakarta) menyampaikan dalam speak outnya pada 20/08/2016 malam di depan Pelantaran Knator YLBHI Jakarta “rezim saat ini juga rezim penjajah kawan-kawan.kemerdekaan  bukan hanya bagi kita di indonesia dan bagi kita yang  di jawa, tapi kemerdekaan juga kita tunjukkan dan perjuangankan kepada kawan – kawan  kita di papua”.

 
“Dalam 4 bulan saja sekitra 5000 aktivis papua di tangkap oleh kepolisian. Di siksa dan dikirimalkan karena memiliki senjata tajam  yang ada di dapur dan mengibarkan bendera kemudian di ancam 12 tahun dengan pasal makar  atau pun harus di bunuh dan hilang. Kemerdekaan bukan hanya untuk kita tapi untuk kita semua”. Tambahnya

 
Solidaritas dan konsolidasi rakyat harus dijalankan, kami mengajak kawan kawan untuk bergabung dalam satu perjuangan bersama”. Ajaknya

Selanjutnya Jhon mewakili Forum Rakyat Bali (FORBALI) menyampaikan” persoalan lingkungan, persoal teluk bali, persoalan teluk jakarta, persoalan agraria dan persoalan buruh adalah persoal bersama seluruh rakyat indonesia. Sehingga kita harus berjuang bersama. (FR)

Posted in Berita | Tagged , | Leave a comment

Speak Out – Speak Out “Struggle Night” 2.

14037770_1334666919896513_2092265864_o

Kurniawan sabar selaku direktur INDES dalam kegiatan Speak Out menyampaikan “Negeri ini tidak akan pernah sejahtera atau  mengwujudkan kemerdekaan sejati.  jika tuan tanah dengan berbagai bentuknya tidak pernah di singkirkan atau di hancurkan dari negeri ini.

Maka sejatinya, rakyat indonesia di berbagai daerah yang saat ini masih berjuang untuk hak haknya, harus kita dukung dengan sepenuh hati, harus kita dukung dengan sekuat tenaga dimana pun mereka berada. Karena dukungan kita adalah bentuk solidaritas termaju dari rakyat indonesiap”. ujarnya

Kita harus melanjutkkan perjuangan ini, dengan  perjuangan yang lebih kuat.karena  Kita menyakini bahwa jalan satu satunya dalam mengwujudkan demokratisasi adalah dengan menjalankan reforma agraria sejati, menjamin hak-hak rakyat, menjamin hak rakyat atas tanah dan menghentikkan kriminalisasi oleh rakyat.  kita harus berjuang untuk itu” tegasnya

Selanjutnya speak Out juga di sampaikan oleh wahyusuf selaku ketua serikat pemuda Jakarta (SPJ) menyampaikan “kami memaknai  kemerdekaan indonesia sebagai kemerdekaan yang belum tuntas. Karena  sejak 17 agustus 1945 hingga sekarang   masih eksisnya monopoli tanah yang telah merampas kedaulatan rakyat atas tanah.

Saat ini kita lihat bagaimana berjalanya pengusuran rumah rakyat, berjalannya reklamasi tidak terlapas dari peran dari Kapitaslis monopoli asing, borjuasi besar komparador  dan tuan tanah  yang  di dukung penuh oleh rezim boneka Jokowi-JK”. ujarnya

Maka kita harus memperbesar dan memperluas perjuangan rakyat serta bersatu dalam mengwujudkan Land reform sejati dan industrialisasi nasional sebagai syarat pokok terwujudnya kesejahteraan dan kemerdekaan sejati bagi rakyat”. Tegasnya

 

 

Posted in Berita | Tagged | Leave a comment

Speak Out – Speak Out dalam Pentas Kebudayaan Rakyat ” Struggle Night”

Rahmat (1)Pukul 19.55 di tengah acara Panggung kebudayaan Rakyat yang di selenggarakan oleh Front Perjuangan Rakyat tidak hanya menampilkan kebudayan – kebudayaan progresif. namun didalamnya ada kegiatan Speak Out dari berbagai pimpinan organisasi yang hadir. Jakarta, (20/08/2016).

