Pernyataan Sikap FPR : Dukungan Perjuangan untuk Kaum Tani Kendeng

Pernyataan Sikap Front Perjuangan Rakyat (FPR) :
Dukungan Perjuangan untuk Kaum Tani Kendeng

CABUT SEGERA IZIN PENAMBANGAN PT SEMEN INDONESIA DI KENDENG

deni_petani_semen_rembang3_640x360_bbcindonesiaSumber Poto: deni_petani_semen_rembang3_640x360_bbcindonesia

Front Perjuangan Rakyat (FPR) mengecam keras sikap Presiden Jokowi yang sesungguhnya anti petani dan anti rakyat. Jokowi membiarkan izin baru Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang dikeluarkan 23 Febuari 2017 bagi PT Semen Indonesia, dan tidak melaksanakan segera Amar Keputusan MA (5 Oktober 2016) yang memerintahkan pencabutan izin lingkungan penambangan.

Pemerintah sesungguhnya hanya berpihak pada pengusaha komprador yang mengeruk kekayaan alam, ambil untung bagi perusahaan, dan memberikan kesengsaraan rakyat yakni hilangnya tanah buat kehidupan, polusi, dan hancurnya lingkungan. Pemerintah tidak langsung menolak atau tidak memberikan izin bagi PT Semen Indonesia, justru ia tarik-ulur dalam masalah ini yakni menunggu soal hasil Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS). Jelas, adanya PT Semen Indonesia telah merampas tanah, menghancurkan lingkungan, dan menjadikan kemiskinan semakin meningkat.

Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Seruan Umum FPR untuk Kampanye Hari Perempuan Internasional 8 Maret 2017

Seruan Umum Front Perjuangan Rakyat (FPR) untuk Kampanye Hari Perempuan Internasional 8 Maret 2017.

fpr-aksi_berjuang

Kepada Yth.

  1. Seluruh Koordinator FPR Kota/Daerah dan Luar Negeri
  2. Seluruh Ketua/Pimpinan  Organisasi  yang tergabung  dalam Front Perjuangan Rakyat (FPR)
  3. Individu dan Simpatisan Front Perjuangan Rakyat (FPR)

Di TEMPAT

 

Salam Demokrasi Nasional !

Pada tanggal 8 Maret 2017 ini, kaum perempuan seluruh dunia kembali memperingati Hari Perempuan Se-Dunia (internasional). Hari Perempuan Internasional (HPI) 8 Maret lahir dari hasil perjuangan pekerja atau buruh dunia yang panjang sejak abad 19 (tahun 1857) melawan penghisapan dan penindasan oleh pemilik modal atau kapitalis. Saat itu, kaum perempuan pekerja menuntut perbaikan kondisi kerja yang buruk, perbaikan upah, sistem kerja yang tidak manusiawi, dan diskriminasi (pembedaan) upah yang diterimanya. Keadaan itu menggerakkan kaum perempuan pekerja dunia (Eropa dan Amerika) pada awal abad 20 menuntut persamaan hak secara politik, ekonomi, dan kebudayaan yang bebas dari penghisapan dan penindasan oleh pengusaha dan negara.

Peringatan ini menjadi momentum untuk membangkitkan, mengorganisasikan dan menggerakkan kaum perempuan di seluruh dunia khususnya di Indonesia. Jalan terbaik memperingati keberanian dan semangat kaum perempuan di zaman lahirnya Hari Perempuan Internasional pada tahun 1908 adalah dengan mewarisi seluruh kebangkitannya, keterorganisasiannya dan kemampuannya memobilisasi kekuatan untuk menuntut hak demokratis kaum perempuan, anak-anak, rakyat tertindas dan terhisap serta bangsanya. Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment

The FPR and ILPS-Indonesia strongly condemn Donald Trump’s policy of deportation and the discriminatory wall.

The FPR and ILPS-Indonesia strongly condemn Donald Trump’s policy of deportation and the discriminatory wall.

February 3, 2017

fpr_kedubes-as-_7

US President Donald Trump has issued an executive order banning citizens of seven predominantly Muslim countries, namely Iraq, Syria, Iran, Libya, Somalia, Sudan and Yemen, to enter and visit the United States for 90 days and to suspend the admission of refugees. The decision was clearly detrimental and perpetuate the suffering of the people coming especially from those countries accused of being sponsors of terrorism.

Previously, on January 25, 2017, Trump issued a decree relating to the construction of the 2,000-mile-long, 12-meter-high wall at a cost of more than 8 billion US dollar, or 106 trillion rupiah. The objective is to prevent  illegal immigrants  from entering US and drug smuggling. The construction of the US-Mexico border wall is a continuation of the implementation of the 2006 Border Security Act, backed by Obama and Hillary Clinton, as senators. During the Obama administration, 2 million Latino residents who had crossed the border were deported. It was the largest deportation in the history of the United States. Trump wants to continue deportation with greater intensity and threat  those who offer protection to undocumented workers and refugees. Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Menuntut Kepres AS Dicabut dan Meminta Jokowi Melindungi WNI di AS, Front Perjuangan Rakyat (FPR) Demo Kedubes AS.