Rahmat P Panjaitan selaku Sekretaris Front Perjuangan Rakyat mengatakan dalam Speak Out bahwa  “kemerdekaan bukanlah pemberian tapi kemerdekaan adalah perjuangan rakyat indonesia, 71 Indonesia merdeka namun cita – cita mewujunkan Reforma Agraria dan Industrialisasi nasional yang Bebas dari Imperialisme dan feodalisme belum tercapai” sahutnya.

Terakhir Rahmat menambahkan, “ Maka dari itu kemerdekaan yang sejati hanya mampu di raih dengan persatuan dan perjuangan rakyat melawan tiga musuh rakyat.

Dewi dari KPA  juga menyampaikan “Land refrom mengalami degeradasi di bawah rezim populis jokowi jk. hingga saat ini konflik agraria mengalami peningkatan, sekitar  208 konflik agraria terjadi dalam pemerintah jokowi. dan ada 90 orang rakyat yang di tembak oleh polri dan TNI, Kami dari KPA mengajak kawan kawan untuk aksi dalam HTN. Kami dari KPA akan bergabung dengan AGRA dalam peringatan HTN,  menuntut pemerintahan rezim Jokowi – jk untuk menjalankan Reforma Agraria sejati dan hentikan kriminalisasi terhadap rakyat.”  Tegasnya.

Speak Out juga di sampaikan oleh perwakilan ILC  yakni, Erfan Faryadi  “Makna kemeredekaan itu sudah tidak ada,, sebagai mana yang telah disampaikan oleh pimpinan organisasi tadi. tuntut rakyat saat ini, adalah hak – hak rakyat yang di jamin oleh konstitusi negara serta keadilan secara menyeluruh.

Seluruh hak – hak rakyat tidak akan di dapatkan oleh rakyat tanpa perjuangan bersama. Perjuangan bersama yang dimaksud  adalah perjuangan seluruh sektor dan klas untuk memperjuangkan hak demokratis rakyat”.tegasnya

(FR)

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pentas Kebudayaan Rakyat Front Perjuangan Rakyat (FPR)

teater

Dokumentasi By : Badarudin FMN

Suasana mencekam seketika dan membuat bulu pundak para penonton merinding ketika Teater Buruh Indonesia ( TBI ) dari Gabungan Serikat Buruh Indonesia ( GSBI ) Tanggerang melakukan teatrikal dengan kolaborasi narasi yang di bacakan salah satu anggotanya, pada saat pembukaan acara Pentas Kebudayaan Rakyat “ Strugle Night” yang di selenggarkan oleh FPR ( Front Perjuangan Rakyat ) dalam memperingati Proklamasi Indonesia yang ke 71 sekaligus menyongsong Hari Tani Nasional yang ke 56 mendatang. Sabtu ( 20/08/2016).
Acara yang di mulai pada pukul 19.00 tersebut di depan pelantaran kantor YLBHI Jakarta di lanjut dengan menyanyikan lagu wajib Indonesia raya bersama. Seluruh penonton mengambil sikap berdiri.

bahrain
Pukul 19.18 acar pun resmi di buka oleh perwakilan YLBHI Bahrain. “ saya meberikan apresiasi atas terlaksanaya kegiatan ini, karena bukan hanya seremonial semata tapi ini moment untuk mereview perjuangan kita  “ pungkas Bahrain dalam pembukaan acara Pentas Kebudayaan Rakyat .
Selain itu Bahrain berharap  perjuangan kita hari ini untuk terus konsisten dalam memperjuangan hak – hak rakyat dan YLBHI akan terlibat dalam perjuangan seluruh rakyat. (FR)

Posted in Berita | Tagged , , | Leave a comment

Pernyataan sikap FPR : Hentikan kekerasan dan kriminalisasi terhadap kaum tani Kubu Raya Kalbar

13658931_752019584941052_4335028844475332318_n Rakyat Berjuang untuk Reforma Agraria Sejati!

 
Reforma agraria yang menjadi program Nawa Cita oleh pemerintahan Jokowi-Jk belum juga menunjukkan keberpihakannya pada kaum tani. Monopoli dan perampasan tanah masih saja meluas di berbagai wilayah Indonesia. Pedesaan yang menjadi topangan utama pertumbuhan ekonomi bagi kesejahteraan rakyat, masih menjadi mitos yang tidak pernah dijalankan oleh Jokowi-JK. Sejauh ini program reforma agraria Jokowi-JK hanya sebatas formalitas dengan membagi sertifikasi tanah kepada sebagain kecil kaum tani. Secara bersamaan kaum tani semakin dihadapkan dengan praktek monopoli dan perampasan tanah yang semakin intensif oleh perkebunan, pertambangan skla besar serta pembangunan megaproyek infrastuktur.

 
Monopoli dan perampasan tanah yang masih dilanggekan Jokowi-JK, berbanding lurus pula semakin tingginya konflik agraria di Indonesia. Dari berbagai sumber yang berhasil dihimpun FPR, tercatat sepanjang tahun 2015 telah terjadi sedikitnya 252 kejadian konflik agrarian di tanah-air, dengan luasan wilayah konflik mencapai 400,430 Ha. Konflik-konflik ini melibatkan sedikitnya 108.714 kepala keluarga (KK).

 
Sementara itu pada hari sabtu (23/07) 432 kaum tani 7 Desa (Desa Seruat Dua dan Tiga, Mangkalang, Mangkalang Jambu, olak  olak kubu,  Pelita Jaya, dan Dabong), Kabupaten kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat menghadapi kekerasan dan kriminalisasi oleh pihak keamanan dan sejumlah preman saat ingin melakukan aksi damai di depan kantor PT. Sintang Raya. Akibat kekerasan tersebut, menyebabkan 11 orang kaum tani Kubu Raya mengalami luka-luka memar. Berdasarkan informasi yang didapatkan dari AGRA KALBAR, saat ini kepolisian resort Menpawah telah menahan 2 orang petani dan 4 menjadi tersangka.

 
Sementara hingga saat ini kaum tani Kubu Raya di 7 Desa  masih mendapatkan tindakan Intimidasi, pen-DPO dan ditambah lagi kondisi semakin mencekam akibat keberadaan posko keamanan polisi yang didirikan di desa.

 
Tentu perjuangan kaum tani yang tergabung dalam Serikat Tani Kubu Raya (STKR) ini dilandasi keputusan hukum Mahkamah Agung (MA) tertanggal 27 februai 2014 yang telah resmi membatalkan HGU PT. Sintang Raya dan berkewajiban mengembalikan lahan kepada kaum tani di 7 desa. Namun hingga saat ini, PT Sintang raya masih saja beroperasi di 7 desa tanpa menaati keputusaan MA tersebut. Dan tercatat sejak 2003 HGU PT Sintang Raya dikeluarkan, setiap tanhunnya selalu mengkriminalkan kaum tani melalui aparat keamanan hingga menggunakan preman bayaran.

 
Oleh karena itu, kami dari FRONT PERJUANGAN NASIONAL aliansi multisektoral yang berasal dari organisasi buruh, tani, pemuda mahasiswa, BMI, perempuan, kebudayaan, LSM dan NGO, menyampaikan sikap: mengutuk dan mengecam tindakan kekerasan terhadap Polres Menpawah serta PT. Sintang Raya. Kami juga menuntut kepada Polres Menpawah, Polda Kalbar, Polri dan Presiden Jokowi untuk segera membebaskan 2 petani yang ditahan dan mencabut status tersangka petani Kubu Raya Kalbar serta meminta kepada pemerintah segera merealisasikan tanah bagi kaum tani Kubu Raya Kalbar dan memberi sangsi bagi PT. Sintang Raya.

 
FPR juga menyerukan kepada FPR di Wilayah-wilayah dan Luar Negeri untuk memberikan berbagai bentuk dukungan atas perjuangan 7 Desa Kubu Raya Kalbar. Terima kasih, Jayalah perjuangan kaum tani, Hidup Solidaritas Perjuangan Rakyat Indonesia.