Menuntut Kepres AS Dicabut dan Meminta Jokowi Melindungi WNI di AS, Front Perjuangan Rakyat (FPR) Demo Kedubes AS.

fpr_kedubes-as_5

Jakarta, 6/2/2017, Front Perjuangan Rakyat (FPR) kembali menggelar Aksi Demonstrasi, mengecam kebijakan rasial Pemerintah Amerika Serikat (AS), Donald Trump yang melarang tujuh Negara untuk warganya masuk ke AS. Massa aksi juga mengecam penahanan, deportasi dan kriminalisasi oleh pemerintah AS terhadap muslim, Imigran, pengungsi dan warga Asing lainnya, terutama yang berasal dari Meksiko, Rusia, Negara-negara berpenduduk mayoritas muslim dan tujuh Negara lainnya yang mendapatkan pelarangan khusus seperti, Irak, Suriah, Iran, Libia, Somalia, Sudan, dan Yaman.

Kali ini FPR menggelar aksinya didepan kantor kedutaan besar AS, yang bertempat di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Dalam perjalanan aksinya, massa aksi sempat dihadang aparat Kepolisian, namun massa tetap bertahan dengan terus meneriakkan yel-yel dan seruannya.

Wahyusuf, Koordinator lapangan Aksi menyampaikan bahwa, aksi dilakukan untuk Solidaritas kepada seluruh umat muslim, pengungsi dan warga asing lainnya yang terkena dampak oleh kebijakan Donald Trump.

“Aksi ini juga sekaligus untuk mengecam seluruh kebijakan rasial, diskriminatif dan anti Demokrasi Donald Trump, sebagai bagian skemanya dalam memastikan dan memperkuat dominasinya diberbagai negeri, serta kontrolnya atas minyak dan sumberdaya alam lainnya diberbagai negeri”, jelas Yusuf.

Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Di CFD, FPR Mengecam Kebijakan Anti Migrant dan Muslim Donald Trum

FPR Menggelar Aksi Solidaritas Untuk jutaan Muslim dan Pengungsi Yang Dideportasi dan dikriminalkan di AS,  serta Mengecam Donald Trump Atas Seluruh Kebijakan Anti Migrant.

dt_fpr-1

FPR- Jakarta, 5/2/2017.  Front Perjuangan Rakyat (FPR) menggelar Aksi simpatik ditengah-tengah ramainya hari bebas kendaraan (Car Free Day-CFD), di Sekitar Bundaran Hotel Indonesia (HI) dan Sepanjang Jalan Jenderal Sudirman.

Rudi HB. Daman (Koordinator FPR) menyampaikan bahwa, Aksi simpatik ini diselenggarakan untuk memberikan solidaritas dan menuntut perlindungan bagi jutaan Muslim, Pengungsi, pekerja asing dan kelompok Minoritas lainnya, termasuk sekitar 40 ribuan Warga Negara Indonesia (WNI) yang terdampak dan semakin terancam oleh kebijakan Rasial Donald Trump, Presiden ke-47 Amerika Serikat (AS).

Donald Trump dan Pemerintahan AS melimpahkan tuduhan dan mengkambing hitamkan para migrant (pengungsi dan pekerja Asing), muslim dan kelompok minoritas lainnya di AS, sebagai penyebab kemiskinan dan semakin sempitnya lapangan kerja di AS. Padahal kenyataannya, tuduhan tersebut semata-semata untuk menutupi kegagalan dan ketidak mampuan pemerintah AS sebagai pimpinan tunggal imperialisme, dalam menyelesaikan krisis di AS dan krisis global kapitalis monopoli yang semakin parah saat ini, jelas Rudi.

Mereka yang dikambing hitamkan dan saat ini terancam deportasi, kriminalisasi, diskriminasi, pelarangan berkunjung dan tinggal di AS utamanya adalah rakyat yang terpaksa mengungsi karena perang dan Agresi di negerinya yang juga diciptakan dan dipimpin oleh AS lansung, seperti halnya provokasi-provikasi lainnya diberbagai Negeri, utamanya dengan isu “perang mlawan terorisme”. Sebagian dari mereka juga korban kemiskinan yang mencari penghidupan yang lebih baik di AS, dengan bekerja sebagai Buruh Migrant, Mereka yang juga sedang menjalankan Pendidikan dengan harapan masa depan yang lebih baik dan berbagai faktor sosial, ekonomi, kebudayaan dan keamanan lainnya yang diciptakan oleh AS sendiri yang bahkan menunjukka kedudukannya sebagai Teroris No. 1 di Dunia, tambahnya. Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment

FRONT PERJUANGAN RAKYAT (FPR) Mengutuk Keras Politik Deportasi dan Tembok Diskriminatif Donald Trump!

FRONT PERJUANGAN RAKYAT (FPR) Mengutuk Keras  Politik Deportasi dan Tembok Diskriminatif Donald Trump!

aksi-tolak-dt

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mengeluarkan Perintah Eksekutif (Keputusan Presiden) yang  melarang masuknya warga tujuh negara berpenduduk mayoritas umat Islam ke Amerika Serikat, meliputi warga Irak, Suriah, Iran, Libia, Somalia, Sudan, dan Yaman untuk berkunjung ke AS selama 90 hari, termasuk menangguhkan seluruh penerimaan pengungsi. Keputusan tersebut jelas merugikan dan menjadikan panjang derita rakyat dari negeri berpenduduk mayoritas Muslim, khususnya di tujuh negara tersebut, yang menanggung cap “terorisme”.

Sebelumnya, Trump mengeluarkan surat keputusan, pada 25 Januari 2017 tentang pembangunan tembok perbatasan yang panjangnya 2.000 mil (3.200 KM) dan tinggi 12 meter, dengan biaya lebih dari USD 8 miliar atau Rp 106 triliun, sebagai usaha mencegah imigran gelap masuk dan penyelundupan narkoba. Proyek pendirian Tembok Perbatasan AS-Mexico tersebut merupakan kelanjutan implementasi UU Keamanan Perbatasan (The Secure Fence Act) tahun 2006, yang sesungguhnya didukung Obama dan Hilary Clinton saat menjadi senator. Pada pemerintahan Obama, justru telah mendeportasi 2 juta warga Latin yang menyeberang perbatasan dan merupakan jumlah terbesar dalam sejarah Amerika Serikat. Trump ingin melanjutkannya lebih intensif dan mengancam bagi warga yang menawarkan perlindungan kepada pekerja tidak berdokumen dan pengungsi.

Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Mengecam dan mengutuk Tindak Kekerasan dan Penangkapan terhadap Rakyat Papua Yang Merupakan Bentuk Pelanggaran Hak Demokratis

https://fprsatumei.files.wordpress.com/2016/12/af029-15644488_737460283076652_1086640548_n.jpg?w=640

Jakarta, 20 Desember 2016. Tindak kekerasan dan penangkapan terhadap rakyat papua kembali terjadi. Kejadian ini terjadi dalam aksi yang dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan Front Rakyat Indonesia (FRI) untuk West Papua di Yogyakarta, 19 Desember 2016. Aksi demonstrasi ini digelar untuk menyuarakan aspirasi, permasalahan dan nasib rakyat Papua dalam memperingati Operasi Tri Komando Rakyat (Trikora) yang dilaksanakan pada 19 Desember 1961.

aksi yang dilaksanakan di Yogyakarta tersebut, berujung tidakan. Padahal, aksi demonstrasi yang digelar sama sekali tidak melakukan tindak kriminal seperti kekerasan apalagi sampai merusak fasilitas. Saat itu, massa aksi sedang duduk dan tiba-tiba mereka ditarik dan diangkut ke truk dengan penuh intimidasi (diteriak-teriaki, ditendang juga dipukul) oleh aparat Kepolisian.

Kejadian ini menambah catatan kelam Demokrasi di Indonesia akibat penangkapan, intimidasi, kekerasan hingga kriminalisasi terhadap rakyat Papua yang menyuarakan aspirasinya. Hal ini juga dapat menjelaskan bahwa demokrasi di Indonesia tidak menjamin perlindungan dan penegakan hak asasi manusia dimana salah satunya adalah kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum.

Berangkat dari hal tersebut, Front perjuangan Rakyat (FPR) menyatakan sikap

  1. mengecam keras dan mengutuk tindakan kekerasan dan penangkapan rakyat papua dan menuntut agar mereka segera dibebaskan. Karena hal ini merupakan bentuk pelanggaran terhadap hak demokratis rakyat Papua yang telah puluhan tahun dalam tindasan politik pemerintah Indonesia yang mengabdi pada kepentingan Amerika Serikat dan menyengsarakan rakyat.
  2. hentikan kekerasan, pemenjarahan dan kriminalisasi terhadap seluruh perjuangan demokratis rakyat papua
  3. hentikan segala operasi yang membuat penderitaan rakyat bertambah
  4. pemerintah harus minta maaf kepada korban pemukulan dan penangkapan
  5. mendukung sepenuhnya perjuangan demokratis papua bagi terpenuhinya hak-hak demokratis rakyat papua pada ekonomi, politik dan kebudaya

Hormat Kami

Rudi HB Daman

Kordinator FPR

Posted in Uncategorized | 1 Comment