 

 

 
26 Juli 2016
Hormat Kami,
FPR

RUDI HB DAMAN
Kordinator Nasional

Posted in Pernyataan Sikap | Tagged , , , , | Leave a comment

FPR Bersama FOR BALI

Sebuah Art Therapy untuk menolak reklamasi Teluk Benoa

ForBaliJAKARTA- Penolakan reklamasi yang terjadi di Bali akhir-akhir ini semakin berlipat ganda dan terus tumbuh. Deklarasi dari 36 Desa Adat dan pengibaran bendera secara serentak di Desa-Desa Adat di Bali sebagai bentuk penolakan rencana pemerintah dan investor untuk melakukan reklamasi Teluk Benoa.

Sejak 2014 melalui Peraturan Presiden No 51 Tahun 2014 sedang mengancam kawasan perairan Teluk Benoa, Bali karena rencana reklamasi seluas 700 hektar.Teluk Benoa sendiri merupakan kawasan perairan dengan ekosistem pesisir yang sempurna yakni terdapat mangrove, padang lamun dan disisi luar teluknya terdapat terumbu karang. Di dalam jejaring konservasi perairan di Bali, ekosistem pesisir Teluk Benoa dan kawasan sekitarnya seperti Sanur, Serangan, Nusa Dua memiliki keterkaitan yang erat dengan kantong-kantong keanekaragaman hayati perairan pesisir Kawasan Candidasa dan Kawasan Nusa Penida.

 

Menanggapi perlawanan yang dilakukan oleh rakyat Bali, “Jakarta ForBALI” sebuah aliansi antara individu, LSM, musisi, seniman, mahasiswa, pemuda, akademisi yang peduli dengan lingkungan hidup berbasis di Jakarta bersama FRONT PERJUANGAN RAKYAT (FPR) memutuskan untuk turut menggemakan suara masyarakat Bali di Jakarta sebagai pusat pembuatan kebijakan. Rudolf Dethu, Ketua Panitia “Gita Bumi” menyatakan, “Musik itu alat perlawanan. Seni adalah alat edukasi. Berkaca dari apa yang terjadi di Bali, musik telah menjadi bagian penting dari perlawanan. Hari ini, Jakarta tengah melakukan perluasan solidaritas tanpa batas dan melakukan edukasi publik melalui seni. Menyebarkan semangat perlawanan melalui seni.”

“Art therapy ini dilakukan dalam rangka bersuara menolak dengan cara yang bergembira. Acara yang diadakan di Jakarta hari ini membuktikan bahwa individu-individu, LSM, musisi yang ikut berteriak bersama untuk menolak reklamasi Teluk Benoa dan pesisir-pesisir lain. Kami berharap pola-pola perlawanan popular semacam ini dapat direplikasi di pesisir lain dan membangkitkan solidaritas pesisir dengan cara yang asyik dan bergembira”, tutur Agung Ngurah menjelaskan konsep acara Art Therapy Gita Bumi.

Saras Dewi dari ForBALI simpul Jakarta memaparkan, “Yang pasti, perlawanan ini tidak akan berhenti hingga Peraturan Presiden No 51 Tahun 2014 ini dicabut. Di konteks Bali, perlawanan ini berlipat ganda dan membawa semangat belapati Tanah Air yang terefleksi pada masif dan rutinnya pemberitaan mengenai pergerakan masyarakat Desa-Desa Adat di Bali”.

Menanggapi maraknya proyek-proyek serupa di berbagai daerah Indonesia, Saras Dewi menyatakan bahwa, “Mega Proyek Reklamasi ini tidak hanya terjadi di Bali saja, tetapi ada di banyak pesisir lain. Seperti Makassar, Palu, Jakarta, dan banyak pesisir lain. Perlawanan yang ada di pesisir lain juga mempertanyakan untuk siapa proyek-proyek tersebut, mengingat besarnya perampasan ruang hidup dan wilayah kelola rakyat.”, pungkasnya.

 

Sementara Juru bicara FPR Rudi HB Daman menyebutkan, “bahwa Reklamasi yg terjadi di Bali, Teluk Jakarta, Makassar, Palu, Balikpapan, Semarang, Palu adalah kebijakan Pemerintah pusat dan daerah untuk merampas hak rakyat atas pesisir di Indonesia. Reklamasi ini akan menghilangkan akses rakyat khususnya nelayan untuk berdaulat atas pesisir di Indonesia. Saat ini tercatat sekitar 18.151 KK yang telah tergusur karena reklamasi. Selain menghilangkan atas akses ekonomi dan tempat tinggal, reklamasi juga tentu akan merusak lingkungan yakni hilangnya fungsi konservasi, banjir, punahnya keanekaragaman habitat, rusaknya sistem dranaise serta perubahan hidrodinamika . Lanjutnya, “Reklamasi bukan untuk rakyat, namun hanyalah kepentingan para pemodal besar sperti Tommy Winata, Agung sedayung group, Podomoro Land, Lippo Group, Ciputra, dan sebagainya”. (Fprnews_Juni 2016)

 

Posted in Berita | Tagged , , | Leave a comment

Panen Raya Warga Desa Sukamulya Rumpin

Panen Raya 2

Foto : by Ernawati

FprNews. Warga Desa Sukamulya Rumpin menyelenggarakan Panggung Budaya di tengah hamparan sawah dalam rangka kegiatan Panen raya, hasil dari bercocok tanam ibu – ibu yang tergabung dalam organisasi Serikat Perempuan Indonesia ( SERUNI). Kamis (2/06/ 2016)

“ Perluas persatuan kaum tani untuk memajukan reforma agraria sejati, kemakmuran dan kedaulatan Bangsa” demikian kutipan tema dalam Acara Panen Raya tersebut. Pencapaian yang luar biasa yang di raih oleh sekelompok kecil Petani di desa Sukamulya, di tengah kerisis pangan bangsa ini dan ancam kelaparan, dalam hal ini mampu menjawab persoalanya dengan berkolektif menanam padi bersama.

Tanggapan pemerintah Dinas Pertanian Kabupaten Bogor dalam Pidatonya “ Sebenarnya, pemerintahan Bogor saat ini memberikan perhatian Penuh kepada Petani, seperti bantuan traktor, hanya ini kurang nyambung saja komunikasi antara Petani dan Pemerintahnya, Jika butuh traktor tinggal ajukan saja Proposal” pungkas Wati. Padahal menurut warga ajuan menggunakan Proposal itu tidak Efektif.

“ Irigasi yang rusak juga, bisa di benerin saja tinggal ajukan juga Proposal ke bagian Dinas Perairan, Intinya Proposal, semua pasti keluar” tambah Wati dalam Pidatonya.

Pada kenyataanya irigasi atau bedungan yang ada disana, bukan di rusak melainkan di tutup semenjak AURI menclaim tanah tersebut. “ itu mah lain rusak ibu, bendunganya, tapi sengaja di tutup pas konflik jeng auri”  sambung Bu Anih,salah satu Pimpinan SERUNI SRB.

Panen RayaPanen raya tersebut di hadiri oleh beberapa tamu undangan antaranya, Perwakilan dari Bupati Bogor, Dinas Pertanian Kabupaten Bogor, Kepolisian Rumpin, perangkat desa serta Organisasi – Organisasi yang ikut serta  mendukung penuh kegiatan tersebut seperti Paguyuban Warga Rumpi, GSBI, AGRA, LBH Jakarta, Kontras, FMN, KABAR BUMI dan kelompok – Kelompok Tani Lokal.

Acara yang di mulai pada pukul 09:00 AM itu di buka oleh penampilan kebudayaan anak – anak peserta didik SDN Malahpar dengan membawakan Beladiri Pencak Silat dan musik Tradisional Angklung. Acara yang kurang Lebih di selenggarakan 7 jam itu di akhiri dengan penampilan Band – Band Progresif Marjinal dan Mineral7 dengan lantunan lagu yang membuat massa semakin semangat. ## (FitriR_fprnews_Juni 2016)

Posted in Berita | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